Ambon, Ambontoday.com- Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku menunjukan transportasi menjadi salah satu pemicu terjadi inflasi di Kota Ambon dan Kota Tual.
Pernyataan ini diakui Kepala BPS Provinsi Maluku, Asep Riyadi dalam rilis, yang berlangsung di Kantor BPS Maluku, Senin (3/4/2023).
Menurutnya, Kota Ambon pada bulan Maret 2023 terjadi inflasi yoy sebesar 5,30 persen dengan IHK sebesar 116,04.
“5 komoditas dominan yang memberikan sumbangan inflasi yoy Maret 2023 di kota Ambon yakni; bensin (1,0442%), rokok kretek filter (0,4866%), rokok putih (0,4686%)tarif angkutan udara (0,3857%) dan tukang bukan mandor (0,3392%). Sedangkan 5 (lima) komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi mtm Maret 2023 di Kota Ambon yakni : tarif angkutan udara (0,0768%), cabai rawit (0,0756%), bawang putih (0,0623%), sawi hijau (0,0603%) dan cabai merah (0,0582%),” jelasnya.
Sementara, Kota Tual pada bulan Maret 2023 terjadi inflasi yoy sebesar 7,49 persen dengan IHK sebesar 117,19.
” 5 (lima) komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi yoy Maret 2023 di Kota 3) Persentase Perubahan IHK Maret 2023 terhadap IHK Maret 2022;Tual yakni : tarif angkutan udara (1,8030%), bensin (0,6195%), nasi dengan lauk (0,5527%), rokok kretek filter (0,4451%) dan beras (0,3981). Sedangkan 5 (lima) komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi mtm Maret 2023 di Kota Tual yakni : tarif angkutan udara (0,3748%), ikan kakap putih/sikuda (0,0350%), ikan bakar (0,0317%), kontrak rumah (0,0238%) dan bawang putih (0,0215%),” tandasnya. (AT-009)




















