Ambon, Ambontoday.com- Ketua Bidang Organisasi DPP Hanura, Siswadi resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Maluku, untuk mempersiapkan dan melaksanakan kembali Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Hanura Maluku, yang direncanakan pada 21 Maret pekan depan.
Pembukaan pendaftaran bakal calon Ketua DPD Hanura Maluku, ini juga telah dibuka sejak kemarin, yakni 16- 20 Maret 2022 pukul 17.00 WIT, sesuai kesepakatan DPD Hanura Maluku beserta 11 DPC kabupaten/kota di bumi Para Raja-raja ini.
Kepada wartawan, Selasa (16/3/2022), Siswadi menjelaskan, Musdalub DPD Hanura Maluku yang sebelumnya dilaksanakan pada 5 November 2021 lalu di Hotel Marina, telah terjadi deadlock hingga hasilnya dikembalikan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura di Jakarta.
Dan sesuai hasil evaluasi DPP, telah disimpulkan bahwa Musdalub DPD Hanura Maluku harus dilakukan ulang dengan membentuk Plt Ketua DPD Hanura Maluku.
“Saya resmi ditunjuk DPP sebagai Plt Ketua DPD Hanura untuk mempersiapkan dan melaksanakan kembali Musdalub DPD Hanura Maluku yang direncanakan 21 Maret 2022. Dan proses pembukaan sudah mulai dibuka hari ini (kemarin) sampai tanggal 20 Maeret 2022 pukul 17.00 WIT ditutup,” tegas Siswadi.
Sesuai pasa 52 pada AD/ART Partai Hanura, sambung dia, Ketua Umum Hanura memiliki hak diskresi untuk menunjuk Ketua DPD Hanura Maluku. Namun hal itu tidak dilakukan, lantaran ingin agar Ketua DPD Hanura Maluku yang terpilih benar-benar merupakan cerminan kedaulatan bagi DPC-DPC yang ada. Yakni Ketua DPD terpilih benar-benar didukung sebagian besar DPC Hanura di 11 kabupaten/kota.
“Pelaksanaan Musdalub nanti juga akan berlangsung di tempat yang sebelumnya yaitu di Hortel Marina. Dan kita sedang mempersiapkan administrasi, terutama mengirim surat ke DPP untuk meminta persetujuan dilaksanakan Mudalub.
Disinggung terkait dugaan kecurangan pada Musdalub DPD Hanura Maluku 5 November 2021 lalu, Siswadi mengaku, dirinya tidak melihat soal dugaan terjadi pelanggaran. Tetapi bagaimana aspirasi sebagian besar dari para kader di DPC yang diperhatikan.
“Saya juga tidak mau menyalahkan panitia pelaksana Musdalub kemarin. Tapi yang jelas kita mau menyempurnakan. Sehingga diharapkan Ketua DPD Hanura Maluku yang nantinya terpilih, benar-benar kader terbaik Hanura di Maluku. Sehingga proses verifikasi KPU yang sudah dekat, ini bisa terselesaikan juga dengan baik,” tegasnya.
Terkait dugaan Calon Ketua DPD Hanura Maluku pada Musdalub sebelumnya yakni Mus Mualim yang diduga telah berpindah dan mendaftar sebagai Ketua DPW Partai Ummat Maluku, Siswadi juga menegaskan, bahwa yang bersangkutan telah dinyatakan mundur dari Partai Umat pada saat mengikuti Musdalub Hanura pada 5 November 2022 lalu.
Dan kali ini, Panitia yang dibentuk akan benar-benar serius dalam proses seleksi para bakal calon hingga calon ketua DPD Hanura Maluku, untuk nantinya melahirkan Ketua DPD Hanura Maluku terbaik.
“Panitia dan DPD telah sepakat, dan kita beri ruang bagi para kader untuk mendaftar sebagai bakal calon. Kemudian diseleksi lagi sebagai calon ketua oleh panitia, sesuai peryaratan umum dan khusus yang telah diatur dalam Peraturan Organisasi (PO) nomor 01 tahun 2020,” terangnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan Musdalub DPD Hanura Maluku ini untuk melakukan konsolidasi terkait persiapan verifikasi di KPU jelang Pemilu 2024 mendatang. Bahkan dirinya optimis, dengan kekuatan DPD dan DPC-DPC, serta 5 kursi di DPRD Maluku hingga 25 kursi di DPRD Kabupaten/kota, Hanura Maluku akan lolos verifikasi menuju Pemilu 2024.
Sementara terkait persyaratan khusus dan umum bagi calon ketua DPD Hanura Maluku, yakni perlu mendapatkan dukungan minimal 20 persen dari DPC dan mendapatkan rekomendasi dari DPP Hanura.
“Jadi Hanura Maluku ini cukup eksis, dan diharapkan dibawah kepemimpinan yang baru nanti, dapat melakukan konsoilidasi pada semua kader, untuk nantinya mendongkrak suara di 2024 nanti,” harap Siswadi.
Sementara itu, Ketua DPC Hanura Maluku, Sulaiman Opier menambahkan, dirinya mewakili 9 DPC yang ada, telah mengikuti pertemuan terkait pelaksanaan Musdalub DPD Hanura Maluku yang telah disepekati bersama untuk dilaksanakan pada 21 Maret 2022 nanti.
“Alhamdulillah, atas berkat Tuhan, DPP telah mengambil satu keputusan untuk dilaksanakan lagi Musdalub. Dan hari ini (kemarin) juga telah ditunjuk Plt Ketua DPD yaitu pak Siswadi untuk memimpin Musdalub nanti. Harapan kami, semoga dengan Musdalub DPD Hanura Maluku ini, bisa melahirkan Ketua DPD Hanura Maluku yang definitif. Sehingga kita bisa menghadapi proses verifikasi dengan baik untuk menghadapi Pemilu 2024 mendatang,” pintanya.
“Dan semoga Musdalub ini terlaksana sesuai dengan AD/ART Partai Hanura dan PO atau instruksi lainnya yang telah ditetapkan DPP. Dan semoga ini menjadi yang terakhir dinamika pada Partai Hanura Maluku,” tutup Sulaiman.
Data yang dimiliki media, pada Musdalub DPD Hanura Maluku yang sebelumnya berlangsung di hotel Marina Ambon sejak 5-7 November 2021 lalu, ada tiga calon ketua DPD Hanura Maluku yang berproses. Diantaranya Achmad Ohorella selaku Ketua DPC Hanura Kota Ambon, Ronny Sapulette dari pengurus DPP Hanura, serta Mus Mualim yang merupakan Bendahara DPD Hanura Maluku.
Namun dari Musdalub tersebut, 9 DPC kabupaten/kota memberikan dukungan penuh kepada Achmad Ohorella namun tidak mendapatkan rekomendasi DPP. Sementara rekomendasi DPP jatuh pada dua nama yakni Mus Mualim dan Ronny Sapulette. Namun keduanya tidak mendapat dukungan minimal 30 presen dari DPC.
Bahkan untuk Ronny sendiri, dikabarkan tidak memenuhi salah satu syarat, yakni tidak berdomisili di Kota Ambon. Sementara Mus Mualim diduga telah terdaftar sebagai salah satu pimpinan Partai Ummat untuk wilayah Maluku.
Alhasil, Musdalub tersebut ricuh hingga nyaris adu jotos. Lantaran telah deadlock, hasil Musdalub kemudian dikembalikan ke DPP untuk diputuskan. (AT-009)




















