Polsek Kormomolin Diduga Memelihara Bom Waktu di Desa Meyano Das

Share Kesemua teman anda....!

Saumlaki, ambontoday.com – Pasca dicual tanah oleh Moses Fatlolon kepada Jhonas Batlayery Kabankeu Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), mendapat larangan dari pihak tua-tua adat, namun Batlayery enggan menghiraukan larang tersebut.

Diduga ada kongkalikong dari pihak Kepala Desa (Kades) dan perangkat bersama Fatlolon dengan Batlayery untuk memperlancar proses penjualan tanah tersebut, konon katanya tanah itu milik pemerintah desa meyano das, sehingga pihak tua-tua adat merasa tidak dihargai oleh pihak kades dan perangkatnya bersama Batlayery dan Fatlolon, maka, pihak tua-tua ada melakukan ritual adat pada kampung tua yang dianggap sangat sakral itu.

Dari kunjungan tua-tua adat di kampung tua, terjadi kematian yang menurut kades dan segelintir masyarakat pendukung kades pada saat Pilkades merasa bahwa ulah tua-tua adat itulah terjadi kematian berurutan di desa, Dengan sebutan lain kepada tua-tua adat adalah suanggi.

Dari kecurigaan itulah, terjadi penganiayaan terhadap ketua adat Theodorus Kormomolin dan berunjuk pada pembongkaran pelemparan rumah beberapa tua-tua adat yang dikomandoka  langsung oleh kades Rufus Ngifanngelyau lewat toa desa yang disaksikan langsung oleh Camat dan Kapolsek.

“Pada saat pelemparan rumah kami dan pembongkaran itu, ada pa Camat Franky Lambiombir dan Kapolsek Johanis Aliaman namun tidak ada larangan, malah terkesan ada dukungan dari pihak mereka penegak hukum yang ada di kecamatan,” ujar Kormomolin kepada ambontoday.com Rabu, (15/12).

Dikatakan juga, guna menghargai kinerja dari pihak keamanan yang mengarakan meraka untuk keluar dari kampung untuk redamkan amukan masa pro pemdes, sehingga mereka harus ada di Saumlaki higga saat ini, dari kejadian dibulan kemarin.

“Kami sudah satu bulan lebih disaumlaki, sehingga kami akan kembali ke desa tanggal (22/12), bersama dengan sejumlah masyarakat yang sementara kerja dilapangan mandriak, apa pun yang akan terjadi didesa nanti itu sudah menjadi resiko,” ungkapnya.

Baca Juga  KAPOLRES MBD PIMPIN UPACARA SERTIJAB Tiakur,- Kapolres maluku barat daya AKBP Budi Adhy Buono SH, SIK, MH., Memimpin upacara seraterima jabata (sertijab) dan secara langsung menkuhkukan 4 pejabat perwira polres maluku barat daya bertempat di Lapangan mako polres maluku barat daya ,sabtu (20/03/21). Dalam sambutan kapolres Maluku barat daya AKBP Budi Adhy Buono SH, SIK, MH., bahwa, mutasi atau perpindahan personil itu adalah hal yang biasa di organisasi polri, fungsingnya adalah untuk reodelisasi ataupun permejeng peremajaan personil polri. Dirinya minta agar tunjukan yang terbaik, baik itu pejabat lama maupun pejabat yang baru, selaku pimpinan mengucapkan terima kasih kepada pejabat yang lama yakni, kasat lantas,kapolsek babar timur, kapolsek wetar, yang telah medidikasikan dirinya untuk mengabdi kepada polres MBD. "Lanjud adhy" untuk pejabat baru selamat bertugas dan anda sekarang bagian dari polres maluku barat daya dan saya minta segera kenali lingkungan anda wilaya anda agar anda dapat melajsanakan tugas secara maksimal dan sebaik-baiknya. "Namun" Bagi para pejabat baru dan rekan-rekan bahwa di masa kepimpinan kapolri yang baru banyak program- program naupun kegiatan yang harus di laksanakan pada 100 hari kerja kapolri dan kita sama-sama tau ada berapa tranformasi polri menuju polri yang prefesi yakni , tranformasi dan organisasi, transformasi opradional, transfomasi pelayanan publik, transformasi pengawasan internal , dan ini akan menjadi tangung jawab kita semua dan rekan-rekan jajaran polres MBD harus paham semua karena program ini sudah berjalan . Selain itu buono meminta kita semua mengikuti dinamika yabg berkembang baik itu informasi secara intenasional,nasional, regional, maupun lokal, ini dapat memudahkan kita untuk mendaoatkan informasi, agar kita paham apa yang jejakkan penerintah atau pimpinan kita. "Kapolres" berharap dengan adanya momen ini menjadi percun bagi kita, Untuk selalu membuat terbaik dan pengabdian kita terhadap institusi polri tercinta, dan semoga apa yang sudah kita perbuat dan laksanakan menjadi ladang ibada bagi kita semua, harapnya.

Kondisi ini diibaratkan bom waktu yang dipupuk oleh pihak kepolisian Polsek Kormomolin, dimana persoalan ini sudah dilaporkan ke Polsek sekalipun saat itu Kapolsek berada di lokasi dengan anggotanya, namun dari laporan mereka tidak diterbitkan LP, namun pihak polesk menjanjikan bahwa persoalan tersebut akan dilimpahkan ke Polres KKT.

Namun hingga saat ini persoalannya belum juga ditangani, mereka menduga ada bekingan dari Kabankeu Batlayeri, camat dan Kapolsek, karena sampai saat ini belum ada Unjung pemanggilan atau pemeriksaan bagi para pelaku penganiayaan, pembongkaran dan dalang atau otak dari kejadian tersebut.

“Kami sudah cek di Polres laporan sudah ada namun kami tidak diberi lembaran LP, ada apa ini, apa kami ini masyarakat termarjinal sehingga tidak bisah diterima laporan kami atau seperti apa, sehingga kami minta kepada pa Kapolres untuk dapat sesegera mungkin memintah bawahannya untuk menindak laporan kami, jika tidak lagi maka kami akan ke polres untuk meminta laporan kami ditarik dan kami akan kembali ke kampung, maka segala resiko apa yang terjadi, itu mungkin kehendak para penegak hukum di KKT ini,” paparnya.

Lanjut dia, tanah yang dijual Fatlolon sesuai sertifikat yang dimiliki sebesar 13 X 15 persegi meter, namun yang diklaim Batlayeri sekitar satu hektar lebih, ini kan suatu hal yang sangat aneh dan tidak masuk diakal manusia, apalagi tanah itu milik desa.

“Saya sangat harapakan kepada pa Kapolres untuk memanggil Kapolsek Kormomolin, mantan Camat, Kabankeu pa Johnas Batlayery, Kades dannoerangkat desa, serta seluruh pelaku pemukulan, pelemparan dan pembongkaran rumah kami, sesuai yang sudah kami sampaikan kepada pihak kepolisian bahwa waktu yang kami berikan sebelum memasuki hari raya Natal dan Tahun Baru, ini bukan semata-mata kami sampaikan tetapai yang sudah kami sampaikan akan kami lakukan dengan kembali kedesa untuk merayakan Natal dan Tahun Baru,” tegasnya. (AT/tim)

Baca Juga  Sangkala : Jelang Ramadhan, Masyarakat Wakal dan Hitu Jangan Mudah Terprovokasi Isu

 

Berita Terkini