Ikuti Pekan Pancasila 2023, Ini Pesan Walikota Ambon

Spread the love

Ambon, ambontoday.com- Penjabat Wali Kota Ambon mengikuti kegiatan Pekan Pancasila 2023 di ruang Vlisingen , Rabu (6/9/2023).

Kegiatan ini digelar oleh Kodim 1504 dalam rangka meningkatkan dan menguatkan dasar-dasar Pancasila kepada seluruh komponen bangsa di daerah.

Peserta yang hadir meliputi para personil TNI dan berbagai lapisan elemen masyarakat.

Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena memberikan apresiasi terhadap kegiatan pekan Pancasila.

“Saya mengajak semua untuk berperan aktif dalam melakukan berbagai kegiatan termasuk sosialisasi yang dilakukan di saat ini,bersama ada toko adat, toko masyarakat ,toko agama, mahasiswa, akademisi dan jajaran birokrasi serta TNI dan Polri,”ungkapnya.

Menurutnya semua elemen masyarakat harus terus menjaga ,merawat dan memelihara Pancasila sebagai suatu satunya ideologi negara.

“Dengan cara menjadi teladan dan contoh dalam aktualisasikan nilai-nilai pancasila serta meningkatkan semangat kebersamaan dalam membela negara dan membangun bangsa,”ungkapnya.

Menurutnya bangsa ini akan kuat dan besar apabila semua mampu mengambil peran untuk menjadikan bangsa ini lebih maju.

“Semangat bela negara kita akan mampu mewujudkan negara Indonesia yang berdaulat ,mandiri dan berkepribadian serta berlandaskan gotong royong,”tandasnya.

Sementara itu Asisten Teritorial TNI dalam sambutannya yang dibacakan Sahli Tkt II Bid. Sosbud Panglima TNI, Brigjen TNI (Mar) Novarin Gunawan, S.E., M.M.S,.M.Tr (Han) mengatakan pancasila harus menjadi pemersatu bangsa dan tidak boleh mematikan keanekaragaman yang ada di Bhinneka Tunggal Ika.

” Nilai-nilai luhur didalam setiap butir Pancasila di implementasikan melalui partisipasi masyarakat di dalam terselenggaranya kehidupan berbangsa dan bernegara dalam melanjutkan pembangunan regional,”pungkasnya (AT-009)

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.