6 Pemain Kunci Barcelona untuk Musim UCL 2024/2025

Spread the love

Barcelona perlu menyiapkan akhir dari harapan mereka untuk mencapai treble winners Pada tahun 2024 atau 2025. Sebab, perjalanan mereka di UEFA Champions League (UCL) berakhir dengan kekalahan 3-4 ketika bertandang ke markas Inter Milan tersebut.
leg kedua semifinal yang terjadi pada Rabu (7/5/2025) dini hari WIB. Terdahulu, ketika bertindak sebagai kesebelasan tuan rumah pada leg Pertama, Blaugrana diimbangi 3-3 oleh Nerazzurri.

Walaupun begitu, Barcelona sudah memperlihatkan penampilan yang menggembirakan dan bahkan pernah disebut-sebut menjadi salah satu calon juara untuk musim ini. Sebagai pelatih tim, Hansi Flick sangat bergantung pada sejumlah pemain spesifik guna mencapai hasil terbaik di setiap pertandingannya. Berikut adalah keenam pemain yang paling dititipi harapan oleh Barcelona di Liga Champions UEFA 2024/2025.

1. Raphinha meraih jumlah menit bermain dan gol tertinggi di antara para pemain.

Raphinha tampil sebagai pemain Barcelona dengan jumlah menit bermain tertinggi di Liga Champions musim 2024/2025. Dia mengikuti setiap dari 14 pertandingan timnya, menyumbangkan total 1.224 menit. Selain itu, dia membuktikan dirinya sebagai striker mematikan dengan torehan 13 gol dan 9 assist.
assist
Di samping itu, dia juga berhasil mencatatkan beberapa rekornya melalui jumlah gol yang dicetak dan masih memiliki kesempatan untuk menjadi topskor walaupun timnya sudah tidak dapat maju lagi.

2. Pedri secara konsisten dimainkan di tiap pertandingan.

Pedri menjadi pemain U-23 terbanyak yang dimainkan Hansi Flick di UCL musim 2024/2025. Dalam usianya yang menginjak 22 tahun, ia tampil sepanjang 1.117 menit pada 14 pertandingan sambil mencetak 2 gol.
assist Sebagai pemain tengah, dia berperan penting dalam menyeimbangkan lini belakang dengan ofensif serta mengendalikan ritme permainan tim. Kepercayaan yang ditunjukkan Flick padanya saat bertanding di panggung besar seperti Liga Champions Eropa memberikannya dasar kuat bagi karirnya selanjutnya.

Baca Juga  Getafe vs Real Madrid: Kemenangan Tipis untuk Los Blancos

3. Hanya ada satu pertandingan yang dilewatkan oleh Jules Koundé.

Pada sisi bertahan sebelah kanan, Flick kebanyakan menggunakan Jules Koundé. Hanya ada satu pertandingan di mana Koundé tidak tampil, yaitu saat timnya dikalahkan Inter Milan oleh Barcelona.
leg kedua semi-final. Sepanjang turnamen ini, pemain berkebangsaan Prancis itu telah dimainkan selama 1.106 menit sebanyak 13 pertandingan dan mencetak 3 gol.
assist Dia menunjukkan keterampilan setara dalam mendukung ofensif tim serta memperkuat barisan defensif.

4. Lamine Yamal berada di antara para pemain muda yang paling menonjol.

Lamine Yamal tampil sebagai salah satu pesepak bola muda yang paling menonjol di Liga Champions musim 2024/2025. Keterampilannya untuk meruntuhkan barisan bertahan tim lawan terus mencuri perhatian.
dribble Dan memberikan assist singkat kepada rekannya satu tim menjadi tantangan tersendiri. Dalam pengawasan Hansi Flick, pemain tersebut diandalkan untuk bertanding selama 1.103 menit pada 13 pertandingan, menghasilkan 5 gol serta 4 assists. Salah satu performa terbaikkannya adalah ketika dia berhasil mencetak 1 gol dan 1 assist.
dan mengantarkan Blaugrana memenangkan pertandingan dengan skor 3-1 melawan Benfica di fase 16 besar.

5. Robert Lewandowski mencetak 11 gol di dalam 13 pertandingan

Dengan bantuan dari Yamal dan Raphinha, Robert Lewandowski adalah opsi nomor satu dalam barisan penyerangan. Dia tampil sebanyak 13 pertandingan (total 985 menit) dan mencetak 11 gol. Satu-satunya gol yang dia cetak melawan mantan klubnya, Bayern Munich, berhasil membantu Barça unggul dengan skor akhir 4-1 di babak grup. Namun sayangnya, kondisi fisik tidak memungkinkannya untuk memberikan kontribusi signifikan saat semifinal dan ia hanya bisa bertahan di lapangan selama setengah jam saja.

6. Pau Cubarsí dipilih sebagai pemain inti di lini belakang meskipun masih berumur 18 tahun.

Bersama Lamine Yamal, Pau Cubarsi menjadi wonderkid Yang memukau di turnamen kali ini adalah dia. Walaupun masih berumur 18 tahun, pemain tersebut sudah diberi kepercayaan sepenuhnya untuk mengamankan barisan belakang Blaugrana. Dalam kompetisi ini, ia bertanding selama 981 menit dalam 13 pertandingan dan mencetak satu gol. Dengan kemajuan yang baik, dia dijuluki sebagai bintang masa depan Barcelona.

Baca Juga  3 Kunjungan Terakhir Atalanta yang Menantang ke markas AC Milan di Serie A

Gagal kali ini juga menyebabkan Barcelona tidak dapat maju ke babak final UCL selama 10 musim berturut-turut. Yang terakhir kalinya Barca mencapai tahap akhir adalah pada 2014/2015, ketika dilatih oleh Luis Enrique. Saat itu mereka menjadi juara setelah mengalahkan Juventus di partai pamungkas.