Raker OPD Dinas PUPR Maluku, Wagub Memintah, Membuat Program Jangan Bernuansa Proyek
Rapat kerja yang berlangsung di gedung PKK Maluku, senin (03/02/2020), dihadiri Wakil Gubernur, Barnabas Nataniel Orno, Plt Kadis PUPR Maluku, Muhammad Marassabessy, Kepala BPJN XVI Maluku & Maluku Utara, Jon Sudiman Damanik, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku, Hartono Utomo, Kepala Bappeda Maluku, Djalaludin Salampessy, Kadis PU Kaupaten/Kota, serta 120 peserta raker dari kabupaten/kota. Dalam raker tersebut, Wakil Gubernur, menekankan beberapa hal, diantaranya terkait, program pembangunan bernuansa proyek. Menurutnya, hal ini sering terjadi dalam program maupun kegiatan baik itu ditingkat provinsi, kabupaten/kota, maupun Balai jalan maupun Balai Sungai.
Dimana tujuan utama yaitu untuk mendapatkan keuntungan besar dari proyek tersebut, tanpa melihat kebutuhan di masyarakat. "Untuk itu tidak ada cara lain, saya minta agar membuat program itu bernuansa pembangunan jangan bernuansa proyek. sekedar mengejar-ngejar berapa proyek yang saya dapat, tidak soal besar atau kecil tetapi soal efisiensi dan efektifitasnya bagi masyarakat,"pintanya.
Dirinya juga menyingung soal proyek yang dibangun karena ada kepentingan politik. Dimana daerah yang tidak memberikan suara politik lalu ditelantarkan saja, tanpa ada sentuhan program pembangunan. "Saya pingin kalau kita buat program tidak perlu kalah dimana menang dimana, tidak perlu membeda-bedakan. jangan kita bikin proyek hanya karena pesan kepentingan politik, itu bahaya,"ucapnya.
Dilain sisi, dirinya menyarankan kepada Kadis PU baik ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk membangun koordinasi yang baik dengan Balai Jalan maupun Balai Sungai, sehingga ada konektivitas program. "Jadi tidak ada yang bangun ke barat, ada yang ke timur,"ujarnya. "Selama saya jadi bupati, saya katakan kalau desa maju berarti kecamatan maju, kalau kecamatan maju itu kabupaten maju, kalau kabupaten maju berarti provinsi maju. karena nanti akumulasi kinerja pemda provinsi Maluku sebagai wakil pemerintah pusat itu maju, kalau konektivitas pembangunan terencana dengan baik dan seluruh kabupaten/kota paling tidak signifikan maju berarti membuktikan provinsi maju,"sambungnya Untuk itu, menurutnya pemerintah kabupaten/kota harus mempunyai leading sektor pembangunan, sehingga program dan kegiatan bisa terarah dengan baik. "Jadi selama menjabat Bupati MBD saya mempunyai leading sektor infrastruktur, kemudian kesehatan dan pendidikan. dikarenakan infrastruktur jalan dan jembatan tidak ada, orang sakit biar ada RS dia bisa melahirkan di jalan.
Tapi saya tahu, setiap daerah mempunyai kebutuhannya berbeda-beda, untuk itu harus ada leading sektor yang menjadi prioritas pembangunan,"pungkasnya. (AT/lamta)
đ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
đŦ 0 Komentar
đ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Gubernur Maluku Dorong PTMSI Fokus Pembinaan Atlet Muda dan Perkuat Prestasi Tenis Meja
1 week ago
Gubernur Maluku Jajaki Kemitraan Strategis dengan ASDP, Perkuat Konektivitas Laut Antar Pulau
1 week ago
Jemput Solusi di Kemendagri, Gubernur Maluku Pastikan Sengketa Tapal Batas Malteng-SBB Temukan Titik Terang
1 week ago
Peringati Hari Anak Nasional Ke-42, Pemprov Maluku Dukung Gerakan Nasional RANA
1 week agoRekomendasi Untuk Anda
Kami Manusia Bukan Binatang Untuk Dikandangkan
Kapolres Kepulauan Tanimbar Gelar Giat Quick Wins Bersama Pemuda
DPRD Bursel Gelar Paripurna Hasil Reses dan Pansus Revisi Tatib
Denyut APBD BurseL: Suara Fraksi PPB Menggema di Ruang Paripurna
Tidak Paham Tatib" Anggota DPRD BurseL dari PPP "Bikin Gaduh" Paripurna Istimewa