Lokalisasi Tanjung Batumerah Resmi Ditutup
Penutupan ditandai dengan pembacaan naskah deklarasi oleh tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Batu Merah. Penyerahan bantuan pemberdayaan bagi tiga Pekerja Seks Perempuan (PSP) secara simbolis. Selanjutnya, penandatanganan deklarasi yang dilakukan Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (RSTS & KPO) Kemensos Waskito Budi Kusomo, Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Forkopimda Kota Ambon dan komponen lainnya.
Ditutup dengan pelepasan burung merpati ke udara. Walikota mengungkapkan, penutupan tempat prostitusi ini merupakan kebijakan secara nasional oleh Presiden yang dijalankan Kementerian Sosial, sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) tidak bisa menghindarinya karen wajib demi kepentingan bersama. Meski dalam prosesnya tidak mudah dan dilewati dengan langkah-langkah persuasif oleh tim terpadu yang dibentuk.
βIni kebijakan nasional. Maka deklarasi bersama dan diteken oleh Kemensos serta LKS daerah. Sebuah kebijakan yang ditempuh pasti ada dampak positif dan negatif.
Kita minimalisir dampak negatif bagi masyarakat. Pemkot tidak tutup mata pasca ini pada PSP warga Ambon dan lingkungan sekitar. Penutupan juga untuk kepentingan pembinan lingkungan anak-anak sekitar.
PSP akan kembali ke daerah asal. Ketrampilan tetap ada bagi mereka disana,β bebernya. Sementara itu, Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (RSTS & KPO) Kemensos Waskito Budi Kusomo mengaku, penutupan lokalisasi prostitusi ini momentum sangat bagus dan sebagai langkah besar kedepan.
Artinya, semakin menuju arah Indonesia bebas prostitusi kedepan. Tentu juga membuat perdagangan orang bisa dihindari. βSemoga saat kembali ke daerah asal, bisa dapat kerja lebih baik dan layak.
Kami akan monitor dan bekerjasama dengan daerah untuk melakukan pembinaan, ketrampilan bagi Pekerja Seks Perempuan (PSP) yang dipulangkan 52 orang itu,β jelasnya. Sedangkan ketua tim terpadu penutupan prostitusi Tanjung Batumerah A. G Latuheru menjelaskan, dari data awal, total ada 110 PSP. 25 orang pramusaji, ada yang sudah kembali ke daerah asal, 13 orang dari Maluku.
Sehingga tersisa kini 52 orang yang akan dipulangkan ke kota asal. βYang PSP asal Jawa Tengah dan Kaltim sudah kembali lebih dulu. Untuk ke Sulawesi Selatan, Makassar sesudah penutupan langsung kembali.
Sisanya besok untuk Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Tengah. Semua kita fasilitasi dengan pesawat dan akan didampingi tim gabungan hingga tiba di daerah asal dan ada penyerahan berita acara pemulangan PSP,β tukasnya. (AT-009)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin TumbangΒ
3 weeks ago
Basarnas Ambon Siap Dukung Keselamatan Pariwisata di Maluku, Pemda Diminta Perhatikan Fasilitas Penunjang
2 months ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
2 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
Rivan A. Purwantono Dikukuhkan Sebagai Wakil Ketua Umum MTI Periode 2022-2025
Pelepasan Kawasan Hutan Di Areal LNG Blok Masela, Kementrian Kehutanan Kunci Akhir
Komisi III DPRD Maluku Dan Pihak Terkait Gelar Rakor Bahas Pasar Mardika
Unit PPA Polres Kepulauan Tanimbar, Ringkus Pelatih Karateka Tanimbar.
Prediksi Zodiak Kamu di Tempat Kerja Minggu Ini 3 Mei 2025