Pattiwaelapia : Juli 2023, Kota Ambon dan Tual Alami Deflasi, Ini Penjelasannya!

Spread the love

Ambon, Ambontoday.com-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat pada Juli 2023, Kota Ambon mengalami inflasi year on year (yoy) (Juli 2023 terhadap Juli 2022) sebesar 4,29 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 118,60.

Hal ini diakui Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Maritje Pattiwaelapia pada saat rilis yang berlangsung di Aula Kantor BPS Provinsi Maluku, Selasa (1/8/2023).

Menurutnya, inflasi yoy di Kota Ambon terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh peningkatan indeks pada 10 kelompok pengeluaran, tertinggi pada kelompok transportasi sebesar 11,66 persen dan terendah pada kelompok pendidikan sebesar 1,04 persen.

“Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 5,04 persen,” ucapnya .

Selain itu, Lima komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi yoy Juli 2023 di Kota Ambon yakni bensin 0,9299%, beras 0,7415%, rokok kretek filter 0,4941%, tukang bukan mandor 0,3287%, dan rokok putih 0,3195%.

Sementara itu, secara month to month (mtm) (Juli 2023 terhadap Juni 2023) Kota Ambon tercatat mengalami lami inflasi sebesar -0.06 persen.

Ditambahkan, Komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi mtm Juli 2023 yaknk ikan layang/mumar 0,2759%, ikan selar/kawalinya 0,1795%, sawi hijau 0,1053%, buncis 0,0604% dan mangga 0,0461%.

“Komoditas pemicu inflasi secara mtm ada cabe rawit yang mengalami kenaikan dan jadi pemicu inflasi, hingga daging ayam ras,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kota Tual mengalami inflasi yoy sebesar 3,32 persen dengan IHK 118,69.

Inflasi yoy di Kota Tual terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh peningkatan
indeks pada 9 kelompok pengeluaran yakni tertinggi pada kelompok transportasi sebesar 18,60 persen; dan terendah pada kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen.

Baca Juga  HUT Kota Ambon ke - 448,  Ini harapan Walikota 

Sedangkan, kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi tertinggi yaitu kelompok kesehatan sebesar 0,82 persen; dan terendah pada kelompok makanan sebesar 0,66 persen. (AT-009)

Berita Terkini