Tauda : Dinas Pertanian Antisipasi Dampak Elnino di SBT dan MBD

Spread the love

Ambontoday.com, Ambon.- Kendati dampak fenomena Elnino tidak begitu terasa di Maluku, namun upaya antisipasi menghadapi kemungkinan terburuk Elnino ini tetap dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pertanian.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dr. Ilham Tauda kepada media ini di ruang kerjanya, Jumat 29 September 2023.

Menurutnya, menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian dan Gubernur Maluku terkait antisipasi fenomena Elnino maka Pemprov Maluku lewat Dinas Pertanian mengambil langkah-langkah berkaitan dengan antisipasi ancaman Elnino dimana tanggal 15 September 2023 Dinas Pertanian Provinsi Maluku telah melakukan rapat koordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota di Maluku yang juga dihadiri oleh instansi vertikal pertanian, Kepala Balai serta Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP).

“Dalam pertemuan tersebut kita mendapatkan informasi bahwa provinsi Maluku juga berdasarkan laporan yang kami terima dari BMKG sebelumnya bahwa kita masuk dalam kategori rendah dari dampak Elnino.

Namun kita mendapatkan laporan kalau yang paling terdampak dari fenomena Elnino adalah kabupaten seram bagian timur memang cukup terdampak dan itu menyebabkan ada kurang lebih 150 hektar sawah mengalami kekeringan.

Atas laporan tersebut kemudian kita mengambil langkah-langkah yang pertama tentunya berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dan yang kedua kita berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan Kepala Balai Wilayah Sungai dan kita juga berkoordinasi dengan BSIP.

Dari hasil koordinasi itu kemudian BSIP melakukan kunjungan dan pemantauan langsung di lapangan dan kita sudah mendapatkan laporan bahwa telah diambil langkah-langkah diantaranya dari Dinas Pertanian Kabupaten SBT bersama petani P3A antara lain memompa sumber air masuk ke area persawahan.

Kemudian kita juga mendapatkan laporan bahwa salah satu dampak itu adalah terjadinya sedimentasi di bendungan Wai Kobi dan Wai Matakabo. Atas koordinasi kita dengan PUPR dan Balai Sungai beberapa waktu yang lalu telah diambil langkah-langkah untuk melakukan pengerukan untuk memastikan air dapat mengalir ke jaringan irigasi,” jelas Ilham.

Baca Juga  Ada Apa Dengan P3K, Saulahirwan

Dikatakan, pihaknya juga telah memastikan bahwa selain SBT, salah satu Kabupaten yang masuk kawasan rawan kekeringan yakni Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

“Untuk MBD ini yang paling terdampak adalah Kerbau Moa, dan beberapa waktu lalu atas arahan Pak Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto telah dibangun Embung-embung dan sudah diresmikan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan Pak Prabowo, dan itu sudah cukup membantu mengatasi masalah kekeringan khusunya untuk ternak Kerbau Moa,” papar Kadis Pertanian.

Dirinya menjelaskan, selain itu, ada beberapa langkah yang diambil juga untuk mengantisipasi Elnino diantaranya, menghimbau kepada Dinas Pertanian kabupaten/kota untuk terus memantau mengevaluasi kemudian melaporkan dampak El Nino terutama di sektor pertanian.

Menurut Kadis, salah satu dampak yang kita lihat sekarang ini adalah kenaikan harga pangan khususnya beras nah tentunya kenaikan harga pangan ini akan berdampak terutama bagi kita di Provinsi Maluku karena kebutuhan kita 130.000 ton per tahun kemampuan kita untuk menyiapkan itu baru sekitar 60.000 sampai dengan 70.000 ton, sisanya kita pasok dari luar Maluku.

“Saat ini kenaikan harga beras di pasaran juga sudah mulai dirasakan, dimana untuk harga pasaran beras medium itu Rp.13.160 per kilo gram, padahal dalam surat edaran Badan Pangan Nasional itu untuk Maluku dalam wilayah zona 3 ditetapkan harga beras kurang lebih Rp.11.800 per kilo gram.

Pada 11 September kemarin, Pak Gubernur juga telah melepas bantuan pemerintah pusat untuk cadangan pangan melalui Bulog kurang lebih 3.600 ton beras untuk didistribusikan kepada kelompok penerima manfaat di kabupaten/kota.

Paling penting juga kita telah mengimbau kepada kabupaten/kota untuk memanfaatkan pangan lokal yang cukup tersedia seperti sagu, jagung dan umbi-umbian,” ungkap Tauda.

Baca Juga  Saulahirwan Desak, Kepala PLN Rayon Saumlaki Dievaluasi Kinerjanya

Terkait dengan antisipasi Elnino kita mengimbau kepada Dinas Pertanian seluruh kabupaten/kota dan juga kepada para petani dan penyuluh yang terus mendampingi para petani untuk dapat lebih efisien dalam penggunaan air khususnya kepada irigasi yang berada pada daerah sentra pengembangan padi, tutupnya.

Berita Terkini