Pertamina: Utamakan Pelayanan kepada Pelanggan dan Tetap Waspada Penyebaran COVID-19 di Maluku Papua
Namun, Pertamina terus meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan seluruh petugas mulai dari penyaluran hingga pelayanan kepada para pelanggan di SPBU untuk mencegah penyebaran COVID-19. Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR VIII PT Pertamina (Persero), Edi Mangun, menyampaikan bahwa Pertamina memastikan stok dalam kondisi aman dan tetap memberikan pelayanan prima kepada para pelanggan serta terus mengantisipasi penyebaran COVID-19 di di 4 provinsi wilayah operasi Pertamina MOR VIII. βStok BBM untuk wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara per Senin (16/03) kami sampaikan dalam kondisi aman, dengan keseluruhan produk memiliki coverage days (ketahanan stok) rata-rata mencapai di atas 20 hari sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait persediaan BBM dan LPG di wilayah Maluku Papua,β ungkap Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR VIII PT Pertamina (Persero), Edi Mangun.
"Saat ini terdapat kurang lebih 426 lembaga penyalur di empat provinsi wilayah MOR VIII yang terdiri dari SPBU Reguler, SPBU Kompak, SPBU Nelayan, hingga AMT yang melayani masyarakat. Pertamina terus berkoordinasi dengan para pengusaha SPBU dan AMT untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan para operator dan konsumen di tengah ancaman COVID-19," ujar Edi di Jayapura. βLangkah yang telah dilakukan saat ini baik untuk para operator maupun pekerja yang berada dalam operasional penyaluran BBM, serta para pelanggan di SPBU adalah dengan memberikan sosialisasi mengenai Virus Corona penyebab COVID-19 dengan spanduk yang dipasang secara bertahap di seluruh SPBU wilayah Maluku Papua,β tambah Edi.
Adapun bagi operator SPBU, Edi menambahkan, upaya preventif yang dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan SPBU adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin setiap hari sehingga operator yang bertugas dalam keadaan sehat dan fit. Selain itu, dilakukan sosialisasi dan kewajiban mencuci tangan dengan sabun antiseptik dan air mengalir secara periodik, penggunaan masker, pelayanan ke konsumen pada jarak yang aman, dan yang terpenting adalah penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). βPertamina berharap agar pelayanan dapat terus dilakukan dengan optimal dan yang utama ialah keselamatan petugas dan para pelanggan dari COVID-19,β tambah Edi.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fajriyah Usman di Jakarta menyampaikan bahwa Pertamina telah mengatur mekanisme penugasan pekerja dalam situasi saat ini. Untuk mengelola risiko penyebaran COVID-19, Fajriyah menuturkan, Pertamina mematuhi arahan Pemerintah untuk dapat mengurangi potensi paparan virus. Berbagai upaya telah dijalankan seperti pengecekan suhu tubuh bagi pegawai dan tamu, pembersihan dan penyemprotan disinfektan di area kerja, penyediaan masker dan hand sanitizer serta monitoring dan deteksi dini bagi karyawan yang telah melakukan perjalanan dinas ke negara lain yang memiliki risiko tinggi.
Menurutnya, setelah dikeluarkannya Surat Edaran kepada seluruh pekerja agar mengurangi aktivitas di luar kantor, menunda keberangkatan ke Luar Negeri serta meningkatkan prilaku hidup sehat, Pertamina juga mengatur mekanisme dan pengelolaan penugasan pekerja, sehingga seluruh proses bisnis perusahaan tetap berjalan baik dan pelayanan kepada masyarakat tetap aman. Sesuai standar perusahaan, telah dilakukan pemetaan jenis pekerjaan tertentu yang tetap harus terus berjalan dan tidak boleh berhenti serta pekerjaan yang dapat dilakukan dari rumah. βPertamina sangat memperhatikan dan berkepentingan untuk mengelola risiko serendah mungkin di seluruh lini operasional Perusahaan terkait dengan potensi penyebaran COVID-19.
Namun Pertamina tetap berkomitmen untuk memastikan dan mengamankan ketersediaan energi nasional, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan meyakinkan kelancaran operasional proses bisnis perusahaan,β imbuhnya. Untuk memastikan kelancaran operasional dan ketersediaan energi, tambah Fajriyah, Pertamina terus memantau dan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait. (AT-009)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Buru Selatan Dapat Tambahan DAU Rp78,16 Miliar, Total Penyaluran KMK 198/2026 Capai Rp80,68 Miliar
3 weeks ago
Dua Laporan Polisi Warnai Polemik Pasar Kai Wait, MOANA LESNUSSA TAK CABUT LAPORAN, Kuasa Hukum Desak Pengusutan hingga Pansus DPRD Bekerja Objektif
1 month ago
Evans Alfons Tanggapi Barbara Joacqualine Imelda Alfons Mengenai Status Ahli Waris dan Putusan Pengadilan
1 month ago
Batu Badaun Legenda Kesetiaan Abadi dari Tanah Maluku
1 month agoRekomendasi Untuk Anda
Sidang Gugatan Penetapan Wali dan Hak Jual Warisan, Hadirkan 2 Saksi Kunci
Pasca Hujan Besar, Personil Detasemen Gegana Satuan Brimob Maluku Gotong Royong Bersihkan Pohon Tumbang
Gubernur Kibarkan Merah-Putih di Perbatasan Indonesia-Australia
Terjadi Gangguan Mesin PLN, Warga Namrole Diminta Sukarela Tebang Pohon
Dokter Boy: Rakyat KKT Butuh Proteksi Menghadapi Era Blok Masela