Jakarta, ambontoday.com – peluncuran Satelit Nusantara Lima (N5) yang disambut sebagai langkah bersejarah dalam percepatan pemerataan akses internet di seluruh Indonesia, terutama wilayah timur seperti Maluku dan Papua oleh pihak Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Wakil Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Steven Izaac Risakotta, proyek ini bukan sekadar soal teknologi atau infrastruktur komunikasi semata, melainkan juga tentang keadilan pendidikan, pelayanan kesehatan, dan peluang ekonomi di daerah yang selama ini kurang terjangkau.
“Peluncuran Satelit N5 bukan hanya terobosan teknis. Ia adalah jembatan kesetaraan digital bagi anak-anak di Maluku hingga Papua agar memiliki kesempatan belajar yang sama; bagi pasien di daerah terpencil agar bisa mengakses layanan medis; dan bagi UMKM agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Ini investasi besar untuk masa depan bangsa,” ujar Steven di Jakarta, Rabu (17/9/2025). Lewat rilis yang diterima Redaksi.
Pengacara muda asal Maluku itu juga menekankan bahwa kehadiran N5 harus diiringi langkah-langkah praktis seperti: pendampingan digital untuk generasi muda, pelatihan literasi teknologi, serta regulasi dan keamanan ruang digital yang baik agar semua manfaat dapat dirasakan secara merata.
Steven menambahkan, program Digital Talent Scholarship (DTS) yang menargetkan 100.000 lulusan ahli digital di tahun 2025 adalah modal pendukung penting agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi tetapi juga menjadi pusat inovasi. (AT/BT)




















