
Saumlaki, ambontoday.com – Kebakaran yang terjadi di seputaran terminal Omelle Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menghanguskan Dua Bilik tempat Usaha milik warga.
Dua tempat Usaha itu yakni Biliard dan rumah makan, dua Bilik itu milik Bapak Yepe Futwambun, Biliard Ada Lima meja milik ibu Ester Futwembun dilahap Berlin bersamaan dengan gedungnya.
Begitu juga rumah makan milik Yepe Futwambun yang disewah oleh ibu Lala Lakbolawar untuk di pakai membakar saguh untuk dijual dilahap bersih oleh si jago Merah.
*Saksi Mata*
Beny Batlolona, saksi mata yang menyaksikan percik api awal dengan bunyi pecahan kaca jendela diikuti nyala api yang begitu cepat karena cuaca panas, dirinya sempat teriak Ada kebakaran, Dan direspon cepat oleh mama Lala penyewa gedung itu, dengan membawa ember berisi air, mencobah memadan api yang Sudah menjalar cepat, sambil berteriak minta tolong.
“Saya kaget Ada bunyi pecahan kaca diikuti nyala api, Saya dalam keadaan tidur di mobil Dan ruang gerak sempit, yang bisa Saya lakukan hanya menyelematkan mobil, Saya sempat melihat mama Lala membawa ember berisi air sambil meminta tolong,” ujarnya.
Lanjut Batlolona, selain Saya me arkirkan mobil di seputaran likasi terbakar, Ada beberapa mobil juga, pihaknya dan sopir lain tidak bisah berbuat apa-apa karena harus mentelamatkan mobil duluan.
*Tindakan Penyelamatan*
Ibu Julia S Lakbolawal, guna mentelamatkan barang – barang miliknya yang Ada di rumah makan itu, ketika messenger minta tolong karena Ada kebakaran, dirinya dengan tidak nengetahui bahwa babgunan rumah makan yang disewahnya itu sementara terbakar.
Pihaknya, berupaya memadamkan api, sambil teriak minta tolong namun usahanya sia – sia, karena sampai api membesar baru Ada pertolongan dari warga yang menempati bilik-bilik yang Ada pada terminal, namun semua Usaha itu tidik membuai hasil.
“Saya ketika mendengar Ada minta tolong karena Ada kebakaran, Saya keluar dari Bilik babgunan yang Saya Dan keluarga tempati, terlihat warung makan yg terbakar, tapi itu masih kecil, sehingga Saya mengambik air di ember untuk berusaha memadamkan api, tapi tidak bisa, Saya teriak tolong tapi tidak Ada reaksi dari orang – orang yang Ada disitu,” katanya.
Dirinya hanya bisa mengantisipasi, Bilik lainnya agar tidak terbakar, maka dirinya bersama warga yang datang menyiram bagian yang di anggap rawan terbakar di Bilik lainnya, Dan Usaha itu membuai hasil sebelum mobil pemadam kebakaran Tibah di lokasi.
Setibanya mobil pemadam kebakaran 1 unit di lokasi, diperbantukan dengan 2 mobil tengki air, berhasil mencinakan api, sehingga tidak merembes ke babgunan lain di seputaran terminal Omelle.
Timbul kerugian dari insiden kebakaran itu, belum dapat ditafsirkan, Dan penyebab dari a kebakaran itu juga masih dalam proses penyidikan oleh pihak kepilisian, mengingat, ibu Lala tidak me lakukan aktifitas masak, begititu juga aliran listrik pada gedung itu juga tidak berfungsi Sudah lebih dari 6 bula. (AT/BT)

