Koramil 1507-03 selaru Bersama Puskesmas Selaru Gelar Giat Gerakan Swery Stunting

Spread the love

Saumalki, ambontoday.com – ewujudkan tanimbar bersih dari stunting kembali dilakukan Koramil 1507-03 Selaru dan puskemas setempat usai dilaunching oleh Penjabat Bupati Tanimbar Danile Indey beberapa waktu lalu.

Bertempat di Desa Fursuy Kecamatan Selaru Kabupaten Kepulauan Tanimbar Koramil 1507 – 03 Selaru yang bekerja sama dengan Puskesmas Lingat Tema lanjutkan Visi Pemda dalam menuntaskan stanting di tanimbar khususnya selalu dengan tema ” Penuhi Kebutuhan GIzi Cegah Sunting ” berlangsung di Gedung Balai Desa Metanleru Fursuy, Jumat (17/2).

Dalam Sambutan Danramil 1507 – 03 Selaru Lettu Inf D. Seleky menjelaskan jika salah satu hal meningkatnya stunting karena kekurangan gizi kronis pada awal, kurangnya perhatian orang tua dalam melihat angka gizi pada anak.

“Stunting adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada masa awal kehidupan anak. Risiko dari masalah stunting terbilang wajib waspadai karena akan mempengaruhi tumbuh kembang anak secara langsung, sekarang maupun dalam jangka panjang.

Anak yang tumbuh menghadap masalah stunting akan mengalami gangguan perkembangan otak pengaruhnya terlihat pada kemampuan kognitif si kecil. Mereka cenderung sulit mengingat, menyelesaikan masalah,dan tersendat dalam aktivitas yang melibatkan kegiatan mental atau otak.

Pertumbuhan kognitif yang lambat dalam kemudian hari bisa mengakibatkan anak mengalami penurunan fungsi, intelektual,kesulitan memproses informasi serte susah berkomunikasi. ini tentu mempengaruhi proses belajar anak di sekolah di rumah,sekaligus membuat mereka kesulitan bergaul serta bermain dengan rekan sebaya.” Ungkap Danramil

Lebih lanjut ungkap Danramil, Gejala paling umum ialah bertubuh pendek dari anak seusianya dan mudah lelah.

“Perkembangan tubuh anak otomatis lebih lambat dari anak-anak seusianya. Ciri pendek adalah salah satu ciri anak menginap masalah stunting. Kekurangan gizi kronis akan mengakibatkan pertumbuhan otot. Anak stunting terlihat juga akan lebih mudah lelah dan akan selincah anak pada umumnya. Dampaknya,anak memiliki risiko besar obesitas dan sulit mengerjakan kegiatan dasar sehari-hari.” Tandas Danramil

Baca Juga  Mercy CH Barends,ST, Sosialisai 4 Pilar Kebangsaan di Kampus Lelemuku Saumlaki

Dikataknya, ” apabila buah hati mengidap masalah stunting, kekebalan tubuh anak terbilang lebih rentan. anak muda terserang penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteriatau virus. Karena daya tahan tubuh mereka, proses penyembuhan anak stunting menjadi lebih lama jika dibandingkan dengan anak pada umumnya.

kondisi stunting tidak dirasakan hanya pada sewaktu kecil tapi dampaknya akan terasa pada saat dewasa. Hasil riset mengatakan bahwa anak stunting meningkatkan risiko menjadi diabetes saat sudah dewasa.pasalnya, kekurangan gizi pada saat masa pertumbuhan akan mengganggu sistem horminal insulin dan glukagon pada pankreas yang mengatur keseimbangan dan metabolisme glukosa. akibatnya keseimbangan gula darah akan lebih cepat terganggu dan tubuh mudah membentuk jaringan lemah pada saat anak dewasa.” Ujarnya lagi.

Lebih lanjut ajak Danramil, anak-anak stunting lebih tinggi mengidap penyakit degeneratif. seperti kanker,diabetes dan obesitas, Saat ini mengakibatkan kebutuhan zat gizi mikro dan makro dalam tubuh tidak terpenuhi secara maksimal sehingga pembentukan sel tubuh dan lainnya tidak sempurna. Untuk Itu, Orang tua juga dapat memberikan susu pelengkap nutrisi anak seperti ngetren junior, dengan 50% foto yang tinggi serta sistem amino asensial. nutrien junior juga memiliki manfaat omega 3,6 dan DHA untuk mendukung perkembangan otak anak. Junior juga dapat memberikan kepada anak usia1-10 tahun untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian mereka.

stunting juga dapat dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan menerapkan gaya hidup sehat. Orang tua juga dapat sarankan melakukan pemeriksaan ke dokter secara berkala. Stunting pada anak sejak dini untuk kebaikannya di masa depan.peran orang tua adalah kunci utama anak mendapatkan nutrisi terbaik serta dapat tumbuh sesuai potensi maksimal mereka.” Ajak Danramil

Baca Juga  BPJS Kesehatan Gelar FGD Bersama Pengawas Ketenagakerjaan

Selain itu dalam giat Swery stunting Danramil dan Kapus memaparkan Poin – poin dalam disosialisai tersebut yakni, Kebutuhan gizi sejak hamil, Beri gizi sejak bayi 6 bulan, Dampingi ASI Eklusif dengan MPASI Sehat, Terus memantau tumbuh kembang anak, Selalu jaga kebersihan lingkungan bagi warga diantaranya 13 ibu hamil dan 12 balita yang hadir. (AT/RM)