ASDP Ambon Siapkan 11 Kapal dan Pola Operasi Khusus Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026

Spread the love

Ambon today.com-AMBON – PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon memastikan kesiapan armada dan pola operasi menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi guna mengantisipasi lonjakan penumpang di sejumlah lintasan penyeberangan di Maluku.

General Manager ASDP Cabang Ambon, Syamsuddin Tanassy, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 11 unit kapal yang tersebar di wilayah Maluku Tenggara, Ambon, Pulau Buru, dan Pulau Seram.

“Pada prinsipnya ASDP Cabang Ambon siap menyongsong Angkutan Lebaran 2026. Kesiapan ini didukung 11 kapal yang telah kami siapkan sesuai kebutuhan lintasan,” ujar Tanassy di Kantor ASDP Cabang Ambon, Rabu (25/2/2026).

Di wilayah Maluku Tenggara, tiga kapal dioperasikan yakni KMP Temi, KMP Lobster, dan KMP Tanjung Madlahar. KMP Lobster melayani lintasan Tual–Dobo, Dobo–Benjina, Dobo–Serwatu hingga rute perintis Dobo–Marlasi (PP) yang dibuka sejak September 2025. KMP Tanjung Madlahar mengoperasikan rute Tual–Elat, Tual–Bandaeli, Tayando, dan Tam. Sementara KMP Temi kembali beroperasi usai docking tahunan awal 2026 untuk melayani rute Tual–Kaimana–Lobo (PP).

Adapun di wilayah Ambon, Pulau Buru, dan Pulau Seram, delapan kapal disiagakan, di antaranya KMP Danau Rana (Namlea–Masarete), KMP Layur (Wailey–Umeputy), serta KMP Wayangan (Galala–Namlea).

Lintasan Hunimua–Waipirit menjadi perhatian khusus karena berstatus lintasan pantauan nasional yang menghubungkan Pulau Ambon dan Pulau Seram. Untuk rute tersebut, ASDP menyiapkan empat kapal yakni KMP Rokatenda, KMP Inelika, KMP Terubuk, dan KMP Erana, serta dua kapal milik perusahaan daerah, KMP Sardinela dan KMP Bada Leon.

“Di lintasan Hunimua–Waipirit kami menerapkan pola operasi 5-1, artinya lima kapal beroperasi dan satu kapal menjalani perawatan secara bergiliran untuk menjaga kesinambungan layanan,” jelasnya.

ASDP memprediksi jumlah penumpang pada Lebaran 2026 meningkat sekitar 6 persen dibanding tahun sebelumnya. Kendaraan roda dua diperkirakan naik 7 persen, roda empat 4 persen, dan kendaraan logistik atau truk golongan sekitar 10 persen.

Baca Juga  Distan Maluku Tetap Komitmen Dukung MBG

Untuk mengantisipasi kepadatan, ASDP menerapkan tiga skema operasional yakni normal, padat, dan sangat padat. Dalam skema normal, lima kapal beroperasi dengan sistem keberangkatan setiap satu jam dan waktu sandar 1 jam 45 menit untuk proses bongkar muat. Saat kondisi padat, waktu bongkar muat dapat dipercepat menjadi 45 menit.

“Yang kami tunda adalah keberangkatan, bukan operasional kapalnya. Keselamatan tetap menjadi prioritas,” tegas Tanassy.

ASDP juga memberlakukan pembelian tiket secara daring melalui aplikasi resmi Tripferrizi.com dengan metode pembayaran mobile banking maupun gerai ritel. Penjualan tiket di luar sistem resmi bukan menjadi tanggung jawab ASDP.

Selain itu, koordinasi dilakukan bersama KSOP, TNI, Polri, POM Angkatan Laut, serta Basarnas. Pos terpadu disiagakan di Pelabuhan Hunimua, Waipirit, Galala, dan Namlea guna memperkuat pengamanan saat puncak arus mudik.

ASDP menegaskan komitmen pada prinsip 3S, yakni service, safety, dan security, demi memastikan arus mudik Lebaran 2026 berjalan lancar, aman, dan terkendali tanpa penumpukan penumpang di pelabuhan.( O.l )

Komentar

Berita Terkini