Saumlaki, ambontoday.com – Menyikapi kondisi saat ini yang terjadi di kepulauan tanimbar dengan begitu maraknya OKP-OKP yakni GMKI, GMNI serta kelompok-kelompok yang menamakan diri mereka adalah kelompok anti korupsi dan lain-lain, melakukan aksi demonstrasi dengan mengatasnamakan masyarakat tanimbar. Lalu menyerang pemerintahan saat ini. Hal ini telah terjadi beberapa bulan belakangan ini menyebabkan masyarakat bertanya-tanya ada apa gerangan dengan pemerintah saat ini hingga membuat OKP selalu melakukan aksi.
Melihat hal ini sering terjadi di daerah yang berjuluk Bumi Duan Lolat ini membuat ketua Carateker Pemuda Katolik Komisariat Cabang kepulauan tanimbar Gilang Kelyombar yang juga merupakan sala satu pengurus di Komisariat daerah maluku melalui relis yang diterima ambontoday.com mengkritisi kritikan dari GMKI cabang KKT, GMN yang tergabung dalam kelompok cipayung.
Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda yaitu sebuah organisasi beranggotakan pemuda–pemuda sebagai wadah pembinaan calon pemimpin masa depan melalui pembentukan mental dan karakter yang berkualitas serta turut ikut dalam mengusahakan sebuah pembangunan bagi bangsa dan daerah ini. Namun keberadaan dan sosok OKP yang maju, berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing merupakan harapan yang hendak diraih ditengah permasalahan dan potensi yang melingkupi para pemuda.
Lanjutnya, Keberadaan OKP memperoleh tempat proporsional sebagai pemangku kepentingan (stakeholder ) saya berharap di masa mendatang kita yang selama ini sudah berkiprah dan tumbuh besar di dalam OKP benar-benar mampu memainkan peran strategis sebagai kekuatan moral (moral force), pemerhati sosial (sosial control), dan agen perubahan (agent of change).
Sebagai pembantu kontrol kebijakan pemerintah, maka dari itu pemuda atau OKP ini sering disebut Agent Social of Change. Bukan sebagai alat yang dipakai oleh OKNUM-OKNUM, atau kelompok-kelompok tertentu yang karena benci dan tidak suka dengan pemerintahan ini akhirnya memakai kita OKP sebagai alat untuk menggapai tujuan mereka.
Dari cara-cara maupun pergerakan yang sudah dilakukan selama ini oleh teman-teman OKP ia menduga ada oknum-oknum yang sengaja memakai mereka untuk melancarkan aksi demo untuk merongrong pemerintahan saat ini demi menggapai tujuan mereka. Ketidakpuasan mereka hanya karena rasa dendam semata dan rasa tidak suka atas kepemimpinan seorang Bupati Petrus Fatlolon. Padahal kita sama-sama tau pemerintahan saat ini sudah membuka ruang selebar mungkin dengan tujuan untuk ada ruang dialog dan saling bertukar pikiran dan gagasan agar bersama sama membangun daerah ini.
Suksesnya pembangunan di daerah ini tidak bertumpu hanya pada seorang bupati Petrus Fatlolon, tapi suksesnya pembangunan daerah ini maupun visi misi seharusnya menjadi tanggung jawab dari semua perangkat OPD maupun dinas badan terkait, pertanyaannya apakah visi serta misi dari bupati Petrus Fatlolon maupun wakil bupati Agustinus Utuwaly sudah terimplementasi oleh dinas badan terkait?? Karna visi serta misi dari bupati maupun wakil bupati bisa sukses dan tercapai kalau para pejabat dinas badan terkait bisa menjalankan semua program itu dengan amanah dan tanggung jawab, begitu pun semua program pemerintah daerah ini bisa tercapai dan sukses kalau dijalankan dan diemban oleh orang yang tepat dan punya kemampuan serta skil yang mumpuni. Tapi jika program dan dan visi misi itu dijalankan oleh pejabat yang hanya asal bapak senang atau karna hanya kepentingan pribadi semata maka otomatis visi serta misi dan semua program pemerintah daerah ini akan berjalan dengan masalah. Ini lah yang mengakibatkan para oposisi mencari celah untuk merongrong pemerintahan ini.
“Saya sebagai ketua caretaker dan juga sebagai anak yang lahir di bumi duan lolat ini meminta dengan tegas kepada Bapak Bupati Petrus Fatlolon untuk jangan terlalu mendengar para ahli ahli pembisik yang nantinya mereka sendiri yang akan menghianati dan menjerumuskan bapak bupati di dalam jurang yang dalam” ujarnya.
Ia mempertegas buat bupati bahwa hari ini oknum-oknum yang berada di sekeliling bapak mereka hanya membutuhkan pengasihan dari bapak untuk memenuhi saku-saku pribadi maupun jabatan mereka, mereka pun tidak akan pernah peduli dengan kondisi dan situasi saat ini padahal di belakang bapak bupati banyak sekali yang sudah menusuk bapak tanpa bapak sadar. Untuk itu kami bertanggung jawab menyampaikan hal ini buat bapak agar secepatnya bapak bisa mengambil langkah di sisa kepemimpinan bapak ini untuk secepatnya melakukan pergantian terhadap para pimpinan OPD maupun dinas badan yang tidak profesional mengakibatkan banyak pihak yang saat ini menyoroti dan menyerang pemerintahan yang bapak pimpin. Dan fakta itu telah terjadi selama ini, dirinya punya keyakinan dia saat pak bupati mengakhiri masa tugas nanti bapak akan melihat mereka-mereka yang selama ini ada di sekeliling bapak bupati akan mengkhianati dan meninggalkan bapak.(AT/Sony)





















