Kunjungi Maluku,Panglima TNI Andika Perkasa Tinjau Vaksinasi Pelajar dan Warga di Lapangan Merdeka Ambon
Kepada pers , mantan KSAD itu menyampaikan , pihaknya mengejar prioritas vaksinasi untuk tercapainya kekebalan kelompok ( Hard imunity ) . "Intinya kita mengejar untuk pencapaian vaksinasi memang teorinya kalau bisa lansia dan anak anak itu termasuk dalam prioritas kita juga " katanya. Menurutnya, organisasi kesehatan dunia ( WHO) mengkategorikan covid -19 varian omicron sebagai varian baru , untuk itu perlu diantisipasi.
Sedangkan untuk lansia harus diberikan perlindungan dini terutama mereka yang memilki komorbid atau penyakit yang tidak menular seperti , diabetes , darah tinggi level , ginjal dan sebaginya. " Walaupun Disni belum masuk , tetapi anak-anak sudah dikawal oleh gurunya dan sekolahnya. Itu berarti gerakan pak walikota bagus sekali , saya ketemu begitu banyak anak sekolah usia 12 sampai16-17 tahun dan 19 tahun banyak sekali dan itu bagus , kebetulan kondisi di masyarakat kita bukan hanya 60 tahun keatas , usia 40 tahun ke atas itu sudah mulai," Ungkapny.
Dirinya mengapresiasi langkah walikota Ambon Richard Louhenapessy dan insan pendidikan di kota Ambon yang telah mengajak anak-anak usia sekolah untuk melakukan vaksinasi . Untuk itu, masyarakat yang memiliki komorbid dan mereka yang beresiko besar menjadi prioritas utama perhatian pemerintah. Lanjutnya , secara teori pelayanan pemberian vaksin ke tiga ( booster) belum dibuka , tetapi bagi masyarakat yang memerlukannya bisa terlayani .
Hal ini mengingat ketersediaan stok vaksin yang masih ada . Dari pada ekspayer ( kadaluarsa ) karena sudah pernah terjadi dibeberapa titik terlanjur ekspayer , sayangkan kalau begitu akhirnya terbuang , jadi lebih baik tidak apa apa toh kita gunakan bagi mereka yang memerlukannya" katanya . Disampaikannya , dengan adanya pemberian vaksin ke tiga akan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus covid 19 ini.
"Kita benar benar berusaha semaksimal mungkin kebetulan Maluku dan Maluku Utara agregatnya ini memang mendekati 50 persen , tetapi sebetulnya lebih banyak ditunjukan ketidakmerataan di pulau- pulau kecil , jadi kita berusaha semaksimal mungkin mengejar target yang diberikan pemerintah , tapi juga yang penting kita tahu bahwa yang diprioritaskan mereka - mereka yang resikonya lebih tinggi " pungkasnya(AT010).
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin TumbangΒ
2 weeks ago
Basarnas Ambon Siap Dukung Keselamatan Pariwisata di Maluku, Pemda Diminta Perhatikan Fasilitas Penunjang
1 month ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
2 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
Jasa Raharja Berpartisipasi dalam Kegiatan Bakti Sosial Polisi Peduli
Seharian Tak Pulang dari Kebun, Jasad Warga Latea Ditemukan di Muara Kali Yala
Danlanud Pattimura Hadiri Seminar Nasional Budaya Safety Keselamatan TerbangΒ
3 Mahasiswa Unpatti Berhasil Dievakuasi Tim SAR Dari Puncak Gunung Banda