Ambon – Pemerintah Kota Ambon kembali menggelar program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon Jumpa Rakyat (WAJAR) yang kelima kalinya pada Jumat (2/5/2025) di Aula Balai Kota Ambon. Program ini menjadi jembatan dialog langsung antara warga dan pemimpin kota dalam menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait pelayanan publik, sosial, serta penataan kota.
Berbagai persoalan mencuat dalam pertemuan tersebut. Warga Negeri Soya mengeluhkan pengurusan BPJS yang lambat, sementara warga Batu Merah menolak pembongkaran lapak karena belum tersedia tempat jualan baru. Dari Hative Kecil, warga menyampaikan keresahan atas talut rusak yang menyebabkan banjir rob. Pedagang buah di depan MCM pun meminta kelonggaran agar tetap dapat mencari nafkah.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, merespons cepat dengan menekankan pentingnya pembenahan administrasi dan pelayanan publik. Ia juga menegaskan bahwa area jalan utama seperti depan MCM bukan tempat untuk berdagang atau parkir liar.
“Kita ingin Ambon menjadi kota yang tertib dan nyaman. Semua pedagang harus masuk ke Pasar Mardika yang sudah disiapkan,” tegas Wali Kota.
Sementara itu, Sekkot Ambon, Robby Sapulette, memastikan proses relokasi akan dilakukan secara bertahap dan manusiawi. Ia menyampaikan bahwa Pemprov Maluku melalui Dinas Perindag telah menyiapkan tempat di gedung baru Pasar Mardika, dan koordinasi lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan semua pedagang terakomodasi.
Kegiatan WAJAR ini kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam membangun kota yang bersih, tertib, dan berpihak pada warganya, dengan membuka ruang dialog dan solusi langsung di lapangan.( o.l )











