Ferbruari 2020, Kota Ambon Alami Inflasi, Tual Deflasi
Ia mengatakan, inflasi tahun kalender Kota Ambon tercatat sebesar 0,85 persen dan inflasi tahun ketahun tercatat sebesar 3,5 persen. Sedangkan, untuk inflasi kalender kota Tual tercatat sebesar 0,38 persen dan inflasi tahun ketahun tercatat sebesar 0,609 persen. Ia menjelaskan, 10 Komoditas utama yang memberikan andil besar terhadap inflasi Kota Ambon pada Februari 2020 diantaranya; angkatan Udara 0,19 persen, bawang putih 0,18 persen, bawang merah 0,09 persen, nasi dengan lauk 0,05 persen, minyak goreng 0,0 4 persen, rokok putih 0,04 persen, Rokok Kretek filter 0,03 persen, roti manis 0,03 persen, anggur 0,02 persen, dan wortel 0,02 persen.
Sedangkan, 10 Komoditas utama yang mengalami penurunan harga atau yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi Kota Ambon adalah cabai rawit -0,25 persen, ikan selar -0,05 persen, sawi hijau -0,05 persen, buncis -0,04 persen, ikan cakalang -0,04 persen, kacang panjang -0,04 persen, telur ayam ras -0,03 persen, kentang -0,02 persen, lemon -0,02 perseb dan ikan kakap merah -0,02 persen. Sementara itu, 10 Komoditas utama yang mengalami penurunan harga atau yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi kota Tual; ikan layang -0,2 persen, ikan tongkol -0,9 ikan, ikan selar -0,1persen, kangkung -0,10 persen, ikan baronang -0,07 persen, ketimun - 0,05 persen, jeruk nipis -0,05 persen, ikan lalosi -0,05 persen, terong -0,05 persen, dan -0,05 persen, sedangkan 10 Komoditas utama yang mengalami kenaikan harga atau memberikan andil besar terhadap inflasi kota Tual pada Februari 2020 diantaranya; ikan kembung 0, 11 persen, sawi hijau 0,01 persen, ikan bakar 0,07 persen, bunga pepaya 0,10 persen, sate 0,06 persen, semen 0,05 persen, bawang merah 0,05 persen, ikan teri 0,05 persen, rokok Kretek filter 0,05 persen dan soto 0,05 persen. Ia menambahkan, inflasi yang terjadi di kota Ambon pada Februari 2020 disumbangkan oleh 7 kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks diantaranya tertinggi pada kelompok transportasi sebesar 1,34 persen; diikuti kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran sebesar 0,89 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,58 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,39 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,10 persen; kelompok Perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,06 persen, serta kelompok perlengkapan peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,03 persen.
"Kelompok makanan dan minuman dan tembakau mengalami penurunan sebesar 0,31 persen, diikuti kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen. Kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan serta kelompok pendidikan cenderung stabil pada Februari 2020,"tandasnya. (AT-009)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin TumbangΒ
3 weeks ago
Basarnas Ambon Siap Dukung Keselamatan Pariwisata di Maluku, Pemda Diminta Perhatikan Fasilitas Penunjang
2 months ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
2 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
Prakiraan Pertandingan Barcelona vs Celta Vigo di Pekan ke-32 La Liga Spanyol Malam Ini
Kapolres Tanimbar Pimpinan Sertijab Kasi Propam
Pengurus Evav Olilit Barat Resmi Dilantik
IHSG Turun, 7 Saham Siap Beri Keuntungan
Wali Kota Ambon Resmikan Gedung Pusdalops BPBD, Perkuat Sistem Tanggap Darurat Bencana