Ambontoday.com, Jakarta – Jenderal tertinggi Rusia untuk kali pertamanya menyatakan dengan pasti bahwa pasukan militer Korea Utara sudah berperang di dalam konflik antar Rusia dan Ukraina ketika dia sedang melakukan dialog dengan Presiden Vladimir Putin.
Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov mengonfirmasi pengerahan tentara Korea Utara dalam sebuah konferensi video dengan Putin pada Sabtu. Ia menyatakan pasukan Korea Utara telah memainkan peran penting dalam pembebasan wilayah perbatasan Kursk.
“Saya ingin menunjukkan partisipasi personel militer dari Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara) dalam pembebasan wilayah perbatasan Kursk, yang sesuai dengan Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif antara negara kita. Mereka memberikan bantuan signifikan dalam mengalahkan kelompok penyerang dari angkatan bersenjata Ukraina,” katanya dalam transkrip konferensi video di web Kremlin seperti dikutip dari laman Antara.
“Tentara dan perwira dari Angkatan Darat Rakyat Korea, yang beroperasi bersama tentara Rusia untuk menghadapi serangan militer, terbukti sangat profesional, teguh, pemberani, serta heroik dalam menghalau agresi Ukraine,” imbuhnya.
Ini menandai pengakuan pertama mengenai pengerahan pasukan Korea Utara oleh seorang pejabat Rusia. Korea Utara sendiri belum mengonfirmasi pengiriman pasukan tersebut.
Korea Utara diperkirakan telah mengirim sekitar 14.000 serdadu untuk bertempur dalam perang tersebut sejak Oktober tahun lalu guna mendukung agresi Moskow. Ini termasuk sekitar 3.000 tentara tambahan pada tahun ini, menurut pejabat Korea Selatan.
Putin dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, menandatangani perjanjian kemitraan dalam pertemuan puncak mereka pada Juni tahun lalu, di mana mereka berkomitmen untuk memberikan dukungan militer “tanpa penundaan” jika salah satu dari mereka diserang.
Sementara itu, militer Ukraina membantah klaim Rusia mengenai pasukan Ukraina yang dipaksa mundur dari wilayah Kursk.




















