SMA-SMK Se-Kota Ambon Ikut FBB 2018

Spread the love

AMBON, Ambontoday.com – Sekolah Menengah Pertama (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-kota Ambon mengikuti Festival Band Bocah (FBB) Tahun 2018 yang digelar oleh Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon.

Turut hadir dalam kegiatan FBB adalah Walikota Ambon, Richrad Louhenapessy, Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler, Sekertaris Kota Ambon, A.G. Latuheru serta para pimpinan OPD di lingkup Pemerintah Kota Ambon.

Walikota Ambon, Richrad Louhenapessy dalam sambutanya mengatakan, sudah tiga kalinyab Dinas Pariwisata neggelar FBB di Kota Ambon guna mempercepat Ambon sebagi kota musik dunia Tahun 2019.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelengraan kegiatan ini, walaupun baru tercatat 7 sekolah di kota Ambon yang ikut,” katanya di Pattimura Park, Kamis (21/6).

Menurutnya, FBB digalakan karena anak-anak tingkat sekolah di Ambon memiliki bakat yang luar biasa . Oleh karena itu, bakat ini harus disatupadukan dengan nilai-nilai akedemis, sehingga musik lokal yang dimiliki dapat ternilai dengan performance, tata busana yang ditampilklan dengan bagus agar memiliki hasil yang maksimal.

“Ini semua sangat dibutuhkan untuk mempercepat Ambon sebagai Kota musik dunia,” ungkapnya.

Selain itu, Ia menambahkan, dengan adanya peluang dari komite sekolah, sehingga bukan saja study tour yang diperhatikan, Tapi semuanya ini merupakan kegiatan konkrit untuk mewujudkan Ambon sebagai jati diri kota musik dipercepat.

“2019 diharapkan Ambon sudah bisa menjadi kota musik dunia fersi UNESCO,” tutrnya.

Lanjutnya, Ambon memiliki identitas sebagai kota musik karena hampir semua orang Ambon bisa menyanyi. “Itu yang menjadi ciri dari pada kita sebagai orang Ambon,” paparnya. (AT-009)

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.