Saumlaki, ambontoday.com – Sebuah rekaman suara yang berisi desakan agar dilakukan audit terhadap pengelolaan keuangan di PT PDAM Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) beredar luas di tengah masyarakat.
Dalam rekaman tersebut, terdengar seorang sumber yang diduga merupakan suara Devota Rerebain. Ia menyinggung adanya dugaan penyalahgunaan anggaran oleh oknum di PDAM yang diduga mengarah kepada Direktur PDAM Sony Hendra Ratisa yang disebut dengan gegara 02 atau WIL, disebut-sebut rela menghabiskan puluhan juta rupiah dari kas perusahaan daerah milik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar itu.
Rekaman suara tersebut juga diduga ditujukan kepada Direktur PDAM Tanimbar, Sony Hendra Ratissa, terkait desakan agar dilakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan keuangan di perusahaan daerah tersebut.
Dalam potongan rekaman itu, sumber menegaskan pentingnya audit terhadap PDAM.
“Makanya tekan sudah supaya pemeriksaan PDAM,” ujar sumber dalam rekaman suara yang beredar tersebut.
Tak hanya itu, dalam rekaman tersebut juga disebutkan bahwa pihak Pemuda Katolik berencana melakukan aksi demonstrasi untuk mendesak dilakukannya audit terhadap pengelolaan keuangan PDAM Tanimbar.
Sumber itu bahkan mengaku telah melaporkan dugaan tersebut kepada pihak yang lebih tinggi, namun menurutnya tidak mendapat respons serius.
“Beta tunggu ee beta tunggu, karena beta deng dia sekarang su hancur gara-gara 02. Dia cake (makan) anggaran di kas besar PDAM sana, dua tiga hari itu bisa sampai 60 juta. Beta su lapor di atas, tapi dong pung orang jadi dong lia begitu saja,” ungkapnya dalam rekaman tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa setelah perayaan Paskah nanti, sejumlah anggota Pemuda Katolik disebut akan melakukan tekanan agar kasus tersebut ditindaklanjuti.
“Nanti habis Paska baru anak-anak Pemuda Katolik hajar dia. Makanya tekan bilang pemeriksaan soal PDAM itu,” lanjut sumber tersebut dalam rekaman.
Menanggapi Hal itu Direktur PDAM KKT, Sony Hendra Ratisa ketika dikonfirmasi mengaku meski tak secara langsung menuding dirinya namun hal ini perlu diluruskan agar publik mengetahui kepenanranya.
“Pertama sesuai berita ini secara langsung tak ditujukan ke saya selaku Dirketur PDAM. Namun perlu diingat pengelolaan kekurangan di PDAM Tanimbar bukan hal yang mudah bisa diperintahkan langsung oleh Direktur,” ujar Ratissa
Menurutnya uang yang mesti dikeluarkan melalui berbagai tahapan mulai dari perencanaan hingga terakhir baru sampai ke tangan Direktur.
“Yang jelas, setiap rupiah yang keluar dari kas PDAM melalui perencanaan dan proses secara berjenjang dari meja ke meja baru kemudian sampai ke meja Direktur PDAM. Jadi tak segampang itu mengambil uang untuk kepentingan pribadi apalagi nilainya puluhan juta,” Tandas Ratissa
Lebih lanjut ia mengaku, Anggaran di PDAM ketika bayar gaji hingga pensiunan saja kas langsung kosmu hampir tak tersisa, bagaimana mungkin bisa seseorang yang bukan bagian dari PDAM harus menuding seperti itu.
“Bayar gaji 200 juta lebih, Listrik 100 juta lebih, Pensiun dan lain lain saja yang di kas langsung ludes. Bagaimana bisa kami dituding gunakan uang untuk kepentingan pribadi dan bernilai puluhan juta? Aneh!,” Cetus Ratissa
Mengenai permintaan Audit Ratissa mempersilahkan pihak berwenang untuk melakukannya. Karena bagi dia, per tiga bulan selalu melaporkan kondisi PDAM ke Pemda sebagai pemilik modal dan bahak sampai audit tahunan.
“Soal Adit silahkan saja. Kami tak pernah menolak sebab setiap tiga bulan kami lakukan pertanggungjawaban kepada Pemda sebagai pemilik modal dan setelah itu pada tahunan berjalan juga dilakukan audit oleh Konsultan Akuntan Publik hingga BPKP.
Bahkan saat ini mestinya sudah dilakukan namun karena bertepatan bulan puasa sehingga bakal dilakukan audit untuk seluruh BUMD PDAM di maluku termasuk Tanimbar setelah Lebaran nanti ,” bebernya (AT/Tim)



















Komentar