Ambon, Ambontoday.com- Negeri Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon menjadi salah satu desa peduli stunting oleh Provinsi Maluku sekaligus diluncurkannya pojok peduli TBC stunting Rabu(10/5/2023)di Negeri Batu Merah.
Peluncuran pojok peduli TBC -Stunting di Negeri Batu Merah dilakukan oleh Ketua TP-PKK
didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, Sadali Ie,Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena bersama Pj. Ketua TP-PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena .
Bodewin dalam sambutannya mengatakan berdasarkan who global report kasus TBC di dunia Tahun 2022 sebanyak 10,6 juta kasus dan Indonesia ada di urutan kedua dengan 9,2% atau 969 ribu.
Terhadap hal ini pemerintah telah menunjukkan keseriusan dalam melakukan upaya penanggulangan TBC Indonesia .
Dijelaskan untuk data program pengendalian TBC di Kota Ambon menunjukkan bahwa jumlah kasus TBC di Kota Ambon dalam 3 tahun terakhir cenderung meningkat.
“Pada tahun 2020 jumlah kasus baru TBC sebanyak 716, menderita tahun 2021 961, penderita dan Tahun 2022 sebanyak 1.296,”jelasnya.
Sementara untuk jumlah kematian penderita TBC pada tahun 2020 sebanyak 32 kematian, 2021 sebanyak 23 kematian dan 2022 yakni 23 kematian.
Dikatakan Negeri Batu Merah adalah satu negeri yang kasus TBCnya Tinggi di Kota Ambon yaitu pada tahun 2021 jumlah kasus baru sebanyak 177 dan di tahun 2022 yaitu 264 dan di tahun 2023 sudah terdapat 66 kasus.
“Data ini memang mengidentifikasikan adanya peningkatan kinerja dalam penemuan kasus baru agar segera diobati ,”ucapnya .
Bodewin mengaku tingkat penularan TBC dalam masyarakat di Kota Ambon masih tinggi .
Oleh karena perlu dilakukan upaya lebih keras dan bekerja lebih cerdas untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat TBC agar Kota Ambon dapat mencapai target eliminasi PBC di tahun 2030.
Selain itu lanjut Bodewin stunting juga merupakan masalah kronis yang juga menjadi permasalahan utama di seluruh Indonesia termasuk di Kota Ambon.
“Kami bersyukur Kota Ambon termasuk dalam daerah yang secara presentasi stunting paling rendah di provinsi Maluku
Namun demikian upaya untuk terus menurunkan angka bahkan untuk mencapai target 2014 terus dilakukan secara bersama.
“Ini menjadi tanggung jawab semua kita yang melibatkan seluruh komponen untuk berupaya mengatasi persoalan kesehatan yang terjadi,”tandasnya (AT-009).











