
Ambontoday.com – Wakil Bupati Buru Selatan (Bursel), Gerson Eliaser Selsily menyampaikan sejumlah capaian kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bursel dalam Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) kabupaten Bursel ke – 16 di gedung DPRD Kabupaten Bursel akhir pekan kemarin.

Selsily menandaskan, selama tiga tahun kepemimpinan Bupati Safitri Malik Soulisa bersama dirinya sebagai Wakil Bupati dalam melaksanakan tugas dan amanah masyarakat, tentunya mereka didukung oleh pimpinan anggota DPRD bersama semua elemen masyarakat di daerah ini.

“Sehingga mereka terus bertekad terus bekerja lebih baik untuk menatap masa depan yang lebih baik dari tahun ke tahun,” ucap Selsily.
Mantan Wakil Ketua DPRD Buru Selatan Dua Perindo ini mengatakan, walaupun HUT kabupaten kali ini dilaksanakan secara sederhana dalam kondisi alam yang kurang bersahabat dan cuaca sangat ekstrim, tentunya tak mempengaruhiini semangat pihaknyanya terus bekerja untuk kemajuan dan perkembangan daerah julukan ‘Fuka Bipolo’ yang tercinta ini.
“Di masa kepemimpinan saya bersama ibu bupati 3 tahun ini, tentunya memiliki berbagai catatan, baik atas capaian maupun hambatan, itu dihadapi dengan hasil konsolidasi pemerintah daerah dengan paradigma pola pikir. Alhamdulilah pemerintah daerah dapat bangkit dari masa pandemi covid-19 yang mengakibatkan anjloknya pertumbuhan ekonomi mencapai minus 0,01 persen pada tahun 2020 dapat kami tingkatkan menjadi 3,50 persen pada tahun 2021 dan terus meningkat menjadi 4,58 persen pada tahun 2023,” jelas Wabup.
Sambung Ketua Partai Demokrat Buru Selatan ini, penjabaran dari visi pemerintah daerah juga sebagai tugas dan tantangan kepada aparatur pemerintah daerah agar bekerja lebih giat untuk memajukan daerah melayani masyarakat, disertai inovasi yang terus berkembang untuk menjawab persoalan pembangunan.
Selsily menjelaskan, dengan capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bursel hingga kini menurunnya tingkat kemiskinan, terbukti pada tahun 2021 angka kemiskinan capai 15,89 persen dan dapat ditekan menjadi 15,28 persen pada tahun 2023 atau berkurang 0,61 poin.
“Tentunya hal ini disertai kondisi keamanan yang kondusif, dimana pemerintah daerah fokus untuk kemaslahatan masyarakat di daerah ini,” sebut Selsily.
Dikatakan lanjut, pihaknya sangat berterimakasih kepada masyarakat Bursel karena mampu memberi refleksi untuk berkarya dan memberikan kontribusi dalam upaya pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan sebagai tangung jawab pihaknya selaku pemerintah daerah yang terus berkarya untuk kesejahteraan masyarakat,
“juga mampu melanjutkan estafet perjuangan yang dicatat dengan tinta emas oleh generasi penerus sebagai era menentukan masa depan kabupaten ini,” ucapnya.
Dijelaskannya, di masa kepemimpinan dirinya yang ke 3 tahun bersama ibu bupati Safitri Malik Soulisa, mereka terus berbenah diri serta berupaya melakukan percepatan pembangunan di berbagai bidang melalui prioritas pembangunan modal dasar menuju Buru Selatan yang lebih baik.
Selsily dalam paparan tentang capaian kinerja, khususnya penyediaan tenaga pendidik melalui program P3K atau guru sebanyak 359, melalui program penjaminan mutu pendidikan dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik pada tahun 2023 jumlah guru di kabupaten ini yang bersertifikasi sebanyak 71 orang di sekolah SD dan SMP yang tersebar di enam kecamatan.
Disebutkan, capaian tersebut menunjukan hasil cukup positif bagi pertumbuhan indeks pembangunan manusia kabupaten Buru Selatan dalam indikator di bidang pendidikan yang mengalami kenaikan pada kurun waktu tiga tahun, harapan lama sekolah Buru Selatan tahun 2021 mencapai 12,70.
Lanjutnya, pada tahun 2022 meningkat menjadi 12,70 di tahun 2023 menigkat menjadi 12,84 Rata- Rata Sekolah (RLS) pada tahun 2021 mencapai 7,95 di tahun 2023 meningkat menjadi 8,23.
Untuk Bidang Kesehatan lanjut Wabup, angka harapan hidup pada tahun 2021 mencapai 69,58 pada tahun 2023 meningkat menjadi 70,11, cakup jaminan kesehatan penduduk pada tahun 2021 sebanyak 21,075 pada tahun 2023 menigkat menjadi 25,903, peningkatan rehabilitas sarana kesehatan seperti RSUD Rumah sakit pratama, Puskesmas, Pustu serta sarana kesehatan lainya.
Lanjutnya, penyediaan tenaga medis jumlah tenaga kesehatan melalui program P3K sebanyak 236 orang pada RSUD di enam kecamatan, pada tahun 2021 penurunan stunting 41,60 persen pada tahun 2023 turun menjadi 35,50 persen atau turun sebesar 6,10 persen.
Disebutkan, untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bursel menerima penghargaan “Universal Health Coverage (UHC ) dari Wakil Presiden RI.
Dikatakan, UHC juga merupakan sistem pinjaman kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif preventif, kuratif dan rehabilitatif, bermutu dengan biaya terjangkau
Sedangkan, lanjutnya, untuk pembangunan ekonomi kerakyatan, kinerja dari upaya pembangunan ekonomi yang telah dilaksanakan dapat terlihat pada PDRB per kapita pada tahun 2021 sebesar 22,43 juta rupiah pada tahun 2023 menjadi 23, 10 juta rupiah, peningkatan ketahanan pangan daya saing diverifikasi produktivitas dan nilai tambah produk pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan kehutanan sebagai berikut, produksi tanaman sayuran sebesar 996 ton, produksi tanaman perkebunan sebesar 11,500 ton, produksi perikanan tangkap mencapai 12,900 ton, sementara perikanan budidaya mencapai 3,050 ekor.
Untuk peningkatan sumber daya lokal pada sektor pariwisata, hal itu dapat di lihat di beberapa objek wisata yang terdiri dari 6 objek wisata bahari, 6 objek wisata alam, dan 6 objek wisata sejarah.
Dan untuk pelayanan perizinan dimana sampai dengan tahun 2023 pendelegasian kewenangan perijinan ke bidang PTSP sebanyak 743 ijin usaha KBLI atau klasifikasi baku lapangan usaha indonesia dan perizinan berusaha non KBLI pengembangan sistem usaha mikro kecil dan menengah lewat lembaga koperasi di mana pada tahun 2023 terdapat jumlah koperasi aktif sebanyak 170 unit dan jumlah usaha mikro kecil sebanyak 2339 unit usaha.
Untuk bidang infrastruktur wilayah, pada tahun 2023 kebijakan pembangunan infrastuktur wilayah, 1. peningkatan prasarana jalan jembatan drainase, 2. peningkatan kwalitas fisik prasarana penunjang pertanian, 3. ketertiban keamanan dan kenyamanan transportasi.
Hal tersebut dilaksakan melalui, pembangunan jalan. Total panjang jalan kabupaten Buru Selatan hingga tahun 2023 sepanjang 606,53 km terdiri dari jalan nasional 87 km dengan kondisi baik sebesar 100 persen, jalan provinsi sebesar 53,58 km dengan kondisi baik sepanjang 19 km atau sebesar 53,58 persen.
Sementara berdasarkan data dasar prasarana jalan kabupaten dengan total 465,95 km dalam kondisi baik sepanjang 118,39 km atau sebasar 25,41 persen. Kondisi sedang panjang 164,81 km atau sebesar 35,37 persen, kondisi rusak ringan sepanjang 105,40 km atau sebesar 22,62 persen, dan kondisi rusak berat sepanjang 77,35 km atau sebesar 16,60 persen.
Sambungnya, sedangkan untuk pembangunan jembatan kabupaten Bursel pada 6 tahun 2023 terbangun sepanjang 751,63 meter atau sebesar 21,92 persen sampai saat ini pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan kontraktor, Staf Kepresidenan RI dan pihak Kementrian Pekerjaan Umum untuk mendorong percepatan pembangunan jalan dan jembatan lingkar Pulau Buru serta diusulkan statusnya ditingkatkan menjadi ruas jalan nasional.
Di akhir sambutannya,dikatakan untuk bidang reformasi birokrasi, pemerintah daerah bersama ombudsman RI perwakilan Provinsi Maluku mendorong kualitas pelayanan publik. Dan untuk
Bidang keuangan pada tahun 2023 opini BPK terhadap laporan keuangan pemerintah daerah kabupaten Bursel mendapat kriteria wajar pengecualian atau WDP.
Capaian tersebut, kata wakil bupati hanya dapat dicapai dengan keberhasilan kerja serta keseriusan dimana didukung seluruh elemen masyarakat.
Dalam pidato ketua DPRD Muhajir Bahta menyampaikan bahwa, peringatan Hari Jadi Kabupaten Buru Selatan ke 16 ini dilaksanakan dengan penuh harapan dan kegembiraan walaupun tidak terlihat adanya rangkaian kegiatan dan event peringatan seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Jarum hilang ditengah Jerami, Kain Kebaya didalam peti Selamat datang ditempat kami Moga bahagia melekat di hati, ucap Muhajir dalam pantunnya.
Lanjut Muhajir, dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2008 tertanggal 21 Juli 2008 yang menetapkan pembentukan Kabupaten Buru Selatan menjadi daerah otonom baru, “maka pada setiap tanggal 21 Juli diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Buru Selatan dengan menyelenggarakan sidang paripurna DPRD,” jelas dis.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Buru Selatan ke-16, dengan mengusung tema “Bersinergi Bersatu Bergerak Maju”.
Lanjut dia, tentunya kita berharap mic semangat peringatan Hari Jadi Kabupaten Buru Selatan, dapat dijadikan momentum evaluesi dan berbagai sudut pandang produktifitas, karya, kinerja dan meningkatkan cara berkerja Buru Selatan yang lebih baik lagi dimasa-masa mendatang.
Masih pidato Muhajir, kebersamaan dan kemeriahan suka cita kita ini, menunjukkan bahwa masyarakat Buru Selatan memiliki satu komitmen dan cita-cita untuk memajukan daerah ini dan mensejajarkan Buru Selatan dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia dalam ikatan semangat budaya Kay Wait.
“Itu berarti bahwa kita semua, akan senantiasa mengedepankan kepentingan bersama serta mengabdikan diri dengan sepenuh hati sebagai wujud rasa cinta dan kesetiaan kita pada Negeri tercinta, Surga di Tanah Raja- Raja,” ucap Bahta.
Dikatakan, Kabupaten Buru Selatan terbentuk merupakan buah dari hasil perjuangan dan kerja keras para founding father daerah ini dalam satu wadah Lembaga Pemekaran Buru Selatan (LPBS).
Dikatakan, perjuangan mereka tidaklah mudah membalik telapak tangan, harta bahkan jiwa raga, mereka korbankan untuk daerah ini. Kebersamaan yang dibangun berdasarkan kesadaran dan semangat moralitas elemen masyarakat untuk memperjuangkan Buru Selatan sebagai daerah otonom baru di Provinsi Maluku juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Maluku saat itu.
Lanjut Bahta mengatakan, hal ini ditandai dengan pengukuhan Gubernur Maluku saat itu (Bapak Karel Albert Ralahalu) sebagai Ama Fuka Bipolo oleh tokoh adat masyarakat Buru Selatan, sesuai dengan kearifan lokal adat dan budaya masyarakat di daerah ini.
Diketahui, paripurna istimewa dalam rangka HUT ke 16 Kabupaten Buru Selatan itu dilakukan mengheningkan cipta untuk mengenang dan mendoakan para tokoh-tokoh pemekaran negeri ini yang telah gugur baik saat-saat pemekaran maupun setelah pemekaran, semoga semua amal baik, keringat dan perjuangan mereka terhitung ibadah dan diterima disisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa..amin
“Lolik Lalen Fedak Fena dan tema besar yang diusung pada hari jadi Kabupaten Buru Selatan ke-16 saat ini, perlu kita renungkan dan jiwai bersama dan bukan hanya sebagai slogan semata, banyak hal yang mesti kita kerjakan bersama untuk mewujudkan kabupaten yang rukun, adil dan Sejahtera. Kita berharap Peringatan Hari Jadi Kabupaten Buru Selatan ke-16 tahun 2024 ini, menjadi momentum Kabupaten Buru Selatan untuk kebangkitan mongjar ketertinggalan dan kemajuan dengan kabupaten lainnya.
Selanjutnya peringatan Hari Jadi Kabupaten Buru Selatan kali ini hendaknya mernadi inspirasi, motivasi dan inovasi dalam memajukan pembangunan Kabupaten Buru Selatan dengan mengedepankan semangat kebersamaan, Kay Wait dan potensi lainnya yang merupakan Buru Selatan. khas Masyarakat
Diketahui, paripurna Istimewa itu dipimpin oleh Ketua DPRD Muhajir Bahta tanpa didampingi Dua Anggota Pimpinan lainnya.
Menghadiri paripurna itu, Wakil Bupati Gerson E. Selsily, Wakapolres, Dandim 1506 (diwakili), Sekda, Rektor Iqra Buru, Danton Brimob, Danton 731, Kabaresi, para Asisten Bupati dan para Staf Ahli, pimpinan Instansi Vertikal, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh adat, para kades dan para pejabat kades dan undangan lainnya.(Biro BurseL)
.



