Pemkot Ambon Buka Pendaftaran Pengelola Parkir TA 2025, Ini Syaratnya
Dan hari ini dokumen proposal sudah bisa dimasukan hingga Senin (13/1/2025) penutupan, sekaligus mekanisme penutupan pendaftaran itu dihadiri semua penyedia, sehingga tidak ada yang mengatakan bahwa panitia bermain curang,β ungkap Nefi. Dikatakan, ada beberapa persyaratan yang telah disusun oleh tim pemilihan. Persyaratan tersebut tentu tidak keluar dari Permendagri 22 dimana pada pasal 28-30 mengatur tentang kerjasama Pemerintah Kota dengan pihak ketiga.
βSyarat yang pertama terkait dengan personil. Personil harus punya sertifikat atau semacam kursus perparkiran karena Perparkiran ini ada dua yakni On Street dan Off Street. Off Street ini berarti ada didalam, seperti di MCM (Maluku City Mall).
Kalau On Street itu di badan jalan,β ucapnya. Yang kedua, lanjut dia, persyaratan administrasi. Perusahaan harus punya Akta, NIB, KBLI (Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia untuk parkir di badan jalan (on street parking).
Syarat yang ketiga, perusahan harus punya kantor cabang. Apabila perusahan itu berada di luar, maka harus ada kantor cabang di Ambon. Keempat, perusahaan harus memiliki peralatan (contoh; tongkat lampu pengatur lalu lintas), dan yang kelima harus mempunyai pengalaman 1 tahun atau punya pengalaman sub kontrak.
Meski begitu, ia mengaku banyak yang mencoba atau meminta untuk menghapus pengalaman (syarat). Akan tetapi, terkait syarat memiliki pengalaman ini sudah sesuai dengan Permendagri 22 pasal 30 yang mengatur tentang Bonafiditas Perusahaan. βBonafiditas itu tentang bagaimana mengelola perusahaan, laporan keuangan, neraca keuangan, dan sebagainya.
Yang kedua terkait dengan pengalaman. Contohnya pengalaman dia sebagai pengelola parkir. Kemudian yang ketiga Pakta integritas,β katanya.
βNah hal ini yang menjadi Panduan bagi kami panitia untuk memasukannya dalam kerangka acuan kerja itu, sehingga walaupun perusahaan itu dia berada di luar namun punya pengalaman dan kantor cabangnya ada disini maka tidak ada masalah. Kalau tidak sesuai persyaratan tersebut maka tidak bisa karena nanti ada sistem peringkat atau pembobotan dari 3 syarat utama itu,β imbuhnya. Ditanya terkait alasan kenapa fokuskan pengalaman jika memang kesempatan tersebut dibuka bagi anak daerah, Nevi bilang begini.
βSaya mengibaratkan seperti ini, bagaimana kita mau memberikan tanggung jawab kepada seseorang yang basic kerjanya pembangunan jembatan untuk mengelola potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), sudah pasti tidak nyambung,β tutur Nevi. βPerparkiran ini bukan hanya berbicara tentang retribusi, namun didalamnya bagaimana tanggung jawab untuk meminimalisir kemacetan apa lagi ini Ibu Kota Provinsi. Kami butuh penyedia yang mau mengelola parkir itu dengan kepastian sesuai dengan pagu, lalu bisa membantu pemerintah dalam hal mengatasi arus lalulintas yang ada,β pungkasnya.
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI melalui Aiko Health
12 hours ago
Kabut Asap Selimuti Ambon, SD Negeri 75 Passo Terapkan Pembelajaran dari Rumah
12 hours ago
Peringati Hari Pangan Sedunia dan Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Ambon Gelar GPM
1 day ago
Kebakaran Capai 157 Kejadian Sepanjang 2026, Wali Kota Minta Kewaspadaan Ditingkatkan
1 day agoRekomendasi Untuk Anda
Pempus Serahkan Ribuan Sertifikat Tanah kepada Warga SBT dan Buru
Rumah Orang Tua Anggota DPRD Busel Terbakar, Warga Bergotong Royong Padamkan Api
Diduga Tidak Dukun YZN, Kades Kehli Aniaya Warga
384 Penumpang KM. Tidar Port terakhir Di Yosudarso Ambon
7 Hewan di Indonesia yang Jago Menikmati Ketenangan, Bahagia Sendirian