Saumlaki, ambontoday.com – Berdar Vidio pesta pora pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. D Anaktatoti Larat berdurasi 1,29 menit di media sosial Facebook milik Flor Mustang Tutuarima, yang merupakan pegawai PPPK tahap kedua Selasa, (10/3/2026).
Kondisi ini sangat memprihatinkan, dimana Direktur RSUD dr. D Anaktatoti Larat, mengingatkan ruang RSUD dr. D Anaktatoti larat dipakai untuk berpesta pora.
Rumah sakit yang semestinya menjadi tempat para pasien yang sakit untuk mencari kesembuhan, namun disulap seketika menjadi lokasi acara pesta pora.
“Kami sangat terganggu, kami datang untuk dirawat bukan untuk dibuat setres lalu mati (meninggal),” ujar pasien yang enggan namanya di publis.
Dikatakan juga, pesta pora itu juga terlihat Kepala KTU dan seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) yang bertugas di RSUD dr. D Anaktatoti Larat.
“Heran, kok bisa pesta di Rumah sakit, mereka pikir kami pasien ini binatang yang lagi dirawat ya,” ungkapnya.
Dirinya meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Ricky Jauwerissa dan Juliana Ch Ratuanak, untuk dapat menindak dan mengevaluasi Direktur, KTU dan semua jajaran pimpinan di RSUD Dr. D Anaktatoti Larat, bahkan semua perawat dan ASN yang bertugas di sana.
“Pa Bupati dan Ibu Wakil Bupati harus tindak tegas para pimpinan maupun seluruh ASN, karena mereka anggap kami ini binatang yang lagi dirawat ya,” tegasnya.
Harapannya, Bupati dan Wakil Bupati harus bertindak cepat dan tegas, karena karakter dan tindakan seperti ini jika terulang lagi maka, pasti ada korban kematian, karena semua pasien mempunyai keluhan penyakit yang berada.
“Jika ada pasien yang mempunyai riwat jantungan maka pasti mati, sehingga saya harap ada tindakan tegas dari pa Bupati dan ibu Wakil Bupati terhadap kejadian yang sangat meresahkan itu, teristimewa pada para pimpinan yang ada di RSUD Dr. D Anaktatoti Larat,” harapnya.
Direktur RSUD dr. D Anaktatoti Larat dr. Yeri Z. Pattipeilohy ketika dikonfirmasi membenarkan hal itu, karena ada pesta pora, dengan alasan bahwa acara itu merupakan syukuran.
“Apakah tidak bisa untuk pegawai melakukan acara dalam rangka pengucapan syukur..???,” kata Direktur lewat pesan singkatnya di Whatsapp. Selasa, (10/3/2026) di Larat.
Ditanyakan, apakah para pasien tidak terganggu, Direktur dengan lantang menjawab, tidak menggangu karena pelayanan tetap berjalan, alasan ini mesti seakan menghindar dari kejadian pesta pora itu.
“Seperti sudah dijelaskan sebelumnya. Pelayanan tetap berjalan seperti biasa, tidak menggangu pelayanan atau pasien,” ungkapnya.
Lewat kejadian ini, Bupati dan Wakil Bupati diminta tindak tegas, karena acara pesta pora itu diijinkan oleh Direktur RSUD Dr. D Anaktatoti. (AT/BT)



















Komentar