Ambon today.com_Ambon, 20 Mei 2026 — Ratusan warga bersama mahasiswa asal Pulau Manipa menggelar aksi damai di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Maluku, Rabu (20/05/2026), guna menuntut penegakan hukum atas kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa Abdullah Mahu.
Massa aksi datang membawa spanduk dan poster bertuliskan “Dukung Polisi Ungkap Pelaku” serta “Manipa Cinta Damai” sebagai bentuk dukungan terhadap proses hukum yang adil dan transparan.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Dalam orasinya, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan perwakilan massa menegaskan bahwa aksi tersebut bukan untuk menciptakan kericuhan, melainkan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap tegaknya keadilan.
Koordinator aksi, Usman Warang, mengatakan masyarakat Pulau Manipa menaruh harapan besar kepada Polda Maluku agar segera menuntaskan kasus tersebut demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
“Kami meminta aparat kepolisian bertindak profesional, transparan, dan tidak tebang pilih dalam menangani kasus ini,” ujarnya dalam orasi.
Dalam aksi itu, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Polda Maluku, di antaranya mendesak polisi segera menangkap dan memproses hukum seluruh pelaku dugaan pengeroyokan terhadap Abdullah Mahu.
Selain itu, massa juga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk aktor intelektual di balik kasus tersebut.
Mereka menilai penegakan hukum yang cepat dan tegas sangat penting untuk mencegah keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan.
Massa aksi turut menegaskan komitmen masyarakat Pulau Manipa untuk tetap menjaga situasi yang damai dan kondusif selama proses hukum berlangsung.
Setelah menyampaikan aspirasi, massa membubarkan diri secara tertib sambil menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga kasus tersebut dituntaskan secara adil.( O.l )


