Manullang : Januari 2021, Inflasi Maluku Rendah
"Secara tahunan, pada Januari 2021 IHK Provinsi Maluku tercatat mengalami deflasi sebesar 0,41 persen (year on year/yoy) berada di bawah inflasi Nasional yang tercatat mengalami inflasi sebesar 1,55 persen(yoy) serta di bawah target pencapaian inflasi tahun 2021 yang ditetapkan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Maluku sebesar 3 persen Β±1 perseb (yoy)," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Noviarsano Manullang kepada media di Ambon melalui rilis yang diterima, Rabu (3/2/2021). Menurutnya, Kenaikan tekanan inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang disebabkan oleh naiknya harga komoditas cabai rawit, cabai merah, kangkung, dan ikan cakalang. "Kenaikan harga cabai disebabkan karena kelangkaan pasokan dan kenaikan harga cabai dari daerah sentra di Pulau Jawa, sehingga Provinsi Maluku yang merupakan daerah mengimpor cabai dari Pulau Jawa juga ikut terkena dampak dari kenaikan harga cabai ini," ucapnya.
Selain itu, kenaikan harga pada komoditas kangkung dan ikan cakalang sejalan dengan cuaca buruk yang terjadi di Provinsi Maluku, yang mengakibatkan pasokan untuk komoditas tersebut menjadi terbatas. Ia menambahkan, Tekanan inflasi yang lebih tinggi pada Januari 2021 di Provinsi Maluku tertahan oleh deflasi kelompok transportasi yaitu pada angkutan udara. Hal ini sejalan dengan menurunnya permintaan masyarakat terhadap jasa angkutan udara seiring dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diterapkan Pemerintah Pusat di wilayah Jawa - Bali dan kebijakan tes swab antigen untuk keluar masuk wilayah Provinsi Maluku.
"Berdasarkan Survei Pemantauan Harga yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, harga tiket angkutan udara semakin mengalami penurunan hingga Rp70.000,00 untuk rute penerbangan Ambon-Makassar dan penurunan hingga Rp200.000,00 untuk rute penerbangan Ambon-Jakarta," tambahnya. Untuk itu, pada awal tahun 2021, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku fokus pada aktivitas monitoring klaster hortikultura guna mengetahui kondisi aktual di lapangan yang akan disertai dengan program pelatihan dan pengembangan UMKM. "Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku senantiasa melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis guna memastikan ketersediaan stok bahan pangan dan bahan kebutuhan pokok di wilayah Maluku," tuturnya.
Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Daerah, baik di tingkat Provinsi, Kota dan Kabupaten, guna mengendalikan inflasi 2021 sesuai dengan kisaran targetnya TPID Provinsi Maluku sebesar 3,0 persen Β±1 persen. "Adapun pengendalian inflasi di Maluku dilakukan melalui strategi kebijakan 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif," tandasnya. (AT-009).
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin TumbangΒ
3 weeks ago
Basarnas Ambon Siap Dukung Keselamatan Pariwisata di Maluku, Pemda Diminta Perhatikan Fasilitas Penunjang
2 months ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
2 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
DPD Gerindra Maluku Gelar Halal BI Halal
Gubernur Apresiasi Nisrina di Ajang Putri Remaja Indonesia 2020
Telkomsel, βThe First 5G Operatorβ Telkomsel Resmi Jadi Operator Seluler Pertama yang Menggelar Jaringan 5G di Indonesia
Pemkot Gelar Pembentukan FPK Kota Ambon Tahun 2023
Doa Syukuran, Tagop Beri Santunan Pada Anak Yatim Di Kota Namrole