Saumlaki, ambontoday.com – Pasca diterbitkannya izin operasional lewat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia tertanggal 8 Juni 2022 tentang Penggabungan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Saumlaki (STIES), Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Saumlaki (STIAS), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Saumlaki (STKIPS) dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Saumlaki menjadi Universitas Lelemuku Saumlaki (Unlesa) dengan jarguan Unggul, Berdaya Saing dan Terpercaya.
Maka dengan sendirinya, nomenklatur empat sekolah tinggi yang berada pada naungan Yayasan Pendidikan Tinggi Rumpun Lelemuku Saumlaki (YPT-RLS) yang kini telah menjadi Universitas Lelemuku Saumlaki (Unlesa).
Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan Saumlaki (STKIPS) yang diresmikan pada tanggal 20 Juni 2012, namun proses perayaan baru di lakukan hari ini (Jumat, 24/6), sehingga pasca nomenklaturnya berubah menjadi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) kini menapaki 10 dekade dalam memanusiakan generasi Tanimbar yang unggul dan berdaya saing di dunia pendidikan.
Dalam syukuran 10 dekade, Dekan FKIP Unlesa Samuel Urat melantik pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP yang dikomandoi oleh Jimmy Ratila.
Urat dalam sambutannya katakan, dalam syukuran 10 dekade FKIP Unlesa dapat memberikan dan membuat perenungan bersama sepanjang 10 dekade dari STKIPS hingga FKIP Unlesa, sekian banyak hal yang sudah dilakukan dan diciptakan oleh FKIP dari sisi peningkatan SDM.
“Saya bangga sebagai dekan FKIP, dimana, dalam syukuran ini, sekaliGus pelantikan BEM pertama pasca FKIP Unlesa yang dihadiri oleh mantan ketua BEM pertama STKIPS yang kini telah dipercayakan pihak YPT-RLS sebagai Wakil Rektor tiga Unlesa Piter Titirloloby, S.Pd., M.Pd, sehingga syukran 10 dekade FKIP dan pelantikan BEM FKIP Unlesa mengukir sejara sendiri di dunia pendidikan,” ujar Urat.
Dikatakan juga, BEM dituntut untuk mampu menciptakan kaderisasi dalam memimpin, sehingga terlihat banyak lahirlah pucuk kepemimpinan yang handal, berdaya saing, unggul, dan terpercaya.
“Jika BEM sudah berupaya untuk menjadi yang terbaik guna mensejahterakan mahasiswa, serta mampu mengeksekusi dan merealisasi program kerja, itu karena ada kerja sama yang baik dari seluruh mahasiswa FKIP, unsur pimpinan dan staf FKIP bersama BEM, maka dibutuhkan kolaborasi yang baik,” ungkapnya.
Disis lain, Wakil Rektor tiga Unlesa, Piter Titirloloby dalam sambutanya menegaskan, kini saatnya mahasiswa berpikir kritis, bertindak cepat, tepat guna menjemput berbagai kebijakan strategis di kampus Lelemuku, guna menunjukan eksistensi dan jati diri mahasiswa di kancah nasional bahkan menembus hingga kanca internasional.
“Saya sangat yakin, jika ketua dan seluruh fungsionaris BEM FKIP Unlesa satu hati, satu kata, satu tujuan untuk mengembangkan pendidikan di bumi Duan Lolat, guna menciptakan dan meningkatkan SDM yang mampu berdaya saing, unggul dan terpercaya, guna membantu visi besar Unlesa,” urainya.
Titirloloby menambahkan, pihak Universitas kini akan menyiapkan berbagai hal untuk kemajuan mahasiswa dari sisi organisasi intra kampus, dari pembentukan BEM hingga Presiden Mahasiswa (Presma), bahkan pihak Unlesa akan membentuk UKM dari berbagai bidang, guna menjawab berbagai kepentingan mahasiswa kedepan.
“Saya ingin sampaikan ya, bagi seluruh mahasiswa FKIP, khusus pengurus BEM untuk dapat berkolaborasi dengan semua pihak, mengingat, pihak Universitas dalam visi dan misi besar 10 tahun kedepan, Unlesa akan menunjukan jati dirinya hingga kanca internasional, disitu yang akan bergeming bukan lagi pihak Rektorat, namun yang akan berperan itu mahasiswa sendiri,” paparnya.
Diwaktu yang sama, ketua BEM FKIP Unlesa Jimmy Ratila dalam pidato perdananya sampaikan, Segala harapan dan keinginan tulus dari pihak mahasiswa, Fakultas dan Universitas akan menjadi tanggung jawab bersama untuk dilakukan, melalui fungsi koordinasi, komunikasi antar BEM, Fakultas dan Universitas.
“Prinsipnya untuk mencapai misi kami, guna merealisasi visi besar Unlesa dan program kerja BEM, sudah pasti kolaborasi akan diutamakan, sehingga dapat tercapai apa yang menjadi target kami nanti,” katanya.
Masih melanjutkan, Ratila, terwujudnya suatu organisasi, menjadi pemimpin mesti melihat secara keseluruhan kepentingan mahasiswa bukan kelompok atau diri sendiri, dengan besar harapan, dirinya dan struktural BEM FKIP tulus dalam mengabdi sesuai sumpah dan janji yang sudah diucapkan dalam proses pelantikan, yakni melayani dan berbakti untuk kepentingan FKIP dan tetap memberikan yang terbaik untuk Unlesa.
“Saya berharap, apa yang nantinya menjadi tanggung jawab BEM, dapat kami realisasikan dengan dukungan seluruh mahasiswa FKIP Unlesa, saya ingin titipkan satu istilah usang yang memiliki makna yang cukup dalam bagi kita di akhir pidato saya, “Lebih baik menjadi serigala sehari daripada menjadi domba setahun”,” tutupnya. (AT/RM)








