Pengurus ITANEM 2022-2026 Resmi Dilantik dan Dikukuhkan Secara Adat

Spread the love

Ambontoday.com, Ambon.- Ketua beserta Pengurus ITANEM (Ikatan Yante Nuhu Evav) yang baru periode 2022-2026 dilantik dan dikukuhkan secara resmi, sekaligus melakukan Rapat Kerja pada Sabtu 3 Desember 2022, bertempat di gedung Aula FKIP Unpati Ambon.
Acara Pelantikan dan Pengkuhan tersebut dihadiri langsung oleh sejumlah unsur pemerintahan diantaranya, Gubernur Maluku yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum politik dan Pemerintahan Provinsi Maluku, Alwiyah Fadlun Alaydrus SH. MH, Kodim 1504/Binaiya, Polres Pulau Ambon dan PP Lease, Pemkot Ambon dan sejumlah undangan lainnya serta masyarakat Kei yang ada di Pulau Ambon.
Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan Provinsi Maluku, Alwiyah Fadlun Alaydrus SH. MH , menyambut serta mengapresiasi pelantikan dan Raker pengurus ITANEM Tahun 2022.
Menurut Gubernur, Raker yang digelar Sebagai langkah strategis untuk menyusun dan merumuskan program kerja ITANEM kedepan, sehingga dapat bermanfaat bagi seluruh warga ITANEMI , maupun juga berdampak sosial terhadap tata kehidupan kemasyarakatan di Maluku.
Untuk itu, Gubernur menyampaikan selamat kepada pengurus besar ITANEM periode 2022-2026 yang telah dikukuhkan dan dilantik.
Menurut Gubernur, momentum pengukuhan dan pelantikan menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kualitas, peran organisasi ITANEM dalam kehidupan kemasyarakatan di Maluku.
Untuk itu dirinya berharap agar organisasi ITANEM ini dijadikan sebagai wadah atau forum silaturahmi dan berkumpulnya seluruh warga masyarakat berdarah Maluku Tenggara, yang bertujuan untuk menyatukan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Tenggara dimanapun berada.
Selain itu dirinya berharap, organisasi ITANEM memiliki kepedulian terhadap perkembangan dinamika masyarakat saat ini yang berkembang dengan cepat dan pesat.
“Oleh karena itu saya meminta dukungan seluruh warga ITANEM untuk mendukung sepenuhnya langkah dan upaya yang telah kita kelola, sehingga aktivitas penyelenggaraan pemerintahan, Pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan dapat berjalan dengan baik,” kata Gubernur.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Umum ITANEM demisioner, Ros Far-Far , SH.M.Hum mengajak warga Kei di Ambon khususnya dan Maluku Umumnya untuk bersyukur kepada Tuhan karena pada hari ini, Sabtu, 3 Desember 2022 telah resmi memiliki Ketua Umum dan Pengurus ITANEM yang baru yang bahkan bekerja dari tahun 2022-2026.
Menurutnya, paguyuban ini lahir atas perenungan dan pergumulan dari anak-anak Evav sendiri untuk bisa terus memupuk dan membangun rasa persaudaraan, kekeluargaan dan solidaritas serta bisa turut berpartisipasi di dalam proses-proses pembangunan naaional, regional maupun daerah.
“Oleh karena itu lewat momentum saat ini patut sekali lagi kita bersyukur kepada Tuhan atas tuntunan dan kasih Tuhan kepada kita semua sehingga hari ini kita dapat menyaksikan momentum bersejarah pelantikan kepengurusan yang baru,” ungkapnya.
Lewat kesempatan itu, selaku Ketua Umum Dimisioner, Far-Far mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Maluku atas segala bantuan kepada paguyuban ini selama masa kepemimpinannya.
“ITANEM dalam segala keterbatasannya dilibatkan dalam beberapa event di provinsi Maluku dimana ITANEM pernah melakukan pengukuhan nsecara adat kepada mantan Menteri Perikanan dan Kelautan, yakni bapak Numberi di Pasar Higienis dimana kala itu ITANEM dilibatkan dengan mengeksploor sebuah seni dari Maluku Tenggara di bawah pimpinan ibu Rina Mayabubun, guru SD dari Passo.
Selain itu, ITANEM dilibatkan dalam proses-proses Recovery Maluku pada saat pemerintah melakukan pembersihan kota Ambon di eks kantor gubernur transisi di kantor Telkom Talake di bawah pimpinan almarhum Dahlan Tamher..
Demikian halnya kepada Walikota Ambon karena ITANEM juga dilibatkan dalam menangani banjir di kota Ambon tahun 2011 dimana saat itu kota Ambon dilanda banjir yang cukup hebat sehingga dalam koordinasi dengan Amkay Jakarta ITANEM memberikan bantuan berupa pakaian layak pakai kepada masyarakat,” papar Far-far.
Sementara itu, Ketua Umum ITANEM yang baru periode 2022-2026, Prof.Dr. Zainudin Notanubun, M.Pd mengatakan, ITANEM adalah Bahasa Kei yang punya makna Tasdov yang dalam bahasa Indonesia adalah berkumpul, bertemu, bermusyawarah.
Sementara kepanjangan dari ITANEM adalah “Ikatan Yante Nuhu Evav”. Yante itu adalah ikatan kekeluargaan, keakraban, Nuhu adalah pulau Kei yang kebetulan berada di Maluku.
Demikian antara lain penjelasan Notanubun dalam sambutannya usai dilantik dan dikukuhkan menjadi Ketua Umum ITANEM periode 2022-2026 di Studen Centre FKIP Unpatti, Sabtu, 3/12/2022.
“ITANEM meeupakan rumah besar yang dimaksudkan untuk mempererat hubungan kekeluargaan “Ain ni Ain” yang berarti satu dengan yang lain adalah satu bersaudara yang diwujudkan dari falsafah bahasa Kei yakni “Vuut ain mehe ni ngivun, manut ain mehe ni tilur” sebuah falsafah hidup orang Kei yang mengandung arti semua orang Kei bagaikan telur dari satu ikan dan telur dari 1 ayam,” tutur Notanubun.
Menurutnya jika ITANEM dikatakan sebagai rumah besar bagi seluruh paguyuban orang Kei itu landasannya adalah sesuai dengan UU no. 17 tahun 2013 tentang pendirian ormas yang mengisyaratkan bahwa 2 ataun3 orang yang berkumpul dan bermufakat untuk membuat sebuah organisasi dapat dibenarkan dan tidak dilarang.
“Kebebasan orang untuk berpikir tidak boleh menyamakan sebaliknya diberikanlah kebebasan itu seluas-luasnya karena sekarang di kalangan orang Kei sudah begitu banyak Paguyuban.
Oleh sebab itu ITANEM dibentuk sebagai sebuahbrumah besar yang bisa menampung semua paguyuban tersebut. Syaratnya hanya satu, kita tifak bisa memaksakan orang untuk berpikir yang sama, hakekat setiap orang dia berpikir sesuai dengan kodratnya masing-masing,” jelasnya.
Oleh sebab itu, lanjut Notanubun, ITANEM sebagai rumah yang besar di mana di dalamnya akan ada pengajian-pengajian dari Kei, ada organisasi Pemuda, ada organisasi mahasiswa, ada pula organisasi kampung demi kampung.
“Awal mulanya pendirian ITANEM dari seorang wanita perkasa dari Kei yang memiliki semangat seperti tokoh wanita Kei Ditsakmas dengan cara mengunjungi rumah ke rumah untuk menghubungi tokoh-tokoh Kei termasuk keponakan dan saudara-saudaranya untuk berupaya mendirikan paguyuban ITANEM sehingga di tahun 2007 terbentuklah ITANEM di mana sebelumnya dalam hitungan 60 puluh sampai tujuh puluhan tahun tidak ada satupun paguyuban orang Kei di Ambon,” ungkapnya.
Dirinya mengajak orang Kei di Ambon dan juga di Kei untuk menghindari kekerasan yang sebelumnya ini didentikan dengan orang Kei. Ia mengajak seluruh orang Kei dan seluruh elemennya agar menghindari kekerasan apalagi kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama dengan mengatas namakan kekeluargaan.
Sebaliknya Prof. Notanubun mengajak seluruh komponen Kei untuk lebih mengutamakan kekeluargaan dalam penyelesaian berbagai masalah yang muncul dan mengarahkannya kepada penegak hukum jika persoalan itu berkaitan dengan soal penegakan hukum.
“Orang Kei harus berkaca pada pola kehidupan leluhur Kei yang menyelesaikan segala sesuatu dengan cara berkumpul dan bermusyawarah (rasdov) serta budaya selalu memberitahukan dan mengkomunikasikan segala persoalan dalam keluarga sehingga selalu terhindar dari kekerasan sebab sangat indah apabila semuanya diselesaikan dalam semangat Ain ni Ain.
Semoga pengurus yang baru dilantik agar bergandengan tangan melaksanakan amanat yang diberikan dan mewujudkan program kerja yang akan disusun dalam raker nanti,” tutup Notanubun.
Acara Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus baru ditandai dengan sumpah adat yang dilakukan oleh Tokoh adat dari Kei bapak A. Labetubun, dengan terlebih dahulu meminta pertolongan dari Tuhan dan juga para leluhur dalam ucapan bahasa Kei serta Penyematan Cincin Emas sebagai symbol agar pengurus yang dikomandoi Prof. Zainudin Notanubun langgeng dari awal sampai akhir masa kepengurusannya diakhiri dengan penyerahan pataka ITANEM dari Ketua Lama kepada Ketua yang baru.

Baca Juga  Jalin Silaturahmi & Perkuat Toleransi, Kapolres Kepulauan Tanimbar mengkuti Giat Bacarita Toleransi