80 Tahun Merdeka, Pesisir Pulau Buru Masih Terkepung Ombak dan Jalan Terputus

Spread the love

80 Tahun Merdeka, Pesisir Pulau Buru Masih Terkepung Ombak dan Jalan Terputus

AmbonToday.Com – Buru, Maluku — Di ujung Pulau Buru, pada negeri-negeri pesisir Kecamatan Batabual dan Teluk Kayeli, laut selalu bercerita tentang kesabaran. Musim timur datang seperti tamu lama yang tak pernah membawa kabar baik—angin menggerus pantai, arus mengguncang perahu, dan gelombang di Tanjung Kayu Putih menjadi dinding raksasa yang memisahkan warga dari ibu kota kabupaten, Namlea.

Dalam hembusan angin asin dan suara ombak yang menghantam karang, masyarakat di sini menatap langit penuh bendera merah putih. Indonesia, yang telah merdeka sejak 17 Agustus 1945, kini menginjak usia 80 tahun. Merah putih berkibar gagah di halaman rumah dan sepanjang jalan, dari Sabang hingga Merauke. Namun di Batabual, kemerdekaan itu masih terasa jauh—indah di lirik lagu kebangsaan, manis di pidato, tapi getir di kenyataan.

Akses jalan dan jembatan, yang menjadi nadi penghubung kehidupan, belum sepenuhnya hadir dengan layak. Setiap musim timur, perjalanan menuju Namlea terhambat. Perahu tak berani berlayar, daratan pun tak memberi kemudahan. Dalam kondisi seperti ini, harga kebutuhan pokok melambung, anak-anak sulit bersekolah, dan layanan kesehatan terhambat.

Lewat surat terbuka, warga menyampaikan harapannya kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Menteri PUPR, dan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, agar memperhatikan pembangunan akses jalan dan jembatan di wilayah pesisir ini. Bagi mereka, bantuan itu bukan hanya infrastruktur, melainkan jembatan menuju kemerdekaan yang sesungguhnya.

“Kemerdekaan bukan sekadar kata yang diucap, tapi wujud yang dirasa. Dan bagi kami, di ujung Pulau Buru, merdeka berarti bisa melintasi laut dan daratan tanpa terhalang badai dan jalan yang terputus,” ungkap Ade Jack Bupolo Wandan, tokoh masyarakat setempat, Jumat (15/8/2025).

Baca Juga  Pemanggilan Wartawan Oleh Penyidik Reskrim Polres Kepsul Di Soroti Oleh Sekjen JMSI

Di bawah langit biru yang kerap diselimuti awan kelabu musim timur, warga Batabual masih menunggu hari di mana ombak tak lagi menjadi penghalang, dan perjalanan menuju Namlea bukan lagi perjuangan melawan waktu dan cuaca.

Selamat Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia — Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.

[Nar’Mar]
.

Berita Terkini