Rurum, “Petrus Melsasail Penghambat Pembangunan, Kesejahteraan Masyarakat Alusi Krawain”

Spread the love

Rurum, “Petrus Melsasail Penghambat Pembangunan, Kesejahteraan Masyarakat Alusi Krawain”

Yulius Rurum (Ketua BPD Alusi Krawain)

Saumlaki, Ambontoday.com – Yulius Rurum angkat bicara terkait pemberitaan “Rakyat Alusi Krawain Diduga Tertipu Oleh Ketua BPD dan Pemdes” beberapa pekan lalu. Selasa, (15/04).

 

Selaku ketua BPD Alusi Krawain, Yulius Rurum menepis pemberitaan miring tentang dirinya serta Perintah Desa Alusi Krawain yang mana di isukan bahwa sudah menipu masyarakat dengan adanya pungutan dari setiap Kepala Keluarga (KK) sebesar 150ribu rupiah untuk pelayanan serta penyediaan air bersih kepada masyarakat Desa Alusi Krawain.

 

Dirinya mengaku bahwa, terkait dengan pungatan tersebut melalui tahapan dan hasil musyawarah serta mufakat.

 

“Soal pungutan tersebut sudah sesuai dengan musyawarah dan bukan sesusai keinginan kami BPD maupun Pemdes yang semena-mena lakukan pungutan ke masyarakat,” beber Rurum.

 

“Semuanya itu dengan rapat internal BPD dalam membahas serta mencari solusi untuk bagaiman kebutuhan air bersih bagi masyarakat dapat berjalan dengan lancar dan sesuai harapan kita semua. Setelah itu, kami BPD sampaikan berupa laporan ke Pemerintah Desa dan sama-sama membahas dalam pertemuan bersama kami (BPD) dan Pemerintah Desa dalam mencari solusi terhadap masalah air bersih tersebut. Mengingat tidak ada Nomenklatur dalam APBDes untuk pengadaan sarana prasarana untuk air bersih lagi,” jelasnya.

 

Kenyataannya bahwa pompa injeksi air yang ditenagai oleh tenaga surya (solar cell) tidak mampu lagi memompa air untuk di salurkan ke masyarakat.

 

“Kita tahu bahwa pompa tersebut batas pakainya 5 tahun, sedangkan kini sudah jalan 7 tahun berarti tenaganya tidak sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Jadi kita harus ganti dari Tenaga Surya ke Tenaga Diesel,” ujar Rurum.

Baca Juga  Realisasi Program Klassku, Koramil 1507-02/Saumlaki Giat Mengajar Di SMA Kristen Saumlaki

 

Rurum menambahkan bahwa, setelah BPD dan Pemerintah Desa adakan pertemuan tersebut, kemudian kami bersepakat dan kami adakan Musyawarah Desa yang dihadiri oleh seluruh masyarakat Desa Alusi Krawain dalam melihat serta mencari solusi atas permasalahan air bersih tersebut. Dan atas kesepakatan bersama masyarakat untuk pungutan 150ribu rupiah tersebut untuk pengadaan meteran listrik baru serta instalasinya. Jadi bukan atas kesepakatan kami BPD dan Pemerintah Desa.

 

“Jadi terkait pungutan tersebut bukan maunya atau kesepakatan kami BPD dan Pemrintah Desa, tetapi hasil musyawarah/rapat Desa. Pak Petrus Melsasil juga tahu persis terkait kesepakatan pungutan tersebut karena beliau anggota BPD yang mana turut hadir dalam pertemuan-pertemuan dimaksud,” ucapnya sambil senyum.

 

“Soal Pak Petrus, beliau itu bisa dibilang Penghambat Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Alusi Krawain. Bukan hanya persoalan pungutan ini saja, banyak yang beliau lakukan dalam menghambat pembangunan di Desa Alusi Krawain. Apalagi agenda-agenda dalam persiapan acara Negeri “Alusi Krawain Panggil Pulang” nantinya,” lanjut Rurum.

 

“Saya berharap, dari adanya permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalam Desa kami Alusi Krawain, adanya perhatian dari Pemerintah Daerah lewat Dinas terkait agar dapat melihatnya. Dan kepada seluruh masyarakatan Desa Alusi Krawain dimanapun berada, agar tetap bergandengan tangan dalam melihat serta bersama-sama membangun Desa yang kita cintai ini.” Tandasnya. (AT/tim)

 

Berita Terkini