AmbonToday
Menu Utama

Secara Umum Kondisi Perbankan di Maluku Relatif Stabil

Y

Oleh: Yehuda

Thursday, 18 March 2021 | 19:36 WIT

Bagikan:
Secara Umum Kondisi Perbankan di Maluku Relatif Stabil
AMBON, Ambontoday. com- Secara umum, Kondisi perbankan di Provinsi Maluku masih relatif stabil dan terkendali. Hal ini tercermin dari perbankan di Provinsi Maluku masih tumbuh pada tahun 2020, dengan Total aset perbankan di Provinsi Maluku sebesar Rp23,93 triliun atau tumbuh 3,56% secara yoy, terutama didukung dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 4,05% atau menjadi sebesar Rp15,39 triliun. "Pertumbuhan DPK tersebut terutama berasal dari pertumbuhan produk tabungan sebesar 7,20% (yoy) dengan total nominal sebesar Rp9,24 triliun atau sebesar 60,1% dari total DPK," demikian diungkapkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Maluku, Ronny Nazra kepada media di Ambon melalui rilis yang diterima, Jumat (18/3/2021). Ia mengakui, dari sisi lain, kredit perbankanpun tumbuh sebesar 4,65% secara yoy Desember 2020 atau menjadi sebesar Rp14,90 triliun, sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan DPK sebesar 4,05%. "Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan DPK mencerminkan fungsi intermediasi perbankan di Provinsi Maluku masih sangat baik," akuinya. Lanjutnya, hal ini tidak terlepas dari peran aktif Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Provinsi Maluku yang difasilitasi Kantor OJK Provinsi Maluku dalam mendorong penyaluran kredit kepada masyarakat dan pelaku usaha dalam fase recovery ekonomi ini. Penyaluran kredit perbankan sebagian besar pada kredit konsumtif atau sebesar 68,32% dari total kredit, diikuti oleh kredit produktif sebesar 31,68 % yang terdiri dari kredit modal kerja dan kredit investasi masing-masing sebesar 26,77% dan 4,91%. "Berdasarkan sektor ekonomi, berikut 3 sektor ekonomi terbesar yang dibiayai oleh perbankan, antara lain terbesar diberikan pada sektor ekonomi kepemilikan Peralatan Rumah Tangga-termasuk Pinjaman Multiguna sebesar 35,92% diikuti oleh sektor ekonomi Bukan Lapangan Usaha Lainnya – termasuk kredit ASN sebesar 29,48%, dan sektor ekonomi Perdagangan Besar dan Eceran (19,06%)," jelasnya. Tak hanya itu, Peningkatan kredit secara agregat, diiringi dengan penurunan NPL sebesar 0,05% yoy atau menjadi sebesar 1,10% pada Desember 2020. "Kontribusi kredit produktif yang cukup tinggi, salah satunya merupakan hasil dari program percepatan akses keuangan dalam mendorong akses kredit kepada Pelaku UMKM," tandasnya. (AT-009)

πŸ‘‹ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.

πŸ’¬ 0 Komentar

πŸ“­ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!

Topik Terkait: Ekonomi AmbonToday