Refleksi kritis Satu Tahun Memimpin dan Masa Depan yang Telah Tersusun Rapi 

Spread the love

Saumlaki, ambontoday.com – Refleksi kritis satu tahun memimpin Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai Bupati dan Wakil Bupati, Ricky Jauwerissa dan Juliana Ch Ratuanak, serta ada dalam rencana pembangunan jangka panjang daerah dan rencana pembangunan jangka menengah yang merupakan masa depan yang telah tetsusun rapi.

Dalam kerangka kepemimpinan, itu merupakan ainkan sikap kerelaan yang melampaui menjadi hadir bersama yang rentan, amelalui itu Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar telah menetapkan arah pembangunan daerah melalui RPJMD Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2025 hingga 2030 sebagai pedoman utama yang menjadi rujukan bersama dalam menjalankan pemerintahan, menyusun program, menetapkan prioritas dan mengukur, dan capaian kinerja.

“Saya kira semua itu untuk menjawab visi pembangunan yang kita telah tetapkan adalah Tanimbar maju, Mandiri, adil, unggul berkelanjutan, yang menjadi Kompas Pembangunan Daerah, agar tidak berjalan tanpa arah tidak berjalan sendiri-sendiri dan tidak berjalan terputus,” ujar Bupati dalam acara syukuran satu tahun memimpin, di gedung enos seputaran kediaman Sabtu, (20/2/2026).

Mengurau kecapaian program dan kegiatan dalam satu tahun perjalana pemerintahan, terlihat transformasi pembangunan yang menjaga lingkungan hidup dan berkelanjutan serta penguatan kehidupan sosial masyarakat yang harmonis aman dan berbudaya, inilah kerangka besar yang kami jadikan dasar dalam menata program, menata anggaran, serta menata pelayanan publik di semua sektor.

“Kami telah menyelesaikan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah RPJPD) tahun 2025-2045, rencana pembangunan jangka menengah (RPJMD) tahun 2025-2030, rencana strategis perangkat daerah tahun 2025-2030, dan rencana kinerja pemerintah daerah tahun 2026,” ungkap Bupati.

Selanjutnya Pemerintah melakukan resturisasi organisasi perangkat daerah dengan metode perampingan dan memperkaya fungsi, prinsipnya kami tidak lagi ada kesalahan yang sama seperti Tahun – tahun sebelumnya.

“Intinya, sekalipun kita sedikit terlambat dalam pengisian struktur namun penempatan pada jabatan didasarkan pada regulasi yang berlaku dan kompetensi, ASN kompetensi dan profesionalitas akan berpengaruh positif pada pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan, kompetensi dan profesionalitas ASN, tidak mempersoalkan keterbatasan anggaran namun menetapkan keterbatasan anggaran sebagai peluang untuk mendedikasikan diri kepada masyarakat,” tegas Jauwerissa.

Jauwerissa kembali jelaskan, untuk sektor kesehatan juga menjadi Prioritas pembangunan yang mendapat tempat strategis dalam RPJMD 2025-2030, percepatan pembangunan dan pengoperasian RSUD PP magrety, sebagai rumah sakit tipe C, menjadi perhatian serius untuk tahun 2025 pemerintah daerah telah memperoleh penghargaan UHC Award, untuk kategori Pratama.

Disisi lain, dalam menunjukkan cakupan kepesertaan JKN Tanimbar telah mencapai 98% dengan tingkat keaktifan peserta minimal 80% di mana Pendaftaran JKN, langsung aktif di hari yang sama tanpa perlu menunggu waktu 14 hingga 30 hari lagi.

“kami menempatkan setiap warga negara di Tanimbar lebih khusus masyarakat yang ada pada kategori miskin memperoleh akses pelayanan kesehatan,” jelas Bupati.

Terkait dengan sektor pendidikan telah dilakukan revitalisasi satuan pendidikan melalui rehab ruang kelas, pembangunan area taman bermain, ruang laboratorium, ruang perpustakaan, ruang administrasi, ruang UKS dan Toilet pada dua PAUD, tiga SD, dan sembilan SMP.

Kemudian digitalisasi pembelajaran melalui pemberian bantuan peralatan pendukung pembelajaran berupa interaktif flat panel atau smartphone, laptop, hardisk eksternal, solar panel atau panel surya dan alat sejenis starling kepada 119 SD dan 66 SMP.

Bukan saja itu, Pemda telah mengikutsertakan 993 guru di tingkat PAUD, SD dan SMP pada pendidikan profesi guru dan pemberian bantuan pendidikan kepada 112 orang mahasiswa asal kabupaten kepulauan Tanimbar.

“Prinsipnya, kami akan tetap fokus ya pada kebutuhan pendidikan dan kesehatan, karena itu pelayanan dasar yang wajib di realisasikan,” urainya.

Di sisi lain, dengan keterbatasan anggaran yang ada pada sektor infrastruktur di tahun 2005 pemerintah telah mencapai peningkatan jaringan air minum di desa Kandar sebanyak 149 sambungan rumah dengan total anggaran kurang lebih Rp1,2 miliar, peningkatan Jalan Pasar omelele, peningkatan ruas jalan SMP Negeri 2 dengan total anggaran Rp8,2 miliar, dan peningkatan Jalan Simpang Insinyur Soekarno Pertamina sepanjang 3,68 KM yang memanfaatkan mekanisme invers jalan daerah sebesar Rp10,4 miliar, dan peningkatan jalan tingkat panjang 3,6 KM pada lingkar selaru senilai 14 miliar.

Sementara itu pada sektor energi di tahun 2025 pemda berhasil mendapat dukungan dari Kementerian ESDM senilai kurang lebih Rp 4,9 Miliar untuk pemasangan meteran dan instalasi listrik pada 656 rumah masyarakat kurang mampu yang tersebar pada 35 desa di seluruh kecamatan, serta bantuan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya yang terpusat pada 4 Desa yakni Desa Labobar, Romlus, dan desa nurkat yang akan dibangun pada tahun 2026, dengan nilai Rp52 miliar.

“Disemua sektor ada pencapaian, pertanian, perikanan, koperasi, pelayanan publik, dan semua sektor,” pingkasnya.

Dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan satu tahun masa pengabdian ini sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh kita teruskan kerja yang sudah dimulai kita perbaiki yang masih kurang dan kita percepat yang masih lambat dengan kerja keras kejujuran dan semangat gotong royong Saya yakin Kami yakin cita-cita besar kita untuk mewujudkan Tanimbar maju Mandiri mandiri unggul berkelanjutan akan benar-benar menjadi kenyataan. (AT/BT)

Komentar

Berita Terkini