China Ancam Negara-negara mitra dagang setia pada AS, Ini Jawaban Menteri Perdagangan
Sekarang sebelumnya, Cina telah mengharapkan para mitra perdagangan untuk tidak menyusun perjanjian ekonomi yang bisa membahayakan hubungan mereka dengan Amerika Serikat (AS). Berdasarkan pandangan China, jenis persetujuan ini tak akan mampu mengakhiri konflik tariff diantara kedua negeri tersebut. Djatmiko Bris Witjaksono, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional dari Kementerian perdagangan, menyampaikan bahwa Indonesia memutuskan untuk tidak melakukan tindakan balasan terhadap Amerika Serikat atau negara lainnya.
"Menyangkut pemerintahan China, saya pikir baik Indonesia maupun China sama-sama mendukung prinsip-prinsip perdagangan multilateral. Kami berdua menghargai hak serta tanggung jawab kami secara bersamaan," ungkap Djatmiko saat memberikan paparan pers di Jakarta pada hari Senin (21/4).
- Menteri Pemasyarakatan dan Permasyarakatan Rencanakan Konversi Area Lapas di Urban Menjadi Kompleks Hunian
- Trump Mengancam Kemerdekaan The Fed, Harga Emas Melonjak di Atas Rp 57,2 Juta per Ounce
- Huawei Luncurkan Chip Kecerdasan Buatan Ascend 920, Bersiap Menggantikan Nvidia H20 di Negeri Tirai Bambu
China Siap Mengambil Tindakan Tajam
Seketika sebelumnya, juru bicara dari Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan bahwa siapa saja yang merundingkan sesuatu tanpa mempertimbangkan kepentingan Tiongkok akan menerima sikap yang sangat tidak setuju. Apabila hal tersebut benar-benar terwujud, pemerintahan di Negeri Tirai Bambu ini berencana untuk melakukan kontra serangan secara tegas. "Menyerah bukan berarti mendapatkan ketenangan, dan berkompromi pun tak selalu mendapat penghargaan.Berusaha mencapai keuntungan sejenis dengan cara meniadakan orang lain melalui sesuatu yang dikenal sebagai pengecualian, mirip seperti memohon untuk memiliki kulit seekor harimau. Di akhir perjalanan, hal ini pada dasarnya tidak memberikan hasil apa-apa dan malahan dapat merugikan semua pihak terlibat," demikian kata juru bicara tersebut dilansir oleh CNN, Senin (21/4). Pada tanggal 9 April 2025, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan penundaan bea masuk bagi mayoritas negara lainnya selama periode 90 hari.
Tujuan pokok dari aturan baru tersebut adalah membatasi pengaruh Tiongkok dalam perselisihan perdagangan global, termasuk penerapan kenaikan tarif impor produk-produk China sampai 145%. Menurut laporan yang diterbitkan oleh Wall Street Journal minggu lalu, pihak berwenang di bawah kepresidenan Trump disebut-sebut mengambil pendekatan perundingan tariff untuk mendorong mitra perdagangan mereka supaya mengekang interaksi ekonominya dengan Cina. Menurut informasi dari sumber yang tak disebutkan namanya, Amerika Serikat telah memohon kepada negeri-negeri sekutu agar menolak izin bagi barang-barang asal Tiongkok untuk lewat diwilayah mereka.
Di tambah lagi, pihak-pihak terkait diminta membanned kegiatan usaha miliki Tiongkok demi mencegah adanya percobaan mengelakan bea masuk oleh AS. AS juga mendorong agar negera-negara sekutu menghindari penyerapan produk-produk manufaktur Tiongkok yang harganya terjangkau ke dalam sistem ekonominya mereka. Tujuan dari langkah tersebut adalah untuk meredam pertumbuhan ekonomi China serta meningkatkan ketahanan kebijakan tariff Amerika Serikat.
👋 Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
💬 0 Komentar
📭 Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Amboian Jukulele Festival 2026 Digelar di Teluk Ambon Baguala, Wali Kota Ajak Generasi Muda Lestarikan Musik Lokal
3 weeks ago
Kantor Inspektorat BurseL Dipalang, Sengketa Tanah dan Bangunan Jadi Sorotan BURSEL, Ambontoday.com
3 weeks ago
Ahli Waris Evans Reynold Alfons: Kami Percaya Pada Hukum, Bukan Opini
1 month ago
Wali Kota Ambon Buka SLCN, Tekankan Keselamatan Nelayan dan Pemanfaatan Teknologi Laut
1 month agoRekomendasi Untuk Anda
DPRD Maluku Rapat Paripurna Penyerahan LKPj Gubernur Tahun 2023
Duar! Senjata Rusia Hancurkan Pesawat Tempur Amerika F-16 Viper
Ambon Semarak Rayakan Imlek, Pj Walikota: Perkuat Kebersamaan dan Jadikan Daya Tarik Wisata
Wagub Maluku Pimpin Apel Perdana 2026, Tekankan Pentingnya Kerja Berbasis Sistem dan Disiplin ASN