PMT Puskesmas Saumlaki Terealisasi Sesuai Juknis

Spread the love
Kapus Saumlaki “Pola Fenanlampir”

Saumlaki, ambontoday.com – Dalam rangka pencegahan dan mengurangi angka/ status Balita Stunting di daerah pelayanan Puskesmas Saumlaki, maka pihak Puskesmas telah menyalurkan anggaran Program Makanan Tambahan (PMT) ke seluruh Pustu sesuai dengan Juknis.

Pelaksanaan penyaluran PMT ini diberikan secara langsung berupa makanan yang siap untuk di konsumsi buat balita yang kurang gizi/stunting dengan menu yang di anjurkan dalam Juklis guna menekan angka balita kurang Gizi dan ibu hamil yang sehat.

Pemberian PMT untuk balita stunting ini guna memberikan asupan gizi tambahan kepada balita stunting, sehingga tujuan untuk mengurangi dan menekan kasus balita stunting dan kedepannya diharapkan tidak ada lagi kasus balita stunting di daerah pelayanan Puskesmas saumlaki.

Antusiasme warga terhadap program ini terbilang cukup baik dan warga menyambut adanya informasi ini dengan sangat antusias terbukti dari adanya beberapa lontaran pertannyaan yang muncul saat forum sosialisasi berlangsung sehingga masyarakat dapat lebih paham dan mengetahui tentang program ini.

Walaupun terlihat sederhana program pemberian PMT ini, akan tetapi dari program ini diharapkan dapat menjadi solusi penanggulangan stunting. Langkah sederhana ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat warga untuk memastikan gizi yang diperlukan seorang anak untuk tumbuh dan berkembang dapat berlangsung baik dan normal, sehingga dapat mengurangi resiko stunting.

Pola Fenanlampir Kepala Puskesmas (Kapus) Saumlaki kepada ambontoday.com di ruang kerja Rabu, (15/01/2025) katakan, Pemberian anggaran selalu dikasih kepada penerima dalam hal ini pustu pada tahap 1- 4 sesuai jumlah ibu dan anak di pustu masing – masing.

“Untuk diketahui bahwa pemberian makan kepada anak sebanyak 55 orang dan ibu hamil sebanyak 104 orang, itu dilakukan rutin oleh petugas pustu dan petugas kader,” ujar Pola.

Baca Juga  Urat, Kopong Tidak Tahu Berterima Kasih

Dikatakan juga, pemanfaatan anggaran itu terdapat sisah maka dilakukan STS atau di kembalikan ke kas Negara. Sekalipun ada anggaran sisa namun untuk program dinyatakan berhasil.

“Penangan program untuk tahun 2024 kemarin dinyatakan berhasil ya di semua pustu tidak terhutung pustu Mata Kus karena jarak sehingga nanti dilayani full di tahun 2025 ini,” Jelas Kapus.

Besar harapannya, semoga di tahun ini, lewat program PMT itu, tidak lagi ada stunting lagi di daerah pelayanan Puskesmas Saumlaki, karena ada kesadaran yang baik dari semua pihak teriatimewa orang tua anak itu sendiri. (AT/tim)