Salah Paham “Rekrutmen”, Disiapkan Dan Dipekerjakan, Ini Penjelasannya

Spread the love

Saumlaki, ambontoday.com – Informasi perekrutan tenaga kerja setiap Desa terdiri dari 50 – 100 untuk dipekeejakan di Gas Abadi Blok Mase, kini ramai dibincang dimana – mana, pasca pihak Pemerintah Desa mengumumkan kepada masyarakat pada desa masing – masing setelah mendapatkan instruksi dari Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa.

 

Penyampaian dalam rapat bersama kepala-kepala desa dan Bupati yang di pandu langsung oleh Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Brampi Moriolkosu, merupakan perusahaan untuk mendata para penganggur didesa 50_100 orang untuk diserahkan ke staf ahli untuk ditingkatkan kapasitasnya dalam persiapan ke Inpex Blok Masela.

 

“Tujuan dari mendata para pengangguran di tiap desa itu untuk nanti di latih, baik dari BLK maupun pemda siapkan ahli – ahli pada bidang tertentu untuk dilakukan pelatihan, dan dari pelatihan itu mereka mengantingi sertifikat yang merupakan lisensi dari keahlian mereka untuk dipersiapkan nantinya ketika block Masela beroperasi,” ujar Sekda kepada ambontoday.com diruang kerja Jumat, (22/8/2025)

 

Dikatakan juga, informasi yang di sampaikan oleh kades – kades itu keliru, salah pemahaman terkaut apa yang disamapiakan oleh Bupati, dimana, Bupati menginstruksikan untuk mendata pengangguran di tiap desa untuk di latih sesuai keahlian, bukannya untuk langsung kerja.

 

“Mau dipekerjakan bagimana tidak punya kualifikasi, makanya pemda sementara mengejar semua itu untuk masyarakat dalam mempersiapkan diri bersaing di Block Masela ketika beroperasi, jadi tidak durekrut untuk langsung kerja, itu salah pemahaman ya,” ungkap Moriolkosu.

 

Sekda juga menambahkan, Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Bupati kini sementara melakukan komunikasi dengan Kementrian Nakers dan pihak kementrian telah siap untuk membantu pemda Kepulauan Tanimbar.

 

“Untuk ketahuan seluruh masyarakat Kepulauan Tanimbar, perhari ini Pa Bupati telah berkoordinasi dengan pihak Bapenas, Kementerian Nakers, dan pihak ketiga yang mempunyai lesensi untuk mengorbitkan sertifikat bagi calon pekerja di Block Masela bertaraf internasional yang dikhususkan bagi masyarakat Tanimbar,” beber Moriolkosu.

 

Moriolkosu berharap, masyarakat jangan di tipu dengan informasi yang sesat dan Hoax, karena proses penerimaan nanti di gas Abadi Block Masela tidak sembarangan, dan nantinya memiliki persyaratan yang agak berat, sehingga masyarakat Tanimbar perhari ini mesti sudah siap. Ia menambahkan, pada hari Sabtu, (23/8/2025) seluruh data sudah harus masuk di sekretariat Daerah dari seluruh kepala desa dan lura.

 

“Jangan kita meminta perhatian khusus bagi kita di Tanimbar dari pihak Impex maupun SKK Migas dan perusahaan penunjang lain, namun SDM kita tidak siap, keramatamaan kita tidak siap, percaya diri kita tidak siap dan hal – hal lain yang dianggap penting, kita tidak siap, ini yang soal, makanya kita harus benahi dan siap mulai dari sekarang jangan sampe kita menyesal nanti,” harapan dan himbawannya. (AT/BT)