Properti Mulai Bangkit: Analisis Saham Unggulan SMRA, BSDE, CTRA, dan PWON
Peningkatan ini didukung oleh performa penjualan dari Serpong, Bogor, dan Crown Gading, bersama dengan peluncuran produk terbaru seperti City Hub Commercial dan Cluster Ivora. Rekomendasi: Buy Harga target akhir tahun adalah: Rp 675 per lembar sahamย Analisis Oleh: Arief Machrus, INA Sekuritas 2. PT Bumi Serpong Damai Tbk (VMLINUX BSDE) BSDE mencatat pertambahan pendapatan pemasaran dan penjualan sebesar 9,5% secara tahunan di triwulan I-2025. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh ledakannya penjualan ruko yang naik menjadi 19,2% setiap tahunnya, walaupun penjualan properti hunian hanya meningkat sedikit dengan angka 1,7% per tahun. Permintaan untuk produk BSDE diprediksi akan tetap kuat, berkat kelengkapan proyek-proyek penting seperti mal EastVara, Living World Grand Wisata Bekasi, serta tahap pertama jalan tol Serbaraja yang mempersilakan akses dari BSD City Tahap 3 (Legok) menuju JORR 1.
Rekomendasi: Buy Harga target akhir tahun adalah:Rp 1.200 per lembar sahamย Analisis oleh: Steven Gunawan, KB Valbury Sekuritas 3. PT Pengembangan Ciputra Tbk (CTRA) CTRA telah mengalami pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 66,5% secara year-on-year (yoy) hingga mencapaiRp 669,3 miliar di kuarter I-2025. Walaupun ada penurunan pra-penjualan sebanyak 5% yoy, hal tersebut terjadi karena dasarkan pada basis pendapatan yang sangat tinggi dari tahun sebelumnya serta adanya perlambatan dalam aktivitas penjualan diluar pulau Jawa. CTRA dianggap mendominasi dalam mengambil kesempatan pasar properti pada periode tersebut karena adanya campuran antara harga dan jenis produk yang sesuai, kontribusi pajak pertambahan nilai yang baik, penyebaran wilayah geografis dari proyek-proyek mereka, serta strategi untuk meningkatkan hal-hal tersebut.
Return on Equity (ROE). Rekomendasi: Buy Harga target akhir tahun: Rp 1.600 per lembar sahamย Analisis oleh: Ismail Fakhri Suweleh dan Wilastita Muthia Sofia, PT BRI Danareksa Sekuritas 4. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) PWON melaporkan penurunan prapenjualan sebesar 14% secara tahunan di kuarter I-2025, disebabkan oleh kurangnya launching proyek baru yang berarti. Perusahaan saat ini bertumpu pada pengembangan projek-projek baru menggunakan sumber daya dalam negeri tanpa menambah beban hutang. Keuntungan utama antara tahun 2025-2026 diproyeksikan akan bertambah sebesar kurang lebih 2% setiap tahunnya, didukung oleh pemasukan rutin yang konstan.
Kira-kira delapan puluh persen penghasilan PWON saat ini datang dari bagian tertentu tersebut. recurring income yang diperkirakan akan bertambah sebesarย 7 % CAGR selama tiga tahun mendatang. Rekomendasi: Overweight Harga target akhir tahun: Rp 520 per lembar sahamย Analisis oleh: Henry Wibobo, J. P. Morgan
๐ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
๐ฌ 0 Komentar
๐ญ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Amboian Jukulele Festival 2026 Digelar di Teluk Ambon Baguala, Wali Kota Ajak Generasi Muda Lestarikan Musik Lokal
3 weeks ago
Kantor Inspektorat BurseL Dipalang, Sengketa Tanah dan Bangunan Jadi Sorotan BURSEL, Ambontoday.com
3 weeks ago
Ahli Waris Evans Reynold Alfons: Kami Percaya Pada Hukum, Bukan Opini
1 month ago
Wali Kota Ambon Buka SLCN, Tekankan Keselamatan Nelayan dan Pemanfaatan Teknologi Laut
1 month agoRekomendasi Untuk Anda
Mutu Pendidikan di Bursel Meningkat Peringkat 7 di Provinsi Maluku
Tingkatkan Kepatuhan Masyarakat Tim Pembina Samsat Nasional Bahas Evaluasi Pelayanan Regident dan Kesamsatan
Pemkot Ambon Salurkan Bantuan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT
Satlantas Polres KKT Gelar Operasi "Kasat Mata".