SMP Muhammadiyah Ambon Luncurkan Program Full Day School, Fokus pada Karakter dan Prestasi Siswa

Spread the love

Ambon today.com_Ambon, 17 April 2026 – Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Ambon, Ardon Jamdin, menegaskan komitmen pihaknya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program inovatif yang menekankan pada prestasi dan pembentukan karakter siswa.

Menurut Ardon, sekolah terus berupaya menghadirkan program pembelajaran yang lebih menarik serta melakukan persiapan matang guna mendorong siswa meraih prestasi di berbagai bidang. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah merekrut guru-guru baru untuk memperkuat proses belajar mengajar di kelas.

Selain itu, SMP Muhammadiyah Ambon juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan di luar daerah. Di antaranya dengan pondok pesantren Muhammadiyah di Solo, Jawa Tengah, serta lembaga kursus bahasa Inggris di Pare, Kediri, yang secara rutin menjadi tujuan pengiriman siswa untuk pengembangan kemampuan akademik dan bahasa.

“Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kualitas dan daya saing siswa, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ujarnya.

Dalam rangka menjawab tantangan pendidikan saat ini, sekolah juga meluncurkan program baru berupa kelas Full Day School. Program ini difokuskan pada penguatan karakter siswa melalui pembelajaran sepanjang hari yang dipadukan dengan kegiatan keagamaan, termasuk pembelajaran Al-Qur’an.

“Melalui program ini, kami ingin membentuk siswa yang lebih mandiri, berakhlak, dan memiliki karakter yang kuat. Alhamdulillah, minat masyarakat cukup tinggi dan kelas yang dibuka sudah terisi penuh,” jelas Ardon.

Sekolah juga terus mendorong siswa untuk aktif mengikuti berbagai ajang lomba sebagai bagian dari pengembangan potensi dan pencapaian prestasi di tingkat nasional.

Namun demikian, Ardon mengakui bahwa pihak sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Saat ini, jumlah rombongan belajar telah mencapai 13 kelas, sementara ruang belajar yang tersedia hanya tujuh, sehingga proses pembelajaran harus dilakukan secara bergantian (double shift).

Baca Juga  STIH Saumlaki Kunjungi Fakultas Hukum UNPATTI

Keterbatasan juga terlihat pada belum tersedianya fasilitas penunjang seperti laboratorium dan perpustakaan. Bahkan, untuk pelaksanaan ujian praktik, siswa kelas IX harus meminjam fasilitas di sekolah lain.

“Kami berharap ke depan ada perhatian dan dukungan untuk peningkatan sarana prasarana, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih maksimal,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Ardon memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus semangat belajar dan meraih prestasi lebih tinggi di berbagai kompetisi yang akan datang.( O.l )

Komentar

Berita Terkini