SMP Negeri 6 Selaru Gelar Pegelaran Seni di Haerdiknas

Spread the love

Saumlaki, ambontoday.com – Memperingati Hari Lahir Pendidika Nasional tahun 2026, SMP Negeri 6 Selaru gelar Pegelaran Seni, dengan berbagai kegiatan, yang di ikuti oleh anak didik berpotensial dan berkreatifitas.

Tema yang diusung dalam pengeluaran tersebut “Ekspresi Bidaya Anak Bangsa Dari Timur Indonesia”, tema ini menggambarkan kualitas dan kreativitas anak bangsa yang kebetulan lahir di Timur Indonesia, yang merupakan Daerah perbatasan dengan Australia.

Siswa siswi SMP Negeri 6 Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku itu, mempunyai semangat Tutwuri Handayani guna merespons dan memaknai perjuangan para pemikir, pejuang pendidikan, yang kini telah dirasakan dan nikmati oleh mereka, dikalibrasi dengan budaya ketenimbaran.

Lewat Pegelaran Seni itu, Camat Selaru Gustaf Romrome, dalam sambutannya katakan, peningkatan kreativitas dan kemampuan anak didik saat ini sangat luar biasa, dimana lewat Pegelaran Seni, secara kasat mata baru terlihat kehebatan dan kemampuan anak-anak.

“Saya sangat bangga, bahwa anak-anak di SMP Negeri 6 Selaru punya ketrampilan dan kreativitas yang sangat luar biasa, saya kira kemampuan anak-anak kita jika dilihat sangat mengajudkan, ini sudah bisa dikategorikan nasional bahkan internasional,” ujar Gustaf.

Disisi lain, Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 6 Selaru Watty Sara Betoky katakan, owgeleran Seni ini, dilakukan berdasarkan pada program kerja OSIS setiap tahunan, diperkuat dengan kesepakatan dewan guru bersama orang tua murid.

“Pegelaran ini bukan dilakukan begitu saja, namun melalui proses yang sangat luar biasa, digodok dalam program kerja OSIS dan dimintai kesepakatan dengan dewasa guru, baru dilakukan kesepakatan dengan orang tua murid, dalam rapat bersama,” ungkap Kepsek.

Dikatakan juga, Pegelaran Seni ini digelar, untuk mempersiapkan dan memeperkenalkan budaya secara terstruktur bagi generasi bangsa yang kebetulan lahir dan besar di Tanimbar. Agar tetap merawat dan melestarikan budaya lokal ketanimbatan yang sudah di titipkan oleh para leluhur.

“Kita kita lihat, generasi sekarang masih mempertahankan warisan budaya dari moyang-moyang kita, dengan penampilan yang begitu mempesona dan penuh makna itu, menciptakan kebanggan sendiri bagi semua orang yang turut menyaksikannya,” haru Kepsek.

 

Ketua panitia John Cray Maskikit, ketika dikonfirmasi katakan, guna mempersiapkan seluruh tarian dan penampilan seluruh peserta bahkan dari sisi anggaran, secara kebersamaan diupayakan panitia dan dibantu pihak OSIS dan Lembaga dalam hal ini Dana Bos, sehingga Pegelaran Seni ini dapat terealisasi.

Menyikapi itu, pihak panitia berkaca dari tema besar Hardiknas, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”, maka ekspresi atau penampilan setiap mata lombah berniansa Haerdiknas 2026.

” Agenda berjalan sesuai dengan yang direncanakan, dan secara penampilan ketika dinilai sangat memuaskan dan berkesan dari semua peserta lomba,” kesannya.

Dirinya berharap, ditahun ajaran berikutnya, untuk menyambut Haerdiknas seperti ini, mesti menjadi perhatian penuh dari pihak Dinas Pendidikan Kepulauan Tanimbar, dan Dinas Pariwisata, karena Pegelaran seperti ini juga merupakan ajang promosi adat budaya ketanimbatan.

“Saya berharap, jangan di pusat Kabupaten saja yang menjadi pusat perhatian Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas terkait, karena kami di Selaru juga bagian dari Kabupaten bertajuk Duan Lolat ini, sehingga apa yang menjadi harapan berdamankita untuk melestarikan dan menjaga budaya kita,” tutupnya. (AT/BT)

 

 

 

 

 

Komentar