
Saumlaki, Ambontoday.com – Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa begitu kental dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar oleh Polres Kepulauan Tanimbar, Kamis (26/02/2026). Momentum Ramadan itu menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan, melainkan ruang pertemuan lintas profesi yang menyatukan semangat kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Kegiatan yang berlangsung di Mapolres tersebut dihadiri langsung Kapolres Kepulauan Tanimbar, AKB. Ayani, bersama jajaran. Turut hadir para jurnalis dari berbagai media yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, organisasi kepemudaan, serta tokoh-tokoh agama yang selama ini berperan aktif menjaga kesejukan sosial di tengah masyarakat.
Sejak sore hari, para undangan mulai berdatangan dengan suasana yang cair dan penuh keakraban. Tidak ada sekat yang membatasi antara aparat kepolisian dan insan pers. Mereka duduk berdampingan, berbincang santai, dan saling bertukar pikiran tentang kondisi daerah serta harapan ke depan bagi Tanimbar yang lebih aman dan harmonis.
Silaturahmi ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa menjaga Kamtibmas bukan hanya tugas aparat penegak hukum semata. Keamanan daerah membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk pers, pemuda, dan tokoh agama. Tanpa kolaborasi yang kuat, stabilitas sosial akan sulit terjaga secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Kapolres menekankan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dan konstruktif. Ia menyadari bahwa di era digital saat ini, informasi dapat menyebar dengan sangat cepat, sehingga diperlukan sinergi dengan media agar setiap pemberitaan mampu memberikan edukasi serta mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Peran pers dinilai sangat strategis dalam menciptakan suasana yang kondusif. Melalui pemberitaan yang berimbang, faktual, dan bertanggung jawab, media menjadi mitra penting dalam menjaga stabilitas daerah. Informasi yang akurat mampu meredam isu-isu liar yang berpotensi memicu konflik sosial.
Ketua PWI Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Simon Lolonlun, menyampaikan bahwa sinergitas dengan kepolisian bukan berarti mengurangi independensi pers. Justru komunikasi yang baik akan memperkuat fungsi kontrol sosial dan memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik tetap berada dalam koridor kebenaran.
Menurutnya, Tanimbar adalah rumah bersama yang harus dijaga dengan kesadaran moral kolektif. Ketika keamanan terpelihara, masyarakat dapat bekerja dengan tenang, anak-anak bersekolah dengan nyaman, dan roda pembangunan dapat bergerak tanpa hambatan berarti.
Simon juga menegaskan pentingnya transparansi dalam proses penegakan hukum. Keterbukaan informasi dari kepolisian akan menumbuhkan kepercayaan publik sekaligus meminimalisir spekulasi yang dapat merusak citra institusi maupun memecah belah masyarakat.
Momentum buka puasa bersama tersebut semakin bermakna saat menjelang azan magrib. Doa-doa dipanjatkan bersama dengan penuh kekhusyukan, memohon kedamaian, keselamatan, dan persatuan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Elemen pemuda yang hadir turut menyampaikan komitmen mendukung upaya Polres dalam menjaga stabilitas keamanan. Mereka berharap ruang dialog seperti ini dapat terus dipertahankan sebagai wadah membangun komunikasi lintas sektor yang sehat dan produktif.
Tokoh agama juga mengingatkan pentingnya pendekatan persuasif dalam menyelesaikan persoalan sosial. Nilai toleransi, saling menghormati, dan semangat persaudaraan harus terus dirawat sebagai fondasi utama masyarakat Tanimbar yang majemuk.
Bagi PWI, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pers dan kepolisian dapat berjalan beriringan sesuai peran masing-masing. Kritik tetap disampaikan secara profesional, namun dibangun di atas komunikasi yang sehat dan saling menghargai.
Kehangatan yang tercipta dalam acara tersebut menggambarkan wajah Tanimbar yang damai. Di tengah berbagai tantangan sosial dan dinamika politik, kebersamaan menjadi energi positif yang memperkuat persatuan.
Silaturahmi dan buka puasa bersama itu akhirnya menjadi simbol komitmen kolektif untuk terus merawat persaudaraan, memperkuat sinergi, dan memastikan Kamtibmas di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tetap terjaga demi masa depan yang aman, tentram, dan penuh harapan. (AT/NFB)






Komentar