Tarawih Ramadhan di BurseL Berlangsung Khusyuk, Ratusan Jamaah Padati Masjid

Spread the love

 

Bursel, Ambontoday.com – Suasana malam Ramadhan 1447 Hijriah di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), dipenuhi cahaya keimanan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari masjid ke masjid, mengiringi pelaksanaan sholat tarawih yang berlangsung khusyuk pada Rabu (18/2/2026) malam.

Kapolsek Waesama melaporkan, pelaksanaan sholat tarawih digelar serentak di sebelas desa dan berakhir sekitar pukul 22.00 WIT dalam situasi aman dan terkendali. Sejak pukul 20.50 WIT, jamaah mulai memadati rumah-rumah ibadah, menjadikan malam Ramadhan terasa hidup dan penuh keberkahan.

Di Desa Hote, sekitar 55 jamaah menunaikan tarawih di Masjid Al-Muhajirin yang dipimpin Imam Hasan Soumena. Sementara di Desa Pohon Batu, Masjid Al-Munawarah mencatat sekitar 95 jamaah dengan Imam Saleh Hayale.

Desa Wamsisi menjadi salah satu titik dengan jumlah jamaah cukup signifikan. Di Masjid Baitul Makmur tercatat sekitar 48 jamaah, Langgar Tukang 96 jamaah, Langgar Al-Furqan 85 jamaah, dan Masjid Hidayatullah sekitar 45 jamaah.

Di Desa Wailikut, Masjid An-Nur dipadati sekitar 120 jamaah, menjadikannya salah satu masjid dengan jumlah jamaah terbanyak malam itu. Sementara di Desa Waemasing, Masjid Al-Hijrah di bawah pimpinan Imam Hj. Lahuda Albakia dihadiri sekitar 95 jamaah.

Desa Batu Kasa mencatat sekitar 65 jamaah di Masjid Abdulrahman Bin Auf. Di Desa Waeteba, Masjid Nur Ain dihadiri 55 jamaah dan Masjid Baitul Rahman sekitar 65 jamaah.

Di Desa Simi, dua masjid yakni Al-Taqwa dan Al-Mahabbah masing-masing dihadiri sekitar 72 dan 70 jamaah. Sementara itu, Masjid Al-Falah di Desa Lena dihadiri sekitar 95 jamaah, Masjid Al-Islah di Desa Waesili sekitar 90 jamaah, dan Masjid Al-Muhajirin di Desa Waetawa sekitar 80 jamaah.

Baca Juga  GMPRI Bursel Dukung DPRD Proses Hukum Dugaan Penyelewengan Rp1,9 Miliar di Dinkes BurseL

Kapolsek Waesama memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar. Personel Polsek Waesama diterjunkan untuk melakukan pengamanan di setiap masjid guna menjamin kenyamanan umat Islam dalam menunaikan ibadah.

“Situasi terpantau aman dan terkendali hingga kegiatan selesai,” demikian laporan yang disampaikan kepada Kapolres Buru Selatan.

Ramadhan di Waesama bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum mempererat ukhuwah dan memperkuat nilai kebersamaan. Di tengah kesederhanaan desa-desa pesisir, malam-malam suci itu menjadi saksi ketundukan hamba kepada Sang Khalik, menghadirkan harapan akan keberkahan bagi seluruh masyarakat Buru Selatan.

[Nar’Mar]
.

Tinggalkan Balasan