Saumlaki, ambontoday.com – Kepengurudan erakan Ingat Selamat Layar Indonesia (GISLI) resmi dilantik oleh ketua umum Irjen. Pol (P) Drs. Mudji Waluyo, S.H., M.M di Pelabuhan Perikanan Perintis Ukurlaran SMPT Ukurlaran Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis, (2/10/2025).
GISLI Kepulauan Tanimbar yang diketuai oleh Oce Feninlampir, akan menjadi suatu kemajuan besar bagi para nelayan di Kepulauan Tanimbar, hal ini disampaikan oleh Ketua Umum GISLI, mengingat infrastruktur penunjang semakin dilengkapi pihak Pemerintah maupun pihak ketiga.
Dimana komitmennya dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang mengutamakan keselamatan maritim. Komitmen ini diwujudkan melalui serangkaian kegiatan kolaborasi multi-pihak di Kepulauan Tanimbar dengan tema “Peningkatan Keselamatan Maritim dan Kesehatan melalui Kolaborasi Multi-Pihak.
Kepada awak media, Ketua Umum GISLI., Irjen. Pol (P) Drs. Mudji Waluyo, S.H., M.M., menjelaskan maksud dan tujuan pelantikan ini ialah untuk meningkatan keselamatan maritim dan kesehatan melalui Kolaborasi Multi-Pihak yang bertujuan mendukung pembangunan perikanan berkelanjutan dan pemberdayaan Masyarakat di Kepulauan Tanimbar Saumlaki 2025.

“Tanimbar dalam hal ini Saumlaki sebagai Pusat Pertumbuhan Strategis, Penguatan infrastruktur di Saumlaki didukung oleh investasi strategis. Fasilitas Cold Storage yang diresmikan l, dimana PT Indo Ocean Fisheries (IOF), yang didirikan oleh Bapak Hengki Wijaya sebagai support system Proyek Kerja Sama Antara PT Pacific Blue Marlin (PKS). Kerja sama PKS ini melibatkan perusahaan go public Zhuhai Hongwan Fisheries Co., LTd. dan perusahaan BUMN China Gree Group untuk berinvestasi dalam bidang Kelautan dan Perikanan di Indonesia,” ujar Waluyo.
Lanjutkan, Kerja sama investasi berskala internasional ini disaksikan dan didukung penuh oleh dua tokoh penting nasional: Bapak Djauhari Oratmangun (Putra Daerah Tanimbar, saat ini menjabat Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia), dan Bapak Rosan Roeslani (Menteri Investasi/BKPM). Bapak Djauhari Oratmangun, yang dibesarkan di Kepulauan Tanimbar, dikenal aktif dalam memperjuangkan investasi asing dan promosi potensi Saumlaki kepada mitra Tiongkok.
Dimana, Qrima Melati Davey. Dalam rangka meningkatkan keselamatan dan kesehatan, GISLI secara simbolis menyerahkan jaket keselamatan dan tensimeter digital kepada pengurus yang baru dilantik. Hal ini penting mengingat kurang dari 50% nelayan belum memiliki akses memadai terhadap jaminan kesehatan dan kurang dari 71% belum terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Tujuan utama GISLI adalah mengoptimalkan pemantauan dan pemeliharaan kesehatan ABK dan nelayan secara komprehensif, serta
menurunkan angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
“Dengan adanya GISLI di Tanimbar, dapat mengoptimalkan pemantauan dan pemeliharaan kesehatan Awak Kapal Perikanan (ABK) dan nelayan secara komprehensif. Peran GISLI juga untuk menurunkan angka kejadian kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, serta meningkatkan cakupan dan akses janminan kesehatan dan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi ABK dan nelayan,” kata Waluyo.

Ia menambahkan, GISLI sendiri memiliki tujuan dan fokus utamanya pada peningkatan keselamatan dan kesehatan. Hal ini penting mengingat kurang dari 50 persen nelayan memiliki akses memadai terhadap jaminan kesehatan dan sekitar 70 persen belum terdaftar dalam jaminan sosial ketenaga kerjaan.
Mantan Kapolda Maluku ini juga menuturkan, program penting GISLI yakni pemberdayaan perempuan pesisir dengan meningkatkan peran istri nelayan menjadi quality control (QC).
“Program ini mendorong perempuan pesisir sebagai agen perubahan dan mendorong ketahanan ekonomi negara,” tuturnya.
Pada giat ini pula, dilakukan launching PT. Indo Ocean Fisheries dan Cold Storage. Dimana keberadaan infrastruktur perikanan di Saumlaki menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. Mengingat status Saumlaki sebagai pusat pertumbuhan kawasan perbatasan dan pusat kegiatan strategis nasional.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Perdagangan RI Moses Amukwaman Ratusa Buarlele, meyakini bahwa dengan kehadiran GISLI dan PT Indo Ocean Fisheries dan Cold Storage di Tanimbar, maka akan mendorong tingkat pendapatan daerah dan masyarakat.
“Saya yakin sinergitas GISLI dan PT. Indo Ocean Fisheries dan Cold Storage ini, akan meningkatkan PAD Tanimbar dua hingga tiga tahun mendatang,” ucapnya.
Keyakinan ini, lantaran ada Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Tanimbar yang menjadi pusat bisnis kelautan dan perikanan terpadu yang mengintegrasikan seluruh proses bisnis dari hulu ke hilir.
“Karena ada SKPT ini, maka tenaga kerja terserap, bagaimana perputaran uang dari trending, bagaimana pengiriman ikan. Semoga Pemda bisa bersinergi dengan Kementrian KP sehingga akhirnya KKT bisa ekspor ikan ke China,” tandas Moses.
Hengki Wijaya, kepada awak media menegaskan, Tanimbar secara kelayakan dalam bidang eksport ikan sangat siap, dimana, kontener friser sebanyak 50 buah telah siap untuk menjadikan port Saumlaki sebagai pelabuhan eksport ikan ke seluruh negara, karena potensi dan kualitas ikan di Tanimbar sangat menjanjikan. (AT/BT)


















