Tabur Bunga di Samudra Namrole, Polres Bursel Kenang Jasa Pahlawan dan Pejuang Bangsa
Upacara berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Wakapolres Buru Selatan. Upacara dipimpin oleh Wakapolres Buru Selatan, KOMPOL Syarifuddin, S. Sos, selaku Inspektur Upacara.
Bertindak sebagai Perwira Upacara AKP Donal Ilely, S. H., sedangkan Komandan Upacara dijabat oleh IPDA Denny Kweeniawan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kabag Ops Polres Buru Selatan KOMPOL Rifal Efendy Adikusuma, S.
H., M. H., para Pejabat Utama (PJU) Polres Buru Selatan, personel Brimob Kompi 3 Batalyon A Pelopor, personel Polres Buru Selatan, Bhayangkari Cabang Buru Selatan, serta unsur Perhubungan Laut. Rangkaian upacara diawali dengan laporan Komandan Upacara, penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, pelarungan karangan bunga oleh Inspektur Upacara yang dilanjutkan dengan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur demi bangsa dan negara.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa dan pembubaran pasukan. ___ Kegiatan tersebut diikuti jajaran pejabat utama dan personel Polres Buru Selatan, personel Brimob, pegawai Pelabuhan Namrole, serta Bhayangkari Cabang Buru Selatan yang bersama-sama memberikan penghormatan kepada arwah para pahlawan dan pejuang bangsa. Kelopak-kelopak bunga yang mengapung di permukaan laut seakan menjadi simbol keikhlasan, penghormatan, dan rasa terima kasih atas pengabdian tanpa pamrih yang telah diwariskan kepada generasi penerus. Di tanah Lolik Lalen Fedak Fena, laut bukan sekadar bentangan air yang memisahkan pulau-pulau.
Laut adalah ruang sejarah, tempat para pelaut, pejuang, dan anak negeri menorehkan jejak perjuangan. Karena itu, tabur bunga di Samudra Namrole bukan hanya seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa kemerdekaan dan keamanan yang dinikmati hari ini lahir dari pengorbanan mereka yang rela mengabdikan hidupnya untuk bangsa. Momentum tersebut juga menjadi refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara agar senantiasa meneladani semangat juang para pendahulu dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan latar deburan ombak yang tenang dan angin laut yang berembus lembut, seluruh peserta larut dalam suasana penuh haru. Buru Selatan seakan menitipkan doa melalui samudranya, agar jasa para pahlawan tidak pernah tenggelam oleh waktu. Peringatan HUT Bhayangkara melalui prosesi tabur bunga ini menjadi simbol bahwa pengabdian sejati tidak pernah berakhir.
Sebab, selama laut masih memeluk pesisir Namrole dan ombak terus menyapa pantainya, semangat perjuangan para pahlawan akan tetap hidup, mengalir bersama samudra, menjaga negeri, dan menginspirasi setiap langkah pengabdian Bhayangkara kepada masyarakat. [Nar'Mar] .
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Polres BurseL "Periksa 10 Orang" Terkait Dugaan Galian C Proyek RSUD Salim Alkatiri
11 hours ago
DPO Sejak Maret 2026, Tersangka Kasus Oli Palsu Diduga Pasarkan Produk ke Namrole
22 hours ago
Rp800 Ribu vs Rp65 Ribu per Meter, Ganti Rugi Tanah 1.950 MΒ² di Bursel Dipertanyakan
1 day ago
Warga Namrole Soroti Hewan Berkeliaran di Halaman Kantor Bupati Bursel
3 days agoRekomendasi Untuk Anda
Pekan Depan Fakultas HuKum UNPATTI Kerjasama Dengan Fakultas Hukum UnlesaΒ
Maluku βPeringkatβ II Nasional Ketidakcukupan Gizi Masyarakat
Ini Pernyataan Ketua DPRD Terkait PAW Aleg Asal PKP
Feninlambir : Kami Menghargai Perintah Pengadilan