Asegaf : Pelni Cabang Ambon Gelar Program Padat Karya Di Pelabuhan Yosudarso
Hal ini merupakan langkah Pemerintah yang terus berupaya meningkatkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di tengah kebijakan tanggap darurat penanggulangan pamdemi Covid-19. Lebih lanjut, Muhamad Assagaf mengungkapkan tentang beberapa tujuan diadakannya program padat karya. Kementerian Perhubungan menjadi salah satu dari beberapa Kementerian yang memiliki program-program yang dikaitkan dengan padat karya.
Program Padat Karya di Lingkungan Kementerian Perhubungan merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM.70 Tahun 2021 Tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Padat Karya di Lingkungan Kementerian Perhubungan. Oleh karena itu tujuan dari Program Padat Karya yakni untuk mengurangi pengangguran, dan masyarakat miskin. Pada kesempatan itu, Assegaf menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi terhadap pelaksanaan program padat karya tersebut.
” Kami berharap kepada seluruh insan pelabuhan, baik instansi pemerintah maupun stakeholders untuk terus mendukung program pemerintah ini,”ucapnya. Program padat karya yang dilaksanakan PT Pelni Cabang Ambon di Pelabuhan Yosudarso kali ini melibatkan 9 orang masyarakat di lingkungan Pelabuhan 2 orang Kudamati 2 orang , Batumera 3 orang jadi kami tidak memilih milih, ada sekitar 9 orang malahan ada tambahan 2 orang sehingga jumlah nya sekitar 11 orang Jadi karena tambahan dua orang tersebut lanjut Assegaf , saya mau tambah lagi dan bagi menjadi 2 grup Jadi dalam kapal ini jangan semua orang kerja dalam 1 kapal tapi di bagi bagi. "Untuk kegiatannya sudah di mulai dari Hari selasa tanggal 9 november 2021 , kapal pertama yaitu sabuk nusantara 106 jadi ini bertahap tidak satu kaligus,"kata dia Jadi kita di minta menyiapkan 9 orang Per kegiatan jadi 1 kapal itu dalam 1 bulan 2 kali dan di langsung di bayar dengan kes Rp 300.0000 ribu per orang," ungkapnya Di jelaskannya 5 kapal perintis yang hombis di kota ambon yaitu sabuk nusantara 71, sabuk nusantara 87, sabuk Nusantara 106, Sabuk Nusantara 103, dan Sabuk 107, lima kapal ini tersebut , Setiap kapal itu kita adakan dua kali pekerjaan dalam satu bulan dan selama tiga (3) bulan terhitung per oktober november dan desember. Yang mau mendaftar itu dengan syarat sayarat antaralain, memiliki KTP dan surat keterangan tidak mampu dari RT / Rw karena ini jadi kita harus tepat sasaran ini untuk mereka yang kurang mampu atau belum memiliki pekerjaan Ini sangat bagus karena membantu masyarkat dan terbuka untuk umum cuman untuk pertama ini kita utamakan yang di lingkungan pelabuhan tetapi ini juga dibuka untuk siapa saja.(AT010)
👋 Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
💬 0 Komentar
📭 Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Buru Selatan Dapat Tambahan DAU Rp78,16 Miliar, Total Penyaluran KMK 198/2026 Capai Rp80,68 Miliar
3 weeks ago
Dua Laporan Polisi Warnai Polemik Pasar Kai Wait, MOANA LESNUSSA TAK CABUT LAPORAN, Kuasa Hukum Desak Pengusutan hingga Pansus DPRD Bekerja Objektif
1 month ago
Evans Alfons Tanggapi Barbara Joacqualine Imelda Alfons Mengenai Status Ahli Waris dan Putusan Pengadilan
1 month ago
Batu Badaun Legenda Kesetiaan Abadi dari Tanah Maluku
1 month agoRekomendasi Untuk Anda
Wawali Ambon Apresiasi Ukhuwah Fest 2026: Pemuda Mesjid Jadi Motor Kegiatan Keagamaan dan UMKM
Virgia Menginspirasi,Lukas Desak Pemda Bantu Mahasiswa.
Triwulan Kedua, Kinerja Industri Jasa Keuangan Maluku Semakin Kontributif
Disperindag Maluku Luncurkan Aplikasi Tagalaya
Kontraktor Pembangunan Jaringan Sutet Enggan Bayar Hak Warga Waru