Saumlaki, ambontoday.com – Purnawirawan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Malaki Labobar (71) dilaporkan hilang oleh Ibu Rika Luarwan (istri), Sabtu, (6/12/2025), ke Pemerintah Desa Kelaan, Kecamatan Tanimbar Utara (Tanut), Kabupaten Kepulauan Tanimbar, bahwa suaminya ke Kebun hingg sore hari belum juga pulang.
Pemerintah Desa melalui Kepala Desa Henrison Baulu menyedihkan berita kehilangan kepada seluruh masyarakat Desa, dalam bentuk pemberitahuan sekaligus perintah, untuk proses pencarian di hutan yang dibantu oleh Babinsa Kelaan Yansen Bembuain.
“Proses pencarian dilakukan hingga pukul, 18.30 WIB, namun tidak ditemukan,” singkat Baulu.
Lanjutan pencarian hari kedua juga tidak berhasil menemukan jejak purnawiranan TNI AD itu, pencarian dilanjutkan pada hari Ketiga Senin, (8/12/2025) tidak juga ditemukan.
Kecemasan seluruh masyarakat desa Kelaan akibat belum ditemukannua Bapak Malaki Labobar, pencarian hari keempat, pihak Pemerintah Desa Kelaan dan Keluarga meminta kepada Tua tua adat desa Kelaan untuk melakukan doa adat yang di pimpin oleh pemilik petuanan dimana hilangnya Malaki Labobar.
“Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa, pada pukul, 10.47 WIT, purnawirawan Malaki Labobar ditemukan oleh Bapak Stewar Maru, disitulah teriakan gembira dikumandangkan sehingga seluruh masyarakat yang tersebar di hutan berkumpul di titik tempat dimana Bapa Malaki ditemukan,” ujar Kades.
Dengan rasa gembira diaelimiti kesedihan, purnawirawan itu di antar pulang ke kampung dalam kondisi lemas karena empat hari tidak makan dan minum, tangisan dan bahagia selur8h masyarakat teristimewa istri dan anak anak serta keluarga menjemput bapak Malaki dan dilakukan penangan medis dari pihak pustu desa Kelaan.
“Kondisi Bapak Malaki saat ini sudah mulai stabil setelah mendapat penagan dari medis,” ungkapannya.
Kades menghimbau kepada seluruh masyarakat Desa Kelaan, maupun seluruh masyarakat Tanimbar, agar selalu waspada dan berhati hati ketika sendiri ke kebun atau ke hutan, dari peristiwa ini Kades merasa bangga terhadap kebersamaan yang dibangun di Desanya ketika menjemput suatu perintah untuk kemanusiaan dan hal hal lain bertalian dengan kemajuan Desa. (AT/BT)






