Sri Widodo, Korban Ledakan Pelotar Granat GL40 di Tanimbar Jadi Atensi TNI

Spread the love

Saumlaki, ambontoday.com – Pasca meledaknya Pelontar Granat GL40 di rumah warga berlokasih pada Desa Atubul Dol akibat kurangnya pemahaman masyarakat tentang berbagai amonisi milik TNI, sehingga berunjung maut.

Dari peristiwa itu, mewakili Panglima XVI Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo. , Komandan Brigade Infanteri 27/Nusa Ina (Danbrigif 27/Nusa Ina), Kolonel Inf Sri Widodo, didampingi oleh Komandan Distrik Militer 1507 Saumlaki Letkol Kav Kiswanto Yudha Kurniawan, menyampaikan berbela sungkawa kepada keluarga korban.

“Atas nama Panglima Kami memohon maaf atas kelalain serta berbela sungkawa kepada keluarga korban,” ujarnya kepada wartawan Selasa (17/3/2026) di areal Vila Bukit Indah Saumlaki.

Ditambahkan, kejadian ini menjadi atensi serius bagi pihak TNI untuk sisi sentunan, baik sejak korban Bapak Erwin Romrome dan Bapak Rafaela Romrome, dan Epi Batmyanik pihaknya membiayai hingga proses pemakaman, dan juga bagi korban luka-luka di Rumah Sakit juga, tetap menjadi atensi hingga sembuh.

“Kami tetap bertanggung jawab atas inisiden ini, dan bagi korban semua menjadi tanggung jawab kami,” tegasnya.

Dijelaskan juga, bahwa lokasi penemuan Pelontar granat GL40 itu benar, adalah lokasi yang dipakai TNI untuk berlatih menembak, dan sudah di pakai dia kali, pertama pada Bulan Desember 2025, dan kedua Bulan Maret 2026 tertanggal 8 dan 9.

“Sebelum kami memakai lahan itu, sesuai SOP kami telah menyurati pihak Pemerintah Desa Atubul Dol dan Amdasa, dan selama kami latihan memang tidak ada masyarakat yang melakukan aktivitas diseputaran lokasi karena sudah disosialisasikan oleh pihak Pemerintah Desa masing-masing,” jelasnya.

Sri Widodo juga mengurai, dalam setiap sesi menembak selalu dihitung dan dari 198 butir Pelontar granat GL40 hanya 1 yang dinyatakan tidak meledak, untuk mortir dari 67 buah 64 meledak 3 yang tidak meledak.

“Ya kemungkinan ini kelelaian pihak Distrik saat menghitung, shingga kedapatan 5 butir Pelontar granat GL40 yang tidak meledak, 1 ditemukan warga dan terjadilah insiden ledakan itu, 4 dilakukan penyisiran oleh personil gabungan TNI-Polri dan langsung dimusnahkan dilokasi,” urainya.

Dari sisi pembersihan lokasi latihan karena belum 100 persen dinyatakan aman, namun warga sudah terlanjur lakukan aktifitas di sekitar areal latihan, maka pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat Desa Atubul dol dan Desa Amdasa agar selama sepekan ini dimohon agar jangan dulu, karena pihaknya akan melakukan penyisiran hingga benar-benar steril (aman) baru warga boleh melakukan aktivitas di lokasi latihan.

“Kami mohon pengertian baik dari seluruh masyarakat, demi dan untuk keselamatan bersama kita,” mohon Sri Widodo.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat, ketika menemukan benda yang dianggap berbahaya silahkan laporkan secepatnya kepada pihak TNI-Polri agar tidak terjadi kejadian yang sama.

Mengingat penyisiran ini akan menggunakan metal detector dan juga manual, harapannya semoga maksimal, mengingat lokasinya agak sedikit sulit karena penuh dengan ilalang.

“Ketika semuanya dinyatakan aman, maka kami akan menyurati secara resmi ke dua Desa dalam bentuk ucapan Terima kasih, atas ijin lokasi yang diberikan,” himbaunya.

Ditambahkan, kedapan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, untuk pengadaan lokasi tembak yang representatif dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Diakhir pernyatan Sri Widodo, pihaknya meminta maaf mengatas nama Panglima XVI Pattimura, untuk seluruh masyarakat Tanimbar, terlebih khusus keluarga korban, mengingat keluarga korban juga adalah bagian dari keluarga besar TNI Angkatan Darat.

“Sekali lagi atas nama Panglima, saya memohon maaf sebesar-besarnya atas insiden ini, ini mungkin kelalaian kami, mohon dimaafkan, sekiranya insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi kita dalam mengambil tindakan, ketika mendapat sesuatu benda yang dicurigai berbahaya, itu sangat penting, dan jangan lupa laporkan ke petugas TNI atau Polri terdekat,” tutupnya. (AT/BT)

 

Komentar