Pembangunan RSUD dr. Salim Alkatiri Bursel Dimulai, Nilai Proyek Rp157,89 Miliar
Proyek strategis yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Batch 3 tersebut kini mulai dikerjakan dengan nilai kontrak mencapai Rp157,891 miliar. Berdasarkan informasi proyek yang terpampang di lokasi pembangunan, RSUD dr. Salim Alkatiri dibangun di Jalan Kilometer 02, Desa Labuang, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat infrastruktur pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan. Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh Nindya Karya β HEBSA KSO dengan kontrak yang ditandatangani pada 11 Maret 2026. Masa pelaksanaan proyek ditetapkan selama 296 hari kerja, terhitung sejak 11 Maret 2026 hingga 31 Desember 2026.
Dalam papan informasi proyek disebutkan bahwa nilai kontrak pembangunan rumah sakit tersebut mencapai Rp157.891.000.000, termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen. Rumah sakit yang dibangun itu dirancang sebagai fasilitas kesehatan modern dengan berbagai layanan penunjang medis. Berdasarkan site plan dan informasi bangunan yang ditampilkan, fasilitas yang akan tersedia antara lain ruang rawat jalan, laboratorium, radiologi, administrasi, instalasi farmasi, instalasi gawat darurat (IGD), ruang rawat inap, ruang operasi (OK), ruang CSSD, ICU, NICU, PICU, ruang hemodialisa, hingga fasilitas utilitas pendukung lainnya.
Selain gedung utama rumah sakit, proyek tersebut juga mencakup pembangunan berbagai infrastruktur penunjang seperti pekerjaan struktur bangunan, instalasi listrik, sistem tata udara, jaringan air bersih, sistem pengolahan limbah, instalasi gas medis, sistem proteksi kebakaran, area parkir, jaringan telepon, CCTV, hingga pembangunan jalan dan drainase kawasan. Data progres yang tercantum pada papan proyek menunjukkan bahwa hingga saat informasi tersebut dipublikasikan, realisasi pelaksanaan baru mencapai 3,818 persen, sementara rencana pelaksanaan berada pada angka 1,284 persen. Dengan demikian proyek tercatat mengalami deviasi positif sebesar 2,534 persen, dengan sisa waktu pelaksanaan sekitar 209 hari.
Kehadiran RSUD dr. Salim Alkatiri diharapkan menjadi tonggak penting dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Buru Selatan. Selama ini, keterbatasan fasilitas kesehatan rujukan masih menjadi tantangan bagi warga yang membutuhkan pelayanan medis lanjutan.
Dengan pembangunan rumah sakit berstandar modern tersebut, masyarakat nantinya diharapkan dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih lengkap dan memadai tanpa harus dirujuk ke daerah lain untuk mendapatkan penanganan medis tertentu. Pembangunan RSUD dr. Salim Alkatiri juga menjadi salah satu proyek infrastruktur kesehatan terbesar yang saat ini berjalan di Kabupaten Buru Selatan, sekaligus menjadi simbol komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah selatan Pulau Buru. [Nar'Mar] .
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Polres BurseL "Periksa 10 Orang" Terkait Dugaan Galian C Proyek RSUD Salim Alkatiri
9 hours ago
DPO Sejak Maret 2026, Tersangka Kasus Oli Palsu Diduga Pasarkan Produk ke Namrole
19 hours ago
Rp800 Ribu vs Rp65 Ribu per Meter, Ganti Rugi Tanah 1.950 MΒ² di Bursel Dipertanyakan
1 day ago
Warga Namrole Soroti Hewan Berkeliaran di Halaman Kantor Bupati Bursel
3 days agoRekomendasi Untuk Anda
Telkomsel Hadirkan Akses Pengalaman 5G Pertama di Papua
Ungkap Skandal Fee Rp.87 Juta, PB GEMPAR Desak Kejati Usut Plt Kadis Pendidikan Bursel
GAMKI Ambon Siap Tancap Gas, Pemkot Harap Kerja Nyata Pasca Pelantikan
Ambon Menuju Kota Layak Anak, Walikota Tegaskan Komitmen"" Anak Hebat, Indonesia Maju 2045"
Kanwilkumham Maluku Saksikan Penyerahan Sertifikat Tanah Lokasi Kanim TualΒ