Ambon, ambontoday.com – Ricu antara Negeri Kariu dan Negeri ORI di Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Provinsi Maluku murni karena batas tanah petuanan, sesuai seruan yang telah disampaikan pihak keamanan.
Untuk itu, masyarakat Maluku khusu masyarakat Kota Ambon tidak terprovokasi dengan beredarnya Video atau pesan-pesan yang belum tentu kebenarannya untuk dipertanggungjawabkan (hoax) yang membuat elektabilitas, eksistensi, kekerabatan, solidaritas antar umat beragama di Maluku yang sudah dipupuk dan dijaga serta dilestarikan hingga saat ini dengan kepentingan-kepentingan sesat hancur.
“Saya sangat yakin, budaya pela gandong, orang Basudara akan selalu kita jaga dan pelihara demi anak cucu kita kelak, Ambon Maluku dan daerah-daerah lain yang ada di Maluku akan selalu menahan diri, kontrol emosi, menangkan kata hati yang buruk minta kuasa dari Tuhan Yang Maha Esa untuk selalu menuntun menopang kita bagi Maluku yang aman damai,” ujar Steven Izaac Risakotta ketua PP AMPG kepada ambontoday.com Rabu, (26/1) melalui handphonenya.
Dikatakan juga, Ricuh antara Basudara Negeri Kariu dan ORI kini telah ditangani pihak keamanan yakni TNI dan Polri, sehingga masyarakat dihimbau untuk tidak terprovokasi dengan berita-berita hoax yang dapat memecah belah hubungan orang sudara di bumi Raja-raja ini, untuk Maluku aman Maluku Sejahtera.
Lanjut Risakotta, sebagai masyarakat yang taat hukum, mari kita serahkan semuanya untuk para penegak hukum di negeri tercinta ini untuk menyelesaikan persoalan batas hak wilayat (batas tanah) yang ada di pulau Haruku khusus negeri Kariu dan ORI.
“Profesional para penegak hukum akan ditonjolkan dan hukum pasti ditegakan, siapa yang salah pasti akan berhadapan dengan hukum, sehingga bagi masyarakat kedua negeri yang bertikai, yakin bahwa para penegak hukum di negeri ini akan bekerja semaksimal mungkin, saya lebih tekan untuk kita selalu jaga hingga kekerabatan orang Basudara, hidup Pela dan gandong untuk anak cucu kita nikmati dengan Maluku yang aman, kondusif dan damai selalu,” ungkap Risakotta.
Menutup pembicaraannya, Risakotta meminta kepada seluruh anak cucu yang berdiam di bumi raja-raja maupun yang ada di luar agar dapat memberikan penguatan dan pesan-pesan moral bagi semua anak cucu bangsa alifuru Dimana saja berada teristimewa yang ada di Maluku dan di sebelas Kabupaten dan Kota untuk selalu bergandeng tangan berdoa untuk Maluku punya baik. (AT/Mona)











