" Koperasi Merah Putih, Pilar Baru Ekonomi Desa: Komitmen Bersama Bangun Maluku dari Akar Rumput"
Dialog ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara, antara lain Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, serta Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Turut hadir pula anggota DPR dan DPD RI, serta para bupati dan wali kota se-Maluku. Dalam sambutannya, Menteri Desa Yandri Susanto menegaskan pentingnya koperasi sebagai mesin penggerak ekonomi desa.
βKoperasi ini dapat menjadi tulang punggung ekonomi desa dan membuka lapangan kerja. Tujuannya jelas: memperkuat ekonomi rakyat, meningkatkan kesejahteraan, dan mengurangi ketergantungan masyarakat pada rentenir dan pinjaman online,β ujarnya. Susanto menyebutkan bahwa Koperasi Merah Putih akan mengelola berbagai unit usaha seperti simpan pinjam, toko sembako, apotek atau klinik desa, serta sektor potensial lainnya yang sesuai dengan karakteristik lokal.
βPresiden menargetkan terbentuknya 80.000 koperasi di seluruh desa dan kelurahan Indonesia. Ini adalah gerakan nasional, melibatkan lintas kementerian, tenaga pendamping, serta pengawasan langsung dari Kementerian Koperasi,β tegasnya. Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyambut hangat kunjungan para menteri dan menyampaikan rasa hormat serta apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan desa di Maluku.
βIni bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi simbol nyata dari semangat kolaborasi membangun Maluku dari desa. Kehadiran para menteri menjadi pemacu semangat bagi seluruh elemen daerah,β kata Lewerissa. Ia juga menegaskan bahwa Inpres Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan langkah strategis nasional.
βMelalui koperasi, kita bangun ketahanan pangan, kemandirian desa, dan menjadikan desa sebagai pusat layanan terpadu,β lanjutnya. Koperasi Merah Putih diharapkan akan menyediakan layanan esensial seperti sembako murah, klinik desa, logistik, cold storage, dan sistem keuangan mikro yang adil. Gagasan ini sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045 yang menempatkan desa sebagai basis utama pembangunan nasional.
βDigitalisasi koperasi juga akan didorong untuk memperluas akses pasar dan efisiensi manajemen. Pemerintah daerah akan memastikan pelaksanaan program ini lewat sosialisasi, pengawasan, serta alokasi anggaran yang tepat sasaran,β tutup Gubernur. Koperasi Merah Putih bukan sekadar kebijakan, tetapi representasi tekad bersama membangun ekonomi dari bawahβdari desa untuk Indonesia.( o. l )
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Hari Lansia Nasional, Ambon Perkuat Komitmen Wujudkan Lansia Sehat dan Produktif
2 months ago
Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Persatuan, Ambon Diajak Tunjukan Sportivitas Kepada Dunia
3 months ago
Ambon Bersih Dimulai dari Warga, BNI Serahkan 10 TPS untuk Kota Sehat
3 months ago
Ambon Siapkan Sanksi Tegas untuk Pelanggar Aturan Sampah
3 months agoRekomendasi Untuk Anda
Hubungkan Startup dengan Pegiat Ekosistem Digital, Telkomsel Gelar T-Connext
Widya Kunjungi Bayi Hidrosefalus di Hilap
Pembangunan Command Center Pemkot Ambon Masuki Tahap Akhir