Gustu MBD Akan Carter Pesawat Khusus Antar Sampel Dua OTG
Ketua gugus tugas percepatan penanganan covid - 19 Kabupaten Maluku Barat Daya yang juga Bupati Maluku Barat Daya Benyamin Thomas Noach ST. Pada acara konferensi pers di sekretariat gugus tugas (gustu) MBD pada senin, 25 mey 2020 di tiakur menjelaskan, dalam waktu dekat sampel dari dua orang tersebut akan dikirim ke Ambon untuk analisa swab. "Dalam waktu yang tidak terlalu lama hasil rapid test akan dikirim menggunakan pesawat carteran.
Saat ini tim masih berkoordinasi dengan maskapai penerbangan" ungkap bupati. Dijelaskan, selaku ketua gugus tugas percepatan penanganan covid - 19 Kabupaten Maluku Barat Daya dan juga Bupati Maluku Barat Daya pihaknya telah bekerja secara maksimal dalam melakukan upaya pencegahan terhadap penyebaran virus covid-19 di Maluku Barat Daya imbihnya. Hal ini dibuktikan dengan instruksi bupati maluku barat daya tanggal 19 maret lalu untuk karantina mandiri di rumah bagi pelaku perjalanan yang baru tiba di MBD.
Kemudian, lanjut dia bahwa pada tanggal 5 mey 2020 saat melakukan video cenference dengan pemerintah propinsi Maluku dirinya meminta kepada pemprov untuk menutup arus penumpang yang hendak masuk ke wilayah MBD dan hanya memperbolehkan pengangkutan logistik dan pelayaran lokal dalam wilayah MBD tuturnya. Namun sambung bupati, pada tanggal 6 mei 2020 ada informasi 32 penumpang tujuan MBD akan menumpangi kapal sabuk nusantara 87 yang membawa logistik ke MBD dan sebagian besar adalah mereka yang baru kembali melakukan urusan dinas di luar daerah. Dan berdasarkan protokol covid maka mereka diijinkan untuk berangkat ke MBD dan setelah tiba di MBD tanggal 10 mei 2020 hanya ada 6 dan 32 penumpang yang memiliki hasil rapid test akhirnya seluruh penumpang kemudian dikarantina yang terpusat pada tiga titik yakni, 20 orang di penginapan scorpion, 8 orang di mess pemda dan 4 orang lagi di perumahan dokter di tiakur.
Sehari sebelum masa karantina berakhir tanggal 23 mey 2020 maka dilakukan rapid test terhadap 32 orang tersebut dan hasilnya ada dua dari dua pulu orang yang dikarantina di penginapan scorpion yang menunjukkan gejala reaktif dan dua orang tersebut telah dievakuasi ke lokasi karantina di kompleks perumahan dokter untuk diperpanjang masa karantina selama 10 hari. Sementara 18 orang rekannya lainnya juga telah diperpanjang masa karantinanya di penginapan scorpion sedangkan 12 orang lainnya telah dipulangkan karena hasil rapid tesnya negatif terang bupati. (AT/jeger)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin TumbangΒ
3 weeks ago
Basarnas Ambon Siap Dukung Keselamatan Pariwisata di Maluku, Pemda Diminta Perhatikan Fasilitas Penunjang
2 months ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
2 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
Postingan terakhir Kolonel Antonius Hermawan Sebelum ledakan Bom di Garut, Jawa Barat
DPC PPP; Bupati Bursel Masih Layak Lanjutkan Dua Periode
JMSI Maluku Geram Aksi Kekerasan Terhadap Wartawan kembali terjadi di SBB
Pasca Gempa, Polda Maluku Dan Polres Kepulauan Tanimbar Bantu 1 Ton Beras